BALAS DENDAM GADIS TERBUANG (Bunga Admaja)

BALAS DENDAM GADIS TERBUANG (Bunga Admaja)
Pria Posesif


__ADS_3

Waktu cepat berlalu, kini Bunga berada di kamar miliknya dengan dua orang make up artis yang sudah Samson datangkan khusus untuk memake over gadis kecilnya. kali ini Bunga hanya bisa pasrah saat dua pria melambai itu tengah mengobrak abrik wajahnya.


"You centong sangat, akika ngiri." Miss Anggel begitu terkesima akan kecantikan Bunga.


"Heem alemong, nama you sapose?" pria berkuncir kuda ikut nimbrung juga.


Bunga mengaruk rambutnya yang tidak gatal saat di hadapkan dengan dua manusia planet yang membuatnya bergidik.


"Bunga Mas."


EH..!!


Mata Miss Anggel membola mendengar panggilan mas yang di tujukan padanya.


"You ngak liat ini, apa kurang gedong." salah satu dari mereka menunjuk dada dan bempernya yang cukup besar.


Bunga geli sendiri melihat kedua benda bulat itu. matanya sudah tidak suci lagi apalagi saat menatap sesuatu yang menonjol di balik celana leging hitam tepat di tengah selangkangannya.


"Dua gunung, bamper besar, pisang ambon." batin Bunga bergidik membayangkan 3 paket itu menjadi satu kesatuan.


"Hehe maaf Miss."


"Karena you udah buat eike tersepona permintaan maaf you eike terima, sekarang you berdiri."


Bunga menurut, ia pun berdiri menatap kedua manusia itu keluar dari kamarnya. tak lama satu wanita asing datang menenteng papper bag di tangannya. Bunga tau papper bag yang di bawah wanita itu berisi gaun yang sudah ia beli tadi pagi.


"Nona saya di tugaskan Miss Anggel membantu Anda memakai gaun ini." wanita itu mengeluarkan gaun berwarna gold dengan aksen permata di setiap sisinya, gaun berlengan panjang yang membentuk tubuh proposional milik Bunga. Bunga sedikit risih karena bagian belakang punggungnya terlihat terbuka. ia sangat menyesal sudah mempercayai pilihan kedua karyawan butik itu.


*


*


Samson sudah bersiap ia memakai jas berwarna senada dengan gaun Bunga, pria itu bersandar di sofa sembari menunggu Bunga bersiap. tangannya sibuk mengotak atik benda pipih yang ia pegang, karena terlalu serius Samson tidak sadar jika dirinya kini tengah di himpit dua orang yang menatapnya memuja.


Teman miss Anggel baru pertama kali menatap Samson dari jarak dekat, ia mengigit bibir bawahnya merasa gemas ketika melihat Samson memainkan lidahnya.

__ADS_1


"Diana cucok em."


Suara teman miss Anggel mengejutkan Samson hingga pria itu hampir saja menjatuhkan ponselnya. Samson reflek berdiri sembari bergidik saat melihat teman miss Anggel menjulurkan lidahnya dengan sensual.


"Kenapa Kamu bawah cacing pita kesini, mana wanita yang biasa menemanimu." Samson menatap miss Anggel dengan tajam, sementara teman miss Anggel mengerucutkan bibirnya mendengar Samson menyebutnya cacing pita.


"Diana lagi di dalem bos pakein gaun buat pacar bos." sahut miss Anggel tak enak hati. ia melirik temannya memberi kode agar menjaga sikapnya di depan Samson.


"ish sok jual mehong." gumam pria dengan tonjolan dada besar itu sembari menatap Samson yang kini duduk menjauh darinya.


Tak lama pintu kamar Bunga terbuka, Samson yang kembali sibuk dengan benda pipih di tangannya reflek mendongak.


DEG


Satu kata yang kini terlintas di benak Samson "CANTIK". Samson tidak bergeming ia hanya mematung di tempatnya dengan mulut terbuka.


Bunga yang di tatap terus oleh Samson menjadi salah tingkah.


"Eheemm." Samson berdehem untuk menghilangkan kesadarannya dari rasa kagumnya pada Bunga.


"Sudah siap?"


Samson berdiri lalu melihat jam tangan yang bertengger di tangan kirinya. kurang 2 jam lagi, ia masih punya waktu menunggu Evan tiba. ya keduanya sudah sepakat akan berangkat bersama ke pesta Reno.


"Kita turun." Samson mengandeng tangan Bunga menghiraukan 3 pasang mata yang tengah menatapnya.


Tiga make up artis menatap heran melihat kemesraan Samson dan Bunga. seperti yang lain mereka juga berfikiran kalau Bunga wanita simpanan milik Samson.


Saat Samson ingin membuka besi kotak di depannya, kedua pintu itu tiba-tiba terbuka lebar menampilkan pria tampan dengan mata tanpa berkedip menatap Bunga.


"Eheem.." Samson berdehem dengan keras tak kalah melihat Evan menatap Bunga dengan minat.


"Hai bidadari tak bersayap." Evan mengeser tubuh Samson sembari mengerling nakal ke arah Bunga, menghiraukan tatapan Elang dari Samson.


"Cck.. minggir." Samson menarik jas Evan dan mendorong keluar tubuh tegap itu.

__ADS_1


"Issh santai dong." hampir saja Evan terjatuh, ia mengerutu namun matanya tak bisa lepas dari sosok Bunga.


"Cepat bersiap, gue tunggu di bawah."


Samson dengan cepat menutup lift, ia tidak suka saat Evan terus menerus menatap Bunga.


"Pria posesif." Evan melangkah menuju kamar sembari mengerutu. ia tidak sadar disana berdiri 3 manusia yang tengah memperhatikannya.


*


*


Disini Bunga berdiri. di halaman rumah megah yang seharusnya menjadi miliknya. bayangan sewaktu kecil saat dirinya berlatih karate bersama sang Papa tiba-tiba terlintas di benaknya.


Ia bisa melihat Bunga kecil sedang melatih kekuatan tangan dan kakinya di bantu oleh Papa Bram, keduanya nampak serius. hingga terdengar suara tawa Bunga kecil saat Papa Bram tiba-tiba mengelitik perutnya, membuat gadis kecil itu tergelak keras meminta ampun agar sang Papa menghentikan aksinya. tak lama Mama datang dengan senyuman cerah membawah kue kesukaannya beserta minuman. beliau menghentikan ulah Ayah dan anak yang sedang bercanda itu.


"Bunga kenapa melamun? apa yang Kamu pikirkan?" Samson menepuk pundak Bunga hingga membuat sang empunya terkejut, hayalan Bunga kecil pun menghilang.


Samson meninggalkan Bunga untuk memarkirkan mobilnya ke tempat yang mudah di jangkau, agar saat pulang nanti ia tidak kesulitan mengeluarkan mobilnya karna di tutupi oleh mobil-mobil lain.


Tak ada jawaban dari Bunga, wanita cantik itu hanya menggeleng pelan, sangat jelas tersirat kesedihan di matanya.


"Kak kenapa perasaanku ngak enak ya?"


Samson menatap mata Bunga, sangat terlihat jelas jika wanita cantik di depannya sedang bersedih.


"Tenang saja Aku sudah antisipasi, orang-orang ku sudah berpencar di pesta ini." bisik Samson.


Entah mengapa Bunga merasa akan ada insiden di dalam nanti. tak lama Evan datang ikut bergabung bersama keduanya. Samson sudah menceritakan padanya tentang siapa Bunga tentu hal itu atas persetujuan dari gadis kecil itu, karna Samson juga merasa pesta yang di adakan malam ini sengaja untuk menjebak pewaris tunggal Admaja.


"Ngapain Kita disini ayo masuk, ingat Kita harus waspada jangan membuat gerak gerik yang mencurigakan. terlebih Kamu Bunga." Evan berbicara sangat pelan menatap Bunga dan Samson secara bergantian.


Bunga dan Samson hanya mengangguk, ketiganya kini mulai memasuki rumah megah milik Reno. Evan berjalan di depan sementara Bunga dan Samson berjalan di belakangnya, keduanya terlihat sangat serasi.


Semua mata tertuju ke arah keduanya. menatap kagum wanita cantik yang di gandeng Samson malam ini, tidak sedikit pula yang terkejut karena Samson tidak berpasangan dengan Viola di pesta malam ini.

__ADS_1


Bunga berjalan dengan tegap, senyuman terus menghiasi bibirnya. tak lama banyak teman-teman kolega Samson yang berdatangan hanya untuk sekedar bertegur sapa, mencari simpati pengusaha nomor satu di kalangan pembisnis itu.


Bersambung ...


__ADS_2