BALAS DENDAM GADIS TERBUANG (Bunga Admaja)

BALAS DENDAM GADIS TERBUANG (Bunga Admaja)
Hubungan Berakhir


__ADS_3

*Biasakan Like Sebelum Membaca😘


Happy Reading 🥰


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹*


Di tempat lain Reno tengah memaki dan memukul pria yang melukai Bunga, mendengar wanita yang di sukainya masuk rumah sakit membuatnya berubah murka.


'Plak..' satu tamparan mendarat di pipi anak buahnya.


"Dasar bodoh, sudah Ku bilang jangan pernah melukai wanitaKu."


'Buhg..' kembali satu bogem mentah melayang tepat di pipinya hingga darah menyembur dari mulut pria itu.


"Ampun Bos, maafkan Saya." ucapnya tidak berdaya.


Reno meninggalkan pria yang sudah berdarah-darah itu.


"Brengsek, bahkan mereka menyandra anak buahKu." gerutunya berjalan meninggalkan gedung kosong yang di jadikan markas oleh anak buahnya.


Reno melajukan mobilnya menuju apartemen Viola, dia butuh wanita itu untuk menghilangkan rasa kesalnya dan juga niatnya untuk memutuskan kekasihnya akan ia utarakan malam ini.


Disini lah Reno berada sekarang, kamar bernuansa modern dengan aroma khas milik wanita yang sudah memberikan kenikmatan dunia kepadanya.


"Sayang kenapa Kamu baru menemuiKu?" tanya Viola yang kini tengah memeluk dada bidang Reno, keduanya baru saja selesai berolahraga.


"Emm Aku tadi ada urusan sebentar." jawab Reno, ia ragu-ragu ingin memutuskan wanita yang sudah membuatnya candu dengan tubuh molek itu.


"Vio.." panggil Reno.


Viola langsung menjauhkan tubuhnya dari tubuh kekar itu saat mendengar Reno memanggilnya dengan nama.


"Kenapa Kau memanggilKu seperti itu?" Viola menata Reno dengan tajam.


"Aku ingin mengakhiri hubungan ini." ucap Reno dengan mantap.


"APA..!! tidak Aku tidak mau." teriak Viola, matanya sudah berkaca-kaca.


"Vio mengertilah, Kau sudah memiliki kekasih dan kalian akan segera menikah, Aku pikir memang Kita tidak berjodoh." ucap Reno dengan entengnya.


"Dasar laki-laki brengsek, tidak berjodoh Kau bilang? Kau yang menyuruhKu menjadi kekasihnya, Aku juga rela memberikan kesucianKu padamu dan selalu memberimu belaian di saat Kau minta, dengan gampangnya Kau bilang Kita tidak berjodoh Hah." teriak Viola histeris.


"Maafkan Aku tapi hubungan ini memang harus di hentikan." ucap Reno memakai pakaiannya tanpa memperdulikan perasaan Viola.


"Kamu jahat Ren hiks."

__ADS_1


"Jangan menangis lagi, ini untukmu anggap saja itu bayaranmu selama menemaniku di ranjang, jika belum cukup Kamu bisa memintanya lagi." Reno memberikan cek pada Viola lalu meninggalkan wanita itu begitu saja.


Tubuh Viola luruh, tangisnya semakin kencang. ia menatap cek yang tertulis nominal 500 juta.


"Lelaki brengsek, biadap." Viola beranjak dari lantai, ia membuang semua barang yang berada di meja riasnya, lalu berganti ke arah ranjang yang ia gunakan untuk melayani hasrat bejat Reno.


Kini kamar milik Viola tidak berbentuk lagi, wanita itu menangis di bawah ranjang sembari memeluk kakinya.


*


*


Pagi ini Dokter mengijinkan Bunga untuk pulang, kondisinya sudah membaik. tak ada yang harus dirisaukan, namun Bunga harus tetap kontrol untuk melihat luka jahitannya agar tidak menjadi infeksi dan melebar.


Bunga di jemput oleh Mama Rika dan Papa Adi, sementara Evan tidak bisa ikut. seperti biasa jika sang CEO tidak dapat hadir, dialah yang harus mengantikan peran sebagai Bos.


"Ma maafkan Sam, Sam yang salah."


Kini empat orang itu sudah menaiki mobil, Papa Adi yang menjadi sopir, Samson berada di samping kemudi sementara Mama Rika dan Bunga berada di kursi belakang.


"Mama tau itu, harusnya Kamu mendengarkan ucapan Mama dari dulu Sam hiks, Mama sudah mendatangkan beberapa ahli dalam ilmu silat dan beladiri tapi Kamu-."


"Ma tidak usah di bahas lagi." Samson memutar bola matanya malas melihat sang Mama yang kembali berakting, ia malu pada Bunga. bagaimana jika Bunga tau jika dia tidak bisa berkelahi, mau di taruh dimana wajahnya yang cool itu.


"HAH.. m-maksud Kamu apa?"


Mama Rika tersenyum lebar mendengar ucapan Bunga, sepertinya itu ide yang bagus untuk lebih mendekatkan putra dan calon mantunya.


"Ya Bunga benar, kelemahanmu kan tidak bisa berkelahi jadi apa salahnya Bunga mengajarimu." ucap Mama Rika dengan santai.


Wibawa Samson jatuh sejatuh-jatuhnya di hadapan Bunga yang kini tengah menatapnya sembari menahan senyum.


"MAMAAAAA, Kau membuat putra tampanmu ini malu." batin Samson menjerit.


"Benarkah dia bisa mengajariKu, saat ini saja dirinya terluka seperti itu sampai masuk rumah sakit." ucap Samson dengan ponggah, ia merasa kesal saat melihat wajah Bunga yang seperti tengah mengejeknya.


"Ah iya, kenapa Kamu bisa terluka Sayang? apa lawanmu sekuat itu." Mama Rika nampak penasaran.


"Saat itu Bunga tidak leluasa bergerak Ma, karena Bunga memakai dress."


"Cck alasan bilang saja ilmu beladirimu hanya seperempat." ejek Samson, dia lupa dengan tingkahnya kemarin yang berteriak memuji Bunga di dalam mobil seperti suporter sepak bola.


"Mau coba sekarang." Bunga memasang kepalan tangannya di depan wajah Samson.


"Tidak, tidak perlu repot-repot." tolak Samson cepat.

__ADS_1


Tak lama mobil pun sampai di kediaman Samson, satu persatu turun dari mobil, sementara Samson dengan sigap mengendong tubuh Bunga ala brydal style.


"Tuan turunkan Aku." Bunga berusaha memberontak.


"Diam atau Kau akan jatuh." ancam Samson.


Mama Rika yang melihat keromantisan mereka berjingkrak senang.


"Ingat umur." Papa Adi melewati istrinya sembari mengeleng kepala.


"Iissh Mama kan senang akhirnya mereka bisa sedekat ini."


"Pa.." Mama Rika kesal, karena Papa Adi meninggalkannya, ia pun ikut melangkah ke dalam menyusul suaminya.


"Apa." Papa Adi menghentikan langkahnya.


"Gendoong." pinta Mama Rika dengan manja.


"Cck.." Papa Adi berdecak, namun sedetik kemudian ia melangkah cepat ke arah istrinya lalu mengendong Mama Rika ala brydal style dan melangkah menuju kamar pribadi milik mereka. keduanya tidak sadar jika para ART sedang melihat tingkah bucin majikannya dari jauh sembari cekikikan.


*Di Kamar Bunga


"Apa tanganmu sudah enakan?" tanya Samson membuka topik usai membaringkan Bunga di ranjang.


"Heem sudah bisa di gerakkan." Bunga mengerakkan luka sayatannya dengan santai, sementara Samson yang melihat itu merasa nyeri sendiri.


"Sshhh pasti sakit sekali." desis Samson.


Suasana kamar tiba-tiba hening, Samson belum ingin beranjak dari sana, terlihat kedua manusia ini sama-sama canggung. Samson yang fokus menatap Bunga, sedangkan Bunga menunduk berpura-pura memperhatikan tangannya yang terluka.


"Apa ada hal lain yang ingin Tuan bicarakan?" akhirnya Bunga lah yang mengawali obrolan.


"Heeem.. Aku ingin bertanya padamu." Samson menatap Bunga dengan intens.


"Katakan, akan Aku jawab." sedangkan Bunga mengalihkan tatapannya ke arah lain.


"Sebenarnya ada hubungan apa Kamu dengan Reno?" akhirnya pertanyaan yang ia pendam sejak kemarin malam kini lepas sudah dari bibirnya.


Bunga seketika mendongak menatap pria sombong yang berada di sampingnya.


"Dia temanku." jawab Bunga singkat padat dan jelas.


"Benarkah, tapi terlihat sekali jika pria itu menyukaimu, Aku tidak suka Kamu dekat-dekat dengannya, Kamu ingat kan Mama sudah menjodohkan Kita." ucapnya terdengar mengatur.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2