Bahagia Dan Derita Nadia

Bahagia Dan Derita Nadia
Terjawabnya firasat nadiah


__ADS_3

"Baiklah Nat kalo kamu mau nanti aku kan omong in sama papa aku yah."


"Baik makasih yah kalian udah banyak bantu aku udah mau support aku."


"Sekali lagi aku ucapin makasih yah kalian udah mau dukung dan bantu aku."


Sekali lagi Nadiah ngucapkan terimakasih kepada sahabatnya tu, tidak bosen bosen Nadiah ngucapkan tu sampai sahabat nya jadi tidak enak karena Nadia seperti menganggap dirinya orang asing padahal mereka sudah seperti saudara.


"Nat kamu ini kayak sama siapa ajah sih."Sahut mereka sahabat Nadiah.


"Nat aku jug nanti kalo misalnya ada kerjaan nanti langsng ak kasih tau ya."


Mereka pun berpamitan pulang Kerumah masing masing.

__ADS_1


Nadiah sudah sampai di kediamannya rumah sederhana berbentuk minimalis, rumah itu tertata dengan bingkai bingkai poto keluarga mereka, awal kali kita membuka pintu, maka akan disambut oleh pemandangan yang menampilkan poto berukuran sedang, yang menampilkan Nadia ayahnya dan ibunya.


Nadia langsung masuk kekamar nya untuk meletakkan tas dan buku dan juga laptop nya, ditempatnya masing masing.


Setelah itu Nadiah langsung menuju kekamar ibunya, ayahnya Nadiah sedang beristirahat di ruang tamu disana terdapat sopa ayahnya tidur disana.


Betapa terkejut nya Nadiah saat melihat ibunya sudah tidak bernapas lagi. Nadiah terus membangun kan ibunya menggoncang guncangkan tubuh ibunya tapi, nihil semua itu tidakkan bisa membangun kan ibunya lagi, Nadiah menangis sejadi jadinya sampai sampai membangunkan ayahnya yang sedang tertidur disopa.


Hikk hikss hikss.


Setelah itu ayahnya datang, ketika ayahnya datang dia tidak kala terkejutnya saat memegang tangan istrinya yang sudah dingin dan tidak bernapas lagi itu, kesedihan mereka bertambah ayahnya Nadia semakin merasa bersalah kepada istrinya dia mngggap kematian istrinya adalah ulah nya.


"Sayang bangun__bangunnn sayang."

__ADS_1


Dengan muka yang tertunduk ayahnya menangis sejadi jadinya dia duduk tersungkur di dinding. Nadiah sudah tidak sadarkan diri dia pingsan dia syokk melihat kejadian yang sedang menimpahnya musibah yang dirasakan Nadiah kian bertubi tubi menghampirinya, Nadiah pun terbangun dari pingsannya dia berusaha mendekat dan mencobo menennangkan dirinya dan juga ayahnya, sungguh malang nasip Nadiah.


Pirasat Nadiah sudah terjawab dengn kematian ibunya, ayah nya dan Nadiah mencoba menenangkan diri satu sama lain, mencoba mengiklas kan semua yang menimpah mereka, dikediaman Nadiah para sahabat sahabat nya sudah datang untuk melayat dan, ibunya kini sudah dikuburkan Nadiah didampingi sahabat dan ayahnya, Nadiah menangis lagi untung saja disana sahabat nya yang bisa menenangkan Nadiah


Nadiah enggan meninggal makam ibunya dimasi tetap mau disana, tapi ayahnya mencoba memberi Pengertian kepada anaknya kalo kematian itu pasti akan terjadi, walaupun didalam hati ayahnya di menangis karena dia masi merasa semua kalo semua ini adalah kesalahan dia, tapi dia mencoba tegar demi anak.


"Nak ayo kita pulang, nanti kita kesini lagi untuk menjeguk makam ibu yah, semua manusia pasti akan meninggal kan dunia ini nak jadi ayah harap kamu bisa mengiklas kan ibumu yah."


Nadiah sudah berhenti menangis dia menuruti kata kata ayahnya mereka pun pulang kerumah Nadiah langsung kekamar dan memeluk poto poto bersama ibunya dia menangis sambil memeluk poto itu, sampai tidak terasa dia tertidur sambil memeluk poto ibunya.


Dilain tempat ayahnya juga tidak kalah sedihnya dia kembali menyesali perbuatan nya, bayangan istrinya terus menari nari di pikiran nya.


JANGAN LUPA LIKE DAN COMEN DAN TIDAK LUPA JADIKN NOVEL INI SEBAGAI FAVORIT ❤YA TERIMAKASIH SEMOGA KALIAN SUKA DAN TERUS DUKUNG YA

__ADS_1


__ADS_2