
Selama kurang lebih 2dua bulan ayahnya Nadia masi terus menyesali perbuatan nya, sampai ayahnya meninggal dunia karena penyakit jantung, Nadia baru saja ditinggal oleh ibunya kini dia harus mendapatkan musibah lagi, Nadiah menangis sejadi jadinya dikamar setelah selesai memakamkan ayahnya di samping makam ibunya dia tidak menyangkah nasibnya seburuk ini, walaupun dia terus menyakinkan diri kalo dia nanti suatu saat pasti bakal pergi ninggalin dunia ini tapi kesedihan yang dialami saat ini sangatlah menyakitkan baginya orang orang yang dia sayangi satu persatu pergi meninggal kan nadiah, hati nya seperti disayat sayat.
"Aku harus kuat demi janji ku kepada ayah, aku tidak boleh lemah, hikk hikss hikss."
"Aaaaaa_____yah ibuuuuuu kenapa kalian pergi secepat ini ninggalin aku, jujur ak takut gimana nasip aku selanjutnya aku gak ngerti buu. Aku mau ikut ibu aja. Hikk hikk hikk."
Nadiah sangat sedih kalau dia mengingat kejadian itu hatinya sakit batin tertekan.
Yah memang tidak ada yang kuat dan sanggup hidup tanpa kedua orang tua, apalagi mereka lebih dulu pergi meninggal kan kita.
Nadiah terus mencubit tangannya, menampar mukanya dia sedang berhayal kalo itu cuman lah sebuah mimpi tapi itulah faktanya Nadiah kalo ibu dan ayah kamu sudah tiada.
Setelah melakukan aksi bodohnya Nadiah bangkit dari tempatnya dia mencoba menelpon sahabat nya.
__ADS_1
Tut. tut. tut. panggilan terhubung.
"Iya hallo Nadiah." Sahut Adell.
"Iya gak apa apa aku cuman merasa sepii ajah dirumah sendirian."
Mereka pun berbicara panjang lebar di telpon, sampai akhirnya salah satu dari mereka ada yang tertidur duluan, iya tidak lain adalah Nadiah secara dia dari tadi selalu menangis mungkin itu yang menyebabkan Nadiah tertidur lebih dulu.
Di pagi hari yang cerah, matahari pagi menyinari buminya.
Hari-hari nadiah lewati layaknya manusia normal dia sudah mengikhlaskan kepergian kedua orang tuanya, sehari-hari Nadiah dia lakukan dengan kerja setelah habis kuliah.
Setelah ini Nadia mau ambil kerjaan baru lagi dia mau tanya - tanya kali saja ada yang membutuhkan bantuannya dia tidak keberatan kadang dia mengambil pekerjaan sebagai cuci piring disalah satu rumah makan, karena gaji sebagai guru less saja itu tidak cukup belum lagi nadia mau bayar lampu, listrik, biaya makan dia, belum lagi mau bayar kuliah untung saja nadia masi punya rumah jadi dia tidak perlu susah payah mencari kontrakan.
__ADS_1
Sambil sesekali Nadiah mengunjungi makam ibu dan ayahnya.
"Ibuu ayahh ini Nadiah, Nadiah baik baik saja lihatlah Nadiah kuatkan yah, aku akan selalu berdoa untuk kalian, ibuu ayahhh doain Nadiah supaya Nadiah bisa mendapatkan calon imam yang baik nanti buat jagain Nadiah."
Tidak terasa Nadiah menitikkan air matanya, tetapi langsung dia hapus karena dia tidak mau menunjukkan kalo dia sedang tidak baik-baik saja didepan makam kedua orang tuanya. Setelah itu Nadiah pergi dari makam
dia langsung menuju kerumah rasanya badan nya sangatlah lelah, butuh istirahat
nadiah masuk kekamar dan membantingkan tubuhnya diatas kasur.
"Huh sungguh melelahkan hari ini, tapi aku harus semangat, ayolah nadiah kamu harus semangat semangat aku tidak boleh lemah."
AYO LIKE DAN KOMEN DIBAWAH YA,JANGAN CUMAN DIBACA AJAH YAH ,
__ADS_1
LIKE DAN KOMEN KALIAN ITU SANGATLAH PENTING KARENA BISA MEMBERI AK SEMANGAT UNTUK MENULIS KARYA2 LAINNYA TERIMAKASIH.