Bahagia Dan Derita Nadia

Bahagia Dan Derita Nadia
Terkejut


__ADS_3

Dia pun terdiam setelah mengetahui kondisi istrinya dia semakin merasa bersalah.


"Apakah istri saya akan sembuh dok, aku sangat takut sesuatu terjadi pada istri saya."


Diapun terkulai lemas.


Setelah beberapa saat didalam ruangan dokter, dan dokter pun sudah selesai menjelaskan.


"Apa yang terjadi sam ibu yah. Apakah ibu baik baik saja."


Nadiah termenung dia sudah bisa menebak kondisi apa yang sedang terjadi pada ibu ke sayangan tu.


"Nak ayah mntk maaf ini semua salah ayah, ibu kamu koma dia kekurangan cairan, dan yang menyebabkan ibu kamu koma tu karena dia terlalu banyak meminum obat2an berbahaya." Ucap ayah Nadiah.


"Apa." Nadiah kaget.


Mereka pun masuk kedalam kamar rumah sakit tempat istrinya dirawat.


"Ibu ini Nadiah ibu pasti baik baik ajakan, jangan tinggalin Nadiah bu. Hiks hiks hiks."


Ayahnya pun memeluk anaknya untuk menenangkan.

__ADS_1


"Sayang maafin mass ya, karena telah membuat kamu jadi seperti ini." Termenung akan semua kesalahan yang diperbuat.


Setelah beberapa saat mereka pun tertidur Nadia tidur yang cuman beralasan tikar disana sedangkan ayahnya duduk di kursi yang telah disediakan sambil memegang tangan istrinya. Dia pun tertidur disamping istrinya.


2 dua hari telah berlalu tapi istrinya belum juga kunjung bangun dari koma nya.


Mereka pun silih berganti datang kerumah sakit, karena mereka harus mencari biaya pengobatan istrinya ayah Nadiah bekerja di perusahaan ternama di kota A nama perusahaan nya itu adalah Wijayan kusuma grup dia berpropesi sebagai satpam disana sedangkan Nadiah kegiatan sehari hari nya adalah belajar dia kuliah, dia juga adalah anak yang sangat pintar di sana dia selalu mendapatkan nilai yang bagus.


Nadiah memiliki seorang sahabat, mereka selalu memberi semangat kepada Nadiah untuk selalu sabar dalam menghadapi setiap masalah yang sedang dia hadapi, dia adalah Fatimah. Dan juga Adell.


"Hallo Nat kamu dimana sekarng, kalo boleh kami ingin menjeguk ibu kamu di rumah sakit." Tanya Adel.


Tidak berapa lama handphone Adell pun di ambil paksa oleh Fatimah. Dia sudah tidak sabar dari tadi mau ngomng sama sahabat nya tu.


"Nadiah kamu yang semngat dan sabar ya ak yakin kamu bisa melewati ini."


Mereka bertiga sangat akrab mangkanya fatimah kayak gitu, sifat dia emng agak kenak nakan sihh😁.


"Yaudah kami tutup ya telponnya . Ini kami mau otw ketempat kamu Nat." Fatimah.


"Ya aku tunggu yah kedatangan kalian."

__ADS_1


Setelah tu panggilan terputus.


Nadiah memejamkan matanya di samping ibunya. Ditempat lain ayah Nadiah memohon agar gajinya diberikan terlebih dahulu, karena keadaan yang memaksakan, ayahnya Nadiah pun menuju ruang HRD tidak berapa lama pintu di ketuk.


"Tok tok tok." Ya masuk perintah HRD.


"Ada yang bisa saya bantu pak." Ucap hrd.


"Oh iya silakan duduk pak, kenapa masi berdiri disana."


Dengan gugupnya dan agak sedikit gagap berucap.


"Owhh ya baik buk, ini saya menyampaikan buk bisa tidak gaji saya di kasihkan lebih awal karena saya harus membiayaii rumah sakit istri saya." Dia tertunduk setelah tu takut takut pihak perusahaan tidak berkenan memberi kannya.


"Baiklah pak nanti saya akan peroses masalah ini, kalo begitu bapak boleh keluar sekarng." Ucap hrd.


"Iya buk terimah kasih sebelum nya."


HRDpun tersenyum ramah pada bapak security tu.


JANGAN LUPA LIKE DAN COMEN DAN TIDAK LUPA JADIKN NOVEL INI SEBAGAI FAVORIT ❤YA TERIMAKASIH SEMOGA KALIAN SUKA DAN TERUS DUKUNG YA

__ADS_1


__ADS_2