
*Biasakan Like Sebelum Membaca😘
Happy Reading 🥰
🌹🌹🌹🌹🌹🌹*
Bunga saat ini hanya bisa berdiam diri di kamarnya, tangannya yang masih di perban membuatnya tidak bisa leluasa untuk pergi, tentu saja Mama Rika akan melarangnya jika sampai itu terjadi.
Bunga membaringkan diri di ranjangnya sembari memejamkan mata, tiba-tiba sekelebat bayangan Samson muncul di fikirannya begitu saja.
"Kenapa jadi mikirin dia sih." ucap Bunga meraup wajahnya dengan kesal.
Bunga meraih ponselnya yang berada di sisi ranjang dan kebetulan ada notif panggilan yang baru saja masuk.
"Anak Setan." gumam Bunga, dengan cepat Bunga mengangkatnya.
'Telpon tersambung.'
"Ya ada apa Kak?" tanya Bunga dengan malas.
"Ku dengar Kamu sedang sakit ya?" seseorang di sebrang sana terdengar begitu kawatir.
Bunga memutar bola matanya malas, rasanya ia ingin sekali melempari pria itu dengan batu.
"Ya Kak, Kak Reno tau darimana?" tanya Bunga merasa curiga.
"Aah Aku tau dari Viola ya dari Viola." bohong Reno.
Ya pria yang kontaknya di namai anak setan oleh Bunga ialah Reno, anak dari Damar.
"Oh Ku kira Kak Reno yang melakukannya." ucap Bunga blak-blakan.
"Hah, mana ada. Aku tidak akan mau melukai orang, apalagi itu Kamu."
"Aku hanya bercanda Kak, baiklah Aku tutup dulu ya Kak telponnya. Bunga ingin istirahat." ucap Bunga beralasan.
"Oke, see you. lekas sembuh ya."
Bunga langsung menutup panggilan tanpa membalas ucapan Reno.
"Pria sialan, jangan Kau kira Aku bodoh. Aku tau Kamu yang melakukannya." gerutu Bunga kembali membaringkan dirinya di ranjang.
"Bosan, ngapain nih enaknya. jam segini pasti si Meta ada kelas."
Dari bawah terdengar deru mobil milik Samson, Bunga yang baru saja membaringkan diri di ranjang berlari ke arah balkon. ia bisa melihat Samson baru turun dari mobil, bibir Bunga tanpa sadar melengkung membentuk senyuman tipis, namun senyuman itu pudar ketika melihat Samson berlari membukakan pintu untuk seseorang dan yang membuatnya terkejut ternyata yang keluar dari sana ialah Viola, wanita yang pernah menghinanya.
"Apa-apaan dia." gumam Bunga, dengan cepat ia berlari keluar. Bunga tidak ingin memberikan kesempatan pada wanita itu.
__ADS_1
*Di Lantai Bawah
"MAMAAAA.." Samson berteriak memanggil Mamanya dengan mengandeng tangan Viola.
"Baby Aku takut." rengek Viola sembari merangkul lengan kekar Samson.
Mama Rika yang sedang bersantai dengan suaminya di ruang keluarga pun terusik akan teriakan putranya.
"Sebentar Pa Mama lihat putramu dulu."
Papa Adi hanya mengangguk dan kembali menikmati tayangan ikan terbang yang selalu membuatnya emosi saat menontonya. sebenarnya Papa Adi tidak suka dengan tayangan yang selalu menguras airmata itu. tapi karena sang istri selalu memaksa meminta di temani akhirnya lama-kelamaan Papa Adi juga menyukainya.
Mama Rika berjalan menuju ruang tamu, betapa terkejutnya saat ia melihat sang putra tengah bermesraan dengan wanita yang sama sekali tidak di sukainya.
"SAMSON KEANU WINATA, siapa yang menyuruhmu membawah wanita itu kesini." teriak Mama Rika.
Kedua orang yang tengah bermesraan itu terkejut, Samson reflek beranjak dari kursi dan menghampiri Mamanya yang terlihat sangat murka.
"Mama Sam bisa jelaskan, Sam membawahnya kesini untuk meminta restu dari Mama karena Sam ingin menikahinya."
'Plak...' satu tamparan melayang di pipi Samson bebarengan dengan hadirnya Bunga di tengah-tengah keduanya.
Mama Rika yang melihat Bunga langsung memeluk gadis itu.
"Apa Kamu tidak berfikir bagaimana perasaan Bunga HAH." teriak Mama Rika dengan kesal.
"Ma Ku mohon Samson sangat mencintai Vio." mohon Samson dengan wajah memelas.
Papa Adi yang mendengar keributan di luar akhirnya memilih menyusul sang istri.
"Ada apa ini Ma?" tanya Papa Adi pada istrinya.
Mama Rika melepaskan pelukannya pada Bunga lalu berjalan dan memeluk suaminya sembari menangis.
"Lihatlah putramu Pa, dia membuat Mama kecewa hiks..hiks." kali ini Mama Rika benar-benar kesal pada putranya.
Sementara Viola yang duduk di sofa ruang tamu hanya bisa menunduk takut.
Papa Adi memandang putranya lalu memandang wanita yang tengah duduk di sofa dengan kepala menunduk.
"Kamu jangan membuat Kami kecewa Sam, dia tidak baik untukmu percayalah nak." ucap Papa Adi sembari merangkul istrinya yang tengah bersedih.
"Papa dan Mama belum mengenal Vio, dia wanita yang baik dan mandiri. bahkan Vio menjadi tulang punggung untuk keluarganya, Sam mencintainya Pa. Sam tidak bisa menikah dengan Bunga." Samson menatap Bunga yang kini juga menatapnya dengan perasaan kecewa.
"Bunga maafkan Aku, sebaiknya Kita-."
"STOOOP SAM, BERHENTI BICARA DAN KAMU. KELUAR KAMU DARI RUMAH INI." teriak Mama Rika histeris.
__ADS_1
Viola yang merasa di permalukan langsung bangkit dan berlari keluar.
"Vio.." Samson yang ingin mengikuti wanita itu seketika menghentikan langkahnya saat Mama Rika tiba-tiba pingsan.
"MAMA.." teriak Papa Adi dan Bunga serempak.
Akhirnya Samson melupakan niatnya untuk mengejar Viola, ia lebih memilih membantu sang Papa untuk membawah Mamanya ke kamar.
"Astaga Ma, maafin Sam." ucap Sam sembari mengendong Mama Rika menuju kamar.
Semua yang berada disana terlihat cemas, begitu pun juga para ART yang keluar masuk membawah barang yang di minta Bunga.
"Minta minyak kayu putihnya Bi." pinta Bunga.
Bibi langsung keluar mencari kotak P3K yang berada di ruang keluarga, sementara Samson dengan sigap menelpon dokter pribadi keluarga Winata.
"Pa Bunga izin ke toilet sebentar." pamit Bunga tiba-tiba ingin buang air kecil.
"Iya nak." Papa Adi mengantikan posisi Bunga, ia duduk di sisi ranjang dan memegang tangan istrinya.
"Mama bangun jangan tinggalkan Papa." ucap Papa Adi dengan suara lemah.
"Siapa yang mau ninggalin Papa, Papa doain Mama mati ya." suara Mama Rika tiba-tiba terdengar hingga membuat Papa Adi terkejut.
"Astaga, Mama tadi akting?"
Mama Rika mengangguk cepat. "Bagaimana bagus tidak akting Mama kali ini?" ucap Mama Rika dengan bangga.
"Ya Mama berhasil membuat Papa sport jantung." Papa Adi yang tadinya kawatir menjadi kesal karena di kerjai oleh istrinya.
Tak lama datang Bibi dan Bunga secara bersamaan, membuat mata Mama Rika kembali terpejam.
"Ini nak minyak kayu putihnya." Bibi memberikannya pada Bunga lalu izin keluar dari kamar.
"Terima kasih Bi." ucap Bunga sembari tersenyum.
Dengan telaten Bunga melaburi hidung, leher tangan dan kaki Mama Rika, tak lama wanita parubaya itu pura-pura sadar. karena Bunga terlalu banyak memberinya minyak berlabel monyet yang membuat perutnya menjadi mual.
"B-bunga .." panggil Mama Rika dengan suara lemah.
"Iya Ma." Bunga meraih tangan Mama Rika setelah Papa Adi menyingkir.
"Dimana Samson?"
"Sam disini Ma." jawab Samson berjalan ke arah Mama Rika di ikuti dokter di belakangnya.
"*Aduh mampus sudah.." batin Mama Rika saat Dokter ingin memeriksannya.
__ADS_1
Bersambung ...