Bahagia Dan Derita Nadia

Bahagia Dan Derita Nadia
Diterima Ditempat Kerja Impian


__ADS_3

Security tersebut sudah menyerahkan berkas-berkas surat lamaran kerja nadiah kepada pihak reception.


Sementara pihak reception menelpon pihak hrd .


"Selamat siang buk. Saya dari pihak reception ingin menyampaikan ada seseorang yanh datang memberikan surat lamaran kerja, apa lamarannya mau dikasihkan sekarang buk."


"Iya boleh, langsung letakkan saja di ruangan kerja saya."


"Baik buk."


Tok. tok. tok.


"Iya masuk."


"Permisi bu, ini surat lamaran nya."


"Baik anda boleh keluar."


Putri kemudian keluar dari ruangan hrd dan menuju lagi kelantai dasar.


"Hemm sepertinya anak ini cocok untuk menggantikan sekertaris Ben." Gumamnya.


Kemudian pihak hrd langsung menuju keruangan presiden direktur.


"Iya ada apa." Sarkas Ansel. Selaku presiden direktur di perusahaan jaya astra grup.


"Permisi tuan. Saya sudah menemukan orang yang pas dan cocok untuk menggantikan sekertaris Ben. Ini adalah berkas berkasnya tuan. Silakan dilihat terlebih dahulu tuan."


"Hemm, ini kan wanita yang waktu itu hampir saya taprak dijalan." Gumam Ansel dalam hati.


"Kapan dia dipanggil untuk interview saya ingin melihat kinerja yang dia miliki."


"Baik tuan, hari ini akan saya hubungi untuk di interview besok tuan."

__ADS_1


"Baiklah saya izin keluar tuan. Permisi."


Ansel hanya mengaangguk tanpa menatap lawan bicaranya saat ini, Ansel masi pokus menatap laptop didepannya.


Sementara Nadia kini sudah sampai dirumahnya. Nadia berjalan kekamarnya untuk meletakkan tas selempangnya.


Lalu Nadia berjalan menuju dapur, untuk mengambil segelas minuman dingin.


Tiba tiba bunyi dering ponsel mengejutkan Nadia yang sedang asik menghabiskan minuman kaleng yang ada ditangannya.


Nomor yang tidak kenal? siapa ?.


"Iya hallo selamat siang. Maaf dengan siapa saya beicara."


"Selamat siang. Apa benar ini dengan nona Nadia Ziraningsih."


"Iya benar."


"Saya dari perusahaan Jaya Asta Grup. Anda besok mendapatkan panggilan untuk di interview harap datang ke perusahaan besok pada pukul 9 pagi nona."


Panggilan pun terputus. Nadia langsung sujud syukur kepada allah maha kuasa.


Kruaggk kruagk kruagk.


Perut Nadia berbunyi dia merasa lapar, Nadia kemudian memasak nasi goreng sosis, dengan campuran sayuran di atas nya.


Makanan sudah siap tersaji di meja makan, Nadia kembali lagi ke dapur untuk mengambil segelas susu dingin, Nadia langsung makan, dia makan dengan sangat lahap sampai makanan tersebut tandas masuk semua didalam perut.


Diperusahan Jaya Asta Grup semua karyawan yang ada disana sedang melaksanakan makan siang mereka, sedangkan peresdir Ansel dia lebih memilih membeli makanan online.


Setelah menunggu sekitar dua puluh lima menit, seorang office girl datang mengetuk pintu peresdir Ansel.


Setelah mendengar ada sautan dari dalam ruangan seorang office girl itupun masuk.

__ADS_1


"Permisi selamat siang tuan. Ini makan siangnya mau diletakkan dimana tuan."


"Letakkan di didekat sopa saja"


"Baik tuan."


Setelah seorang office girl itu pergi, Ansel kemudian berjalan menuju sopa, Ansel memakan makanannya yang sadari tadi sudah terlewatkan.


Setelah selesai makan Ansel melanjutkan kembali pekerjaannya. Tidak selang berapa lama adiknya Ansel yang bernama Larasati. Menghampiri Ansel.


"Kakak."


"Apa." Ucap Ansel dengan nada dinginnya.


"iIh kakak kok gitu sihh, sama adik sendiri jutek banget."


"Nyebelin ih kakak."


"Udah deh Ras kakak lagi banyak banget pekerjaan."


"Udah pulang ajah sana jangan ganggu deh Ras."


"Iya iya kak. Laras cuman mau nanya tadi kenapa waktu Laras pergi shoping dan mau bayar ke kasir. Kartu Laras kenapa gak bisa digunain kak. Kakak blokir ya kartunya Laras. Jahat banget sama adik sendiri kakak nyebelin nyebelin nyebelin ihh."


"Udah omonhnya, masi ada yang mau di omngin iya omngin ajah, kakak juga gak peduli." Sarkas Ansel tanpa melihat raut wajah kesal adiknya. Ansal masi menatap kelayar laptopnya tidak bergeming meskipun telinganya terasa panas akibat ocehan adiknya.


"Salah siapa hah, ngelanggar peraturan yang sudah kakak buat ini juga demi kebaikan kamu Ras."


"Kak Laras ngaku salah, tapi tolong jangan diblokir kartu nya laras kak, Laras gak bisa hidup tanpa kartu itu."


"Kata siapa kamu gak bisa hidup makanan ada banyak dimanstion Ras. Para pelayan disana masi sanggup beri kamu makan, udah gak usah lebay deh, kamu harus menanggung apa yang kamu perbuat, salah sendiri siapa yang suruh kamu pergi ke clap malam, itu gak baik buat kamu, Ras kamu tu udah dewasa, udah bisa bedain mana yang baik dan buruk."


Ansel memang sangat posesip kalau mengenai adik perempuan satu-satunya itu.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, COMEN DAN VOTE NYA ,TERIMAKASIH❤


__ADS_2