
Ditempat lain sahabat sahabat Nadia pun sudah sampai dirumah sakit tersebut.
"Adel ayo kita masuk kedalam kamu ngapai sihh lama banget didalam mobilnya." Fatimah
didalam mobil adel pun menggurutu kesal oleh sikap sahabatnya tu yang yang tidak sabar an bangeet tu.
"Iya iya sabar dong ini aku lagi benerin make up aku, kamu tu yah gak sabaran banget jadi orang." Ucap Adell.
Diluar Fatimah pun diam sambil mennungu tuan putri tu selesai membenahkan make up nya tu yahh dia emng teman yang sangat baik bukan .
Ha ha ha ha
"Ayo masuk kalo udah selesai Nadiah pasti udah nunggui kita tu dari tadi."Fatimah.
"Iya ayo masuk." Adel.
Dalam hitungan beberapa menit mereka sampai diruangan ibunya Nadiah dirawat.
Tok.tok.tok.
Nadiah pun berjalan dan membuka pintu."Ayo masuk"Nadiah.
"Kamu sendirian nat disini, ayah kamu mana."Adel.
__ADS_1
"Oh iya saya sendiri soalnya ayah lagi kerja."Nadiah.
"Terus sekarang gimana keadaan ibu kamu Nat. Udah baikan belumm." Ucap Fatima dan Adel. Secara bersamaan.
"Keadaan ibuk aku masi sama belom sadarkan diri udah 2 hari ini."
"Kamu yang sabar yah Nat."
"Ahh, emmm natt kita kan ada tugas dari kampus, kapan kamu ada waktu buat ngerjainnya." Ujar Fatimah dan Adel.
"Emmm kemungkinan besok dehh soalnya besokkn kita juga ada jadwal kuliah kan, sekalian ajah besok kita kerjain yah."Nadiah.
"Nat kita berdua pulang dulu yah udah sore soalnya, takut dicariin nyokap, sampai jumpa besok Nad." Ucap Fatimah dan Adell.
"Alah santai ajah kali nat. kayak sama siapa ajah." Merekapun serempak mengucapkan kalimat tersebut.
Ditempat lain ayahnya Nadiah sedang bersiap siap untuk pulang, kerumah sebelum pergi rumah sakit, sesampainya di rumah diapun langsung bergegas mandi karena sudah dari tadi badannya terasa lengket oleh keringat, ayah Nadiah memakai baju cesual dengn tangan pendek dan celana panjang berwarna hitam. Diapun langsung bergegas menuju rumah sakit untuk menggantikan anaknya .
Sesampai nya dirumah sakit.
"Ayah sudah pulang."
"Sudah makan belom yah."
__ADS_1
"Ayah pasti capek kan sudah seharian ini kerja. "Nadiah.
"Gak nak ayah gak capek kok, oh iya nak tadi ayah udah dapat uang buat bayarini rumah sakit ibu mu."
"Ayah dapat uang dari mana kok bisa cepat banget dapatnya."
"Iya tadi ayah mintak kepada pihak hrd supaya gaji ayah di kasih lebih awal, dan mereka mau menyetujuinya."
"Nak kamu sebaiknya pulang ajah kerumah dan istirahat, kalo maslah ibu biar ayah yang jagai nya kamu pulang ajah dulu yah. Besok kamu jug mau kuliah kan, besok ayah masuk shift malam kebetulan."
"Yaudh yah nadiah pamit yah."
Di tengah perjalanan Nadiah merenung dia sedih dengan keadaan yang menimpah dirinya saat ini, sampai dia pun menaprak orang yang bertubuh tinggi, badan kekar akibat seringnya gym mungkin yah abisnya badannya kekar banget, sontak Nadia pun terjaduh terduduk dilantai dan dia bangun langsng memaki2 orang tersebut.
"Heiii mass kalo jalan itu liat liat dong punya mata gak sih."Sarkas Nadiah.
Nadiah belom melihat siapa yang sedang menaprak dia sampai jatuh kelantai.
"Heii mba. Jangan main salahin orang gitu dong orang mba nya tu kok yang dari tadi kok melamun terus, sampai-sampai jalan ajah gak liat liat."
Yang menaprak nadiah tu adalah boss tempat ayahnya bekerja.
JANGAN LUPA LIKE DAN COMEN DAN TIDAK LUPA JADIKN NOVEL INI SEBAGAI FAVORIT ❤YA TERIMAKASIH SEMOGA KALIAN SUKA DAN TERUS DUKUNG YA
__ADS_1