Bahagia Dan Derita Nadia

Bahagia Dan Derita Nadia
Masalah Lagi


__ADS_3

"Ayah mintak maaf sama kalian nak, ayah tau ayah salah." Aku tau kalian tidak kan semudah tu Memaafkan kesalahan ku.


"Dimana ibu mu nak, ayah ingin menemui ibu kamu dia ada dimana."


Nadiah masi diam dia enggan memberi tahu keberadaan ibuknya.


"Apa ibu kamu ada di kamar nak."


Sekali lagi Nadiah masi enggan tuk memberi tahu dngn tatapan tajam Nadiah menatap intes ayah nya .


Akhirnya Nadiah pun bicara."Ibu ada dikamar yah. Tapi aku enggak yakin kalo ibuk mau bukain pintu tuk ayah."


Ayahnya pun tertunduk 😔. Pikirnya benar juga kata anaknya dia pasti membutuhkan waktu .


"Yah saran Nadiah ayah lebih baik tidur dan istirahat lah dulu, biarkan ibu menenangkan diri dulu."


Ayahnya pun menuruti anaknya.


"Baiklah nak ayah akan istirahat dulu."


"Iya yah istirahat lah Nadiah akan susul ibu dikamar untuk melihat keadaannya."

__ADS_1


Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam,


Nadiah takut terjadi apa apa sama ibunya. Karena dari tadi ibunya belum keluar kamar sejak tadi dia takut sesuatu buruk menimpah ibunya.


"Tok tok tok. Ibu buka pintunya ini nadiah ibu. "


Nadia makin dibuat takut karena ibunya belom jug membuka pintu.


"Ibu makanlah dulu sedikit saja, ibu belom makan dari tadi pagi sampe sekrng, ibu ayo buka pintunya."


Tidak lama setelah itu Nadia berhasil membuka pintu dan betapa terkejutnya Nadiah melihat ibunya yang sudah terbaring dilantai.


"Ibu.. Ibu kenapa bu. Tolong tolong ibu Nadia ayahhh, tolong hikk hikss hiks."


"Ayah tolong ibu, ibu kenapa yah ibu gak bangun-bangun dari tadi aku dari tadi emng udah curiga sam ibu yah karena dari tadi pagi sejak ibu mengetahui tingkah ayah tu, ibu nangis terus ak sampe binggung caranya gimana supaya ibu berhenti menangis."


Nadia panik, begitu juga ayahnya dia tidak tahu kalo maslah ini akan panjang dan sampai membuat istri yg sangat dia sayangi tu jadi tidak sadarkan diri begini.


"Ayo nak bantu ayah membawa ibu kamu kerumah rumah sakit."


Mereka pun bergegas membawa Zahrah ibu yang mempunyai satu anak perempuan yang begitu cantik tu, bibir merah merona, mata biru langit keabu abuan wajah tirus, rambut yang panjang hitam lebat, dan kulit putih seputih salju tu, pun menangis.

__ADS_1


"Hiks hiks hiks." Tangisan Nadiah.


Ayahnya Nadiah membawa ibunya ke dalam mobil yang dia pinjam dari tetangga nya kebetulan ayahnya bisa membawa mobil jadi dia yang menyetir mobil tu sendirian sedangkan Nadiah di belakang kemudi memangku ibunya yang sadari tadi tidak sadarkan diri.


"Ibu.. Harus kuat demi nadiah ya, Nadiah gak mau ditinggalkan hiks hiks."


"Ayah ayo cepat kerumah sakitnya, Nadiah takut terjadi sesuatu yang buruk dengan ibu yah."


"Iya nak ibu kamu pasti bakal baik baik aja percaya sama ayah yah." Ayahnya terus menyakinkan nadia bahwa ibunya akan baik baik saja.


Dengan kecepatan yang sangat sangat cepat mobil tu melaju dan sampailah di sebuah rumah sakit di kota D.


Dokter dan suster pun mengambil tempat untuk pasien itu. Dan dibawah langsung ke IGD. Tidak lama Nadih dan ayahnya menunggu, dokter sudah keluar dan menyampaikan.


"Dimana keluarga pasien ada yang mau saya bicara kan." Ucap dokter.


Ayah Nadiah pun mengikuti dokter keruangnya.


"Dokter gimana keadaan istri saya."


"Istri anda saat ini sedang kekurangan cairan, dan ada satu hal lagi karena istri anda terlalu banyak meminum obat-obatan yg menyabkan dia koma."Ujar dokter.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN COMEN DAN TIDAK LUPA JADIKN NOVEL INI SEBAGAI FAVORIT ❤YA TERIMAKASIH SEMOGA KALIAN SUKA DAN TERUS DUKUNG YA


__ADS_2