
*Biasakan Like Sebelum Membaca😘
Happy Reading 🥰
🌹🌹🌹🌹🌹🌹*
"Kenapa Tuan jadi mengaturku, apa Tuan tidak ada niatan lagi untuk mengagalkan perjodohan ini, bagaimana dengan kekasih Tuan?" Bunga mencoba memancing Samson, ia ingin tau jawaban dari pertanyaannya yang saat ini tengah membahas Viola, wanita yang sangat di cintai oleh pria bodoh yang berada di sampingnya.
"Dia sudah tidak peduli lagi denganKu, dia terlalu sibuk." Jawab Samson terdengar begitu kecewa.
Bunga melamun dengan pemikirannya sendiri, apa ini waktu yang tepat untuk menunjukkan bukti foto dan video kemesraan Viola dengan Reno.
"Eem Tuan Aku ingin memperlihatkan bukti penghianatan Nona Viola padamu." Ucap Bunga tanpa ragu.
Ucapan Bunga membuat alis tebal itu menyatu.
"Penghianatan?" Tanya Samson.
"Iya Nona Viola sudah menghianati Anda." Jawab Bunga dengan serius.
"Cck jangan menjelek-jelekan wanita sebaik Viola, Aku sudah menjalin hubungan lama dengannya, Aku kira Kamu wanita yang baik, tapi nyatanya." Wajah Samson kembali dingin seperti biasanya, sangat terlihat dari wajahnya jika ia tidak terima ada orang lain menjelek-jelekan kekasihnya itu.
"Tapi Saya serius Tuan, Saya juga memiliki bukti tidak hanya omong kosong."
"Sudahlah, lebih baik Kau gunakan tubuhmu untuk beristirahat agar fikiranmu tidak buruk lagi pada orang lain." Samson menatap Bunga dengan kesal dan meninggalkan wanita itu sendirian di kamarnya.
"Ish tau gitu ngak ngomong." Bunga memukul-mukul bibirnya dengan kesal.
Sementara itu Samson melangkahkan kakinya menuju kamar pribadi miliknya.
Tiba-tiba ucapan Bunga tentang Viola terngiang-ngiang di kepalanya.
"Apa ia Vio menghianatiku, ah tidak mungkin. dia wanita yang baik dan pekerja keras, pasti gadis kecil itu membohongiku." gumam Samson, ia membuang tubuhnya ke atas ranjang, tak lama terdengar ponsel berdering dari saku celana yang ia pakai.
'Tuut panggilan tersambung.'
"Ya ada apa."
(....)
"Oke-oke Aku kesana sekarang."
'Sambungan terputus.'
Samson beranjak dari ranjang, niatnya untuk bermalas-malasan di rumah ia batalkan karena ada seseorang yang membuat keributan di kantornya sepagi ini.
__ADS_1
"Untung tadi mandi di rumah sakit." gumam Samson sembari memakai jasnya.
Saat Samson keluar dari lift Mama Rika memanggilnya.
"Loh mau kemana Kamu nak?"
"Ke kantor Ma, Sam lupa ada meeting penting pagi ini." bohong Samson.
"Ya udah tapi Kamu sarapan dulu ya."
"Ini sudah telat Ma, Sam berangkat dulu." Samson mengecup pipi kanan Mama Rika lalu beranjak pergi dengan langkah tergesah.
"Dasar anak itu." Mama Rika mengeleng ia pun berjalan menuju meja makan karena suami dan calon mantunya sudah berada disana.
"Samson mana Ma?" tanya Papa Adi melihat istrinya kembali sendiri.
"Sudah berangkat Pa ada meeting penting katanya." Mama Rika mulai melayani suaminya.
"Evan tadi malam tidak pulang ya Ma?"
"Sepertinya begitu Pa."
"Makan yang banyak ya sayang biar cepat sembuh, sebenarnya Mama dan Papa sudah menyiapkan pertunangan kalian seminggu lagi tapi karena musibah ini jadi harus mundur lagi." ucapan Mama Rika yang tanpa filter membuat Bunga tersedak.
"Uhukk..uhuukk." Bunga benar-benar terkejut sebab sebelumnya Mama Rika tidak sama sekali merundingnya.
Bunga menengak habis minumannya, ia berfikir di setiap musibah pasti ada hikmah di baliknya. seperti kejadian yang menimpanya saat ini.
"Maaf Ma, apa ini tidak terlalu cepat untuk Tuan Samson." Bunga menatap kedua orang yang tengah menikmati makanannya, sementara dirinya sudah tidak berselera untuk makan.
"Lebih cepat lebih baik." jawab Papa Adi singkat dan datar, membuat Bunga tidak berani menolak lagi.
*
*
Di Perusaan WT Grup
"Aku calon istri dari pemilik perusahaan ini, kalian jangan membohongiku." ucap Viola ngeyel pada dua resepsionis yang tengah menghadangnya.
"Kami tidak berbohong Nona, Tuan Samson tidak masuk hari ini." ucap salah satu resepsionis.
"Aku tidak percaya, kalau kalian sampai bohong padaku akan ku suruh Samson untuk memecat kalian." ucap Viola dengan lantang.
"Ada apa ini?" terdengar suara bariton dari pemilik perusahaan WT Grup yang terlihat baru memasuki kantor.
__ADS_1
Semua karyawan yang sengaja mengintip karena mendengar keributan akhirnya membubarkan diri setelah melihat pemilik perusahaan datang.
"Nona Viola ingin bertemu dengan Anda Tuan, saya bilang Anda tidak masuk hari ini tapi Nona ini tidak percaya." ucap Resepsionis menunduk takut.
"Baiklah kembalilah bekerja." suruh Samson, pria itu langsung membawah Viola keruangannya.
"Kenapa Kamu membuat keributan di kantorku." Samson berucap dengan wajah datar, ia terlalu kesal karena sebulan ini Viola selalu mengacuhkannya.
Keduanya saat ini sedang berada di dalam lift yang di khususkan untuk pemilik perusahaan.
"Maafkan Aku Baby karena terlalu fokus dengan pekerjaanku." Viola masuk kepelukan Samson dan memeluk pria itu dengan erat.
"Lepas disini ada kamera cctv." Samson melepas paksa pelukan itu membuat wanita yang berada di sampingnya memberenget kesal.
Tak lama lift terbuka, Samson keluar dari lift meninggalkan Viola begitu saja.
"Sayang tunggu Aku." kesal Viola, ia sudah di buang oleh Reno dan Viola tidak mau mengulang kebodohannya lagi, maka dari itu ia akan mencoba mencintai Samson yang tulus mencintainya.
Keduanya kini berada di ruangan Ceo, melihat Samson bersikap dingin padanya membuat Viola gusar, ia berinisiatif mendekatinya mendudukan dirinya di pangkuan Samson dan mengalungkan kedua tangannya di leher pria itu.
"Kau tidak merindukanku." bisik Viola tepat di telinga Samson, dua bukit kembarnya yang terlihat menyembul ia tempelkan di dada bidang Samson, hal itu membuat sang pria menahan hasrat.
"Bukankah Kau tidak menginginkanku lagi." Samson berusaha tidak menyentuh wanita yang kini sudah mengerayangi tubuhnya.
"Maafkan Aku Baby, Aku tidak bermaksud mengacuhkanmu. saat ini Aku membutuhkan banyak uang untuk adikku kuliah, jadi Aku menerima banyak job dan karena itulah Aku mengacuhkanmu." tangan Viola yang sempat mengerayangi tubuh Samson kini berhenti, ia memasang wajah sedihnya membuat Samson tidak tega.
"Baby maafkan Aku." Samson langsung memeluk tubuh sexy yang duduk di pangkuannya.
"Aku merindukanmu." gumam Viola di sela pelukannya.
"Me to.." Samson melepas pelukannya, keduanya saling menatap. entah siapa yang memulai kini keduanya sudah bertarung lidah, bertukar saliva dengan hasrat yang sudah mulai terbakar.
"Baby Aku menginginkanmu." bisik Viola di telinga Samson setelah bibir itu terlepas.
Tubuh Samson berdesir dengan sekuat tenaga ia menahan hasratnya, sementara Viola sibuk memberikan tanda di leher Samson membuat pria itu mengeluarkan suara aneh.
Mendengar suara ******* dari Samson membuat Viola semakin berani, ia membuka kancing kemejanya hingga terpampang jelas dua bulatan besar yang mengoda.
Samson menelan salivanya dengan susah payah, ini tidak benar. meskipun ia mencintai Viola tapi dirinya tidak ingin merusak kesucian seorang gadis. Samson menghembuskan nafas dalam lalu mendorong tubuh Viola agar menjauhinya.
"Baby kenapa Kamu menolakku?" tanya Viola dengan wajah kecewa.
"Karena Aku tidak ingin merusakmu." Samson mengecup dahi Viola lalu menyuruh wanita itu untuk merapikan pakaiannya.
"Aku sangat beruntung bisa di cintai pria sepertimu." batin Viola menatap Samson dalam.
__ADS_1
Bersambung ...