
Sementara itu Papa Adi dan Mama Rika masih berada di perjalanan, mereka baru pulang dari rumah temannya.
"Ma kita makan siang di resto biasa ya?" tanya Papa Adi menatap istrinya sekilas lalu kembali fokus kedepan.
"Terserah Papa." jawab Mama Rika.
Papa Adi menambah kecepatan mobilnya hingga mobil itu tiba tepat di depan resto langganan mereka.
"Ya kiri Pak, oke." Bunga mengarahkan mobil milik Papa Adi untuk parkir.
"Pa lihat gadis tukang parkir itu, kenapa kita baru melihatnya ya?" ucap Mama Rika yang masih berada di dalam mobil, wanita parubaya itu menatap gadis cantik yang tengah berdiri di depan mobilnya sembari mengigit peluit.
"Entah Ma mungkin tukang parkir baru." jawab Papa Adi sembari membuka seal beltnya.
Keduanya tidak pernah bertemu dengan Bunga karena Bunga setiap harinya berangkat pukul 14.00 siang.
Papa Adi dan Mama Rika langsung memasuki resto, mereka memesan makanan seperti biasa, tak lama pesanan mereka datang dan keduanya pun mulai menyantap makanannya.
Sementara itu di luar resto terjadi keributan, semua pelangan resto yang sedang makan saling berbondong melihat seorang wanita tengah berkelahi melawan dua orang preman.
'Buhg.. bugh..'
"Berani Kalian malak di tempat ini Buhg.."
"Bunga berhenti mereka udah pingsan, gue udah nelpon pihak polisi." ucap Didin.
Ya wanita yang menjadi pusat perhatian itu adalah Bunga, tadi ada dua orang preman bertubuh kekar memasuki kawasan resto dengan tiba-tiba, kedua preman itu mencoba memalak Didin yang saat itu sedang memarkirkan motor milik pelangan.
Usai memberi pelajaran pada kedua preman itu, Bunga di panggil oleh manager resto untuk memberikan keterangan.
"Pa gadis itu hebat ya bisa mengalahkan kedua preman bertubuh besar tadi." ucap Mama Rika menatap Bunga yang saat itu akan memasuki ruangan manager.
Papa Adi melihat Bunga sekilas lalu kembali menatap istrinya.
"Cocok Dia Ma sama Sam yang tidak bisa berkelahi." kekeh Papa Adi merasa lucu dengan ucapannya sendiri.
"Ish Papa selalu saja mengejek putra tampanku." decih Mama Rika.
"Hehe cepat habiskan makanannya, Papa cuma bercanda."
Mama Rika mendengus kesal tapi juga melakukan apa yang di minta sang suami.
*
*
Sore ini setelah pulang dari kantor, Samson terpaksa menyetir mobilnya sendiri karena sang kekasih meminta ia untuk menjemputnya.
'Tuuuuut..tuuuut' Panggilan terhubung.
"Hallo.."
"(......)"
"Iya Baby ini mau berangkat."
"(.......)"
"Iya ini juga baru keluar."
__ADS_1
'Panggilan terputus.'
Samson mendengus saat panggilan telponnya di putus dengan sepihak oleh kekasihnya.
Setelah menutup telponnya Samson langsung menginjak gas menuju apartemen sang kekasih dengan kecepatan penuh, tak lama sampailah Samson di tempat tujuan, saat kaca mobil di turunkan ia menatap wanita cantik bertubuh sexy tengah menatapnya dengan kesal, Samson yang tidak ingin kekasihnya marah langsung turun dari mobil.
"Baby maaf aku telat." Samson mengecup bibir Viola sekilas lalu mengandengnya untuk masuk ke dalam mobil.
Viola Putri Kusuma, wanita cantik dengan tubuh sexy. seorang model yang saat ini tengah naik daun ialah kekasih dari pengusaha muda Samson Keanu Winata.
"Baby jangan cemberut seperti itu." Samson melirik Viola yang tengah menekuk wajahnya.
Bagaimana Viola tidak marah jika seorang Samson tidak pernah bisa lepas dari Evan tangan kanannya, dimana ada Samson pasti di situ juga ada Evan, hal itulah yang membuat Viola kesal pada kekasihnya, jika saja dirinya tidak merajuk pasti saat ini ia berkencan bertiga seperti yang sudah-sudah.
"Ayolah sayang aku kan sudah menuruti keinginan mu." Samson berusaha merayu kekasihnya agar tidak marah lagi.
"Bagaimana kalau kita ke mall." Samson melirik sang kekasih, benar saja gadis di sampingnya langsung tersenyum dan mengangguk dengan cepat.
Samson yang gemas mengacak rambut Viola yang tergerai indah.
"Ih Baby berantakan nih." Viola mengambil cermin di dalam tasnya lalu merapikan rambutnya yang sedikit berantakan, Samson hanya terkekeh saat melihat wajah kekasihnya kembali di tekuk.
Akhirnya kedua pasangan yang tengah di mabuk cinta ini sudah sampai di parkiran mall, Samson dengan sigap turun dari mobil membukakan pintu mobil untuk kekasihnya, keduanya pun memasuki mall dengan berjalan bergandengan, tidak sedikit orang melihat mereka kagum, menurut para pengunjung mall yang lain Samson dan Viola pasangan yang sangat serasi.
"Baby ada tas bermerk keluaran terbaru, aku ingin membelinya." pinta Viola dengan manja.
"Tentu, apa yang tidak untuk calon istri ku ini." ucap Samson membuat Viola tersenyum smirk.
Setelah membeli tas seharga mobil, Viola mengajak kekasihnya keluar masuk butik hingga barang bawahannya terlihat begitu banyak di tangan Samson.
"Sayang belanjaan mu sudah banyak, aku lelah dan lapar sebaiknya kita cari makan dulu." pinta Samson dengan wajah memelas.
Melihat kekasihnya kelelahan akhirnya Viola mengiyakan dan saat ini keduanya sudah berada di resto jepang yang letaknya masih berada di sekitar mall.
Selama di jalan keadaan nampak baik-baik saja, tapi tidak lama datang mobil berwarna hitam yang berhasil menghadang mobil milik Samson.
"Brengsek, siapa yang berani menganggu jalanku." Samson keluar dari mobilnya, sebelum itu dia menyuruh sang kekasih agar tetap berada di dalam mobil.
"Siapa kalian?" teriak Samson dengan lantang.
"Wow Kau berani dengan kami?" tanya satu pria memincingkan bibirnya sembari tersenyum mengejek.
"Sial bagaimana ini?" batin Samson ketakutan. Meskipun begitu dia mencoba bersikap tenang, ia menutupi rasa takutnya dengan mengigit bibir bawahnya.
Tanpa sepengetahuan Samson dua orang pria menyerangnya dari belakang hingga dirinya jatuh tersungkur.
"Brengsek.." umpat Samson.
'Bugh..Bugh..' Samson menerima beberapa pukulan, bahkan bertubi-tubi hingga wajahnya babak belur penuh dengan luka.
Sementara itu di dalam mobil, Viola mengerutu kesal saat menyaksikan sang kekasih tak berdaya.
"Dasar pria gak guna, kalau bukan karena uangmu aku gak akan mau jadi kekasih pria lemah sepertimu." gerutu Viola, tangannya terulur mengambil sebuah ponsel di tas bermerknya.
'Tuut tuuut..' sambungan terhubung.
"Sayang jemput Aku di jalan X, bawah beberapa anak buahmu." setelah mendapatkan jawaban dari sebrang sana Viola langsung mematikan ponselnya.
Tak lama dua mobil mewah datang, lima orang bertubuh tinggi dan kekar terlihat keluar dari salah satu mobil itu, lalu menyerang rival Samson yang saat itu akan membawah pewaris Winata ke dalam mobil, posisi Samson saat ini dalam keadaan pingsan.
__ADS_1
"Cck pria letoy." Viola berdecak kesal lalu keluar dari mobil Samson dan berganti memasuki mobil lain.
"Sayang Kamu tidak apa-apa?" tanya pria itu.
"Aku baik-baik saja Ren." jawab Viola mengulas senyum.
Reno Putra Admaja pemilik perusahaan Admaja Corp, pembisnis sukses no 2 di kota ini, Reno kekasih kedua Viola dan juga rival dari Samson Keanu Winata. tanpa Viola tau anak buahnya lah yang mengeroyok Samson.
CUP
Reno mengecup bibir merah itu lalu ********** dengan penuh nafsu.
"Aku sedang ingin." bisik Reno terdengar sangat sensual di telinga Viola.
Viola mengangguk sembari tersenyum mengoda, karena dirinya juga sudah terbakar gairah. mobil pun melaju meninggalkan kericuhan yang masih terjadi, Reno akan membawah wanitanya ke hotel terdekat untuk menuntaskan hasratnya yang kian membara karena tangan jahil Viola sedang memainkan miliknya yang sudah sangat mengeras.
Sementara itu di kediaman Samson, Evan mendapat amukan dari Mama Rika karena membiarkan Samson pergi sendiri.
"Dasar anak nakal, kenapa Kamu membiarkan Kakakmu pergi sendiri." Mama Rika menjewer telinga Evan dengan keras.
"Aduh sakit Ma lepas." rengek Evan kesakitan.
"Sudahlah Ma jangan menyalahkan Evan, memang putramu itu yang bandel." ucap Papa Adi mencoba membantu Evan, karena merasa kasihan saat melihat telinga Evan sudah sangat memerah.
Mama Rika menghembuskan nafas dalam lalu menarik tangannya dari telinga Evan, sementara Evan hanya bisa meringis merasakan panas di telinganya.
"Van sebaiknya kita cari Sam sekarang, gps di ponsel dan mobilnya masih aktif kan?"
"Iya Pa." Evan berjalan sembari mengusap telinganya yang masih terasa sakit.
"Ma Papa berangkat, doakan Sam agar baik-baik saja." Papa Adi mencium kening istrinya sekilas, sementara Mama Rika hanya bisa mengangguk dengan perasaan cemas.
Papa Adi masuk ke dalam mobil mendudukkan dirinya di samping kemudi, sementara Evan bertugas untuk menyetir.
"Bagaimana Van, Kamu sudah menemukannya?" tanya Papa Adi menatap Evan yang terlihat fokus mengemudi.
"Sudah Pa Kita akan segera sampai." jawab Evan sesekali menatap gps di mobilnya.
Dari jauh Papa Adi dan Evan bisa melihat mobil milik Samson yang tengah parkir di pingir jalan, terlihat ada beberapa orang yang berkerumun disana.
"Pa itu dia mobil Samson." Evan langsung menghentikan mobilnya di pinggir jalan, lalu keluar dari mobil dengan tergesa begitu juga dengan Papa Adi.
"Kasihan sekali ya pria tadi."
"Iya, untung saja dia segera di bawah ke rumah sakit."
Terdengar samar-samar perbincangan dari mereka membuat Evan dan Papa Adi mempercepat langkahnya.
"Maaf Pak boleh saya tau pemilik mobil ini di bawah ke rumah sakit mana?" tanya Evan dengan perasaan cemas.
"Mereka membawahnya kerumah sakit WT Grand Family Tuan." Evan menatap Papa Adi yang juga tengah menatapnya lalu keduanya sama-sama mengangguk.
Saat keduanya ingin melangkah meninggalkan tempat itu, ponsel milik Evan tiba-tiba berdering.
"Dari WT Grand Family Pa." Evan menunjukkan ponsel miliknya yang masih berdering.
"Tidak usah di angkat kita langsung kesana saja." ucap Papa Adi, keduanya kembali melangkah menuju mobil dengan tergesa.
*
__ADS_1
*
*Bersambung...