BALAS DENDAM GADIS TERBUANG (Bunga Admaja)

BALAS DENDAM GADIS TERBUANG (Bunga Admaja)
Tamu Paling Bersinar


__ADS_3

*Biasakan Like Sebelum Membaca😘


Happy Reading🥰


🌹🌹🌹🌹🌹🌹*


Setelah pintu berhasil terbuka Samson melangkah cepat, menatap ruangan apartemen yang tampak sepi. langkah panjangnya langsung tertuju ke arah kamar milik Viola, dia yakin jika wanita itu pulang ke apartemen ini. dan benar saja saat Samson membuka pintu ia di suguhkan tubuh Viola yang hanya berbalut baju tidur berbahan tipis, wanita itu tidur dengan posisi membelakanginya. samar-samar Samson bisa mendengar suara isakan dari kekasihnya itu.


Bukan merasa iba malah sebaliknya Samson menatap jijik tubuh yang hanya berbalut kain satin itu. sementara Viola yang menyadari jika Samson yang datang dengan cepat menghapus airmatanya lalu berpura-pura mengeliat merengangkan otot-ototnya dengan gaya seksi. tidak ada cara lain selain membuang harga dirinya agar bisa memiliki Samson seutuhnya.


Samson mencoba memalingkan wajah saat melihat paha mulus milik kekasihnya tersebut.


"Baby.." Viola berpura-pura terkejut, wajahnya terlihat berbinar. ia mengira Samson menghawatirkannya karena masalah tadi pagi, tapi kebinaran di wajah Viola sirna saat Samson meminta Viola menghentingkan langkahnya ketika wanita itu ingin menghambur memeluk.


"Berhenti." Samson mengangkat satu tangannya memberi kode agar wanita itu berhenti.


"Kenapa Baby?" Viola memasang wajah sedih, karena Samson menolaknya.


"Aku yang harusnya tanya, kenapa Kamu tega bermain api di belakangku." Samson menatap Viola dengan penuh kekecewaan.


Tubuh Viola menegang mendengar perkataan Samson, apa Samson tau jika dirinya berselingkuh pikirnya.


"Kamu bicara apa Baby, siapa yang bermain api di belakangmu?"


"Jangan berbohong lagi, Aku benci seorang pembohong. Aku kesini hanya ingin bilang padamu jika hubungan Kita cukup sampai disini, jangan pernah lagi menggangguku." Samson membalikkan badan ia berjalan meninggalkan kamar Viola namun tanpa di duga Viola berlari dan bersimpuh memegang kakinya erat.


"Maafkan Aku Baby, jangan pergi meninggalkanku." jerit Viola sembari menangis sesenggukan.


Samson tersenyum miring, ia seolah jijik melihat drama yang di mainkan wanita yang tengah bersimpuh di kakinya.


"Aktingmu sangat bagus, tapi maaf Aku bukan sutradara yang bisa memberimu pekerjaan dan menjadikanmu bintang idola." Samson menghentakkan kakinya hingga tangan Viola terlepas, ia kembali melangkah dengan langkah panjang meninggalkan Viola yang menjerit memanggil namanya.


"Aaaaaaarrrrrgh Saaaaamm.." Viola mengamuk, semua barang yang berada di atas nakas berpindah ke lantai, ia menangis tersedu-sedu menyisakan sebuah penyesalan yang teramat sangat.


Samson kali ini mengendarai mobilnya menuju rumah, ia ingin meminta maaf pada Bunga, wanita yang terlalu sering ia sakiti karena ucapan dan perbuatannya. bahkan Bunga sudah baik padanya, merelakan nyawanya demi dirinya. tapi apa yang sudah ia lakukan hanya memberi luka pada wanita itu.


Akhirnya mobil Samson pun tiba di halaman rumahnya, Samson segera keluar dan berlari mencari sosok Bunga.


"Bi, Bibi lihat Bunga?" tanya Samson saat melihat Bibi melewatinya.

__ADS_1


"Bunga ada di kamarnya Tuan."


"Baiklah terima kasih."


Bibi menatap aneh pada majikannya yang terlihat terburu-buru berlari ke arah lift. tak lama lift pun terbuka, kini Samson sudah berada di lantai tiga. ia kemudian berjalan tergesah menuju kamar Bunga. saat tubuhnya mulai mendekati pintu, niatnya untuk masuk ia urungkan saat mendengar Bunga tengah menelpon seseorang.


"Wah benarkah, tentu saja Aku akan datang di hari ulang tahunmu Kak Reno."


Sangat terdengar jelas di telinga Samson jika Bunga saat ini tengah bertelpon ria dengan Reno. mendengar ucapan Bunga yang ingin hadir di acara ulang tahun rivalnya membuat Samson mengetatkan rahangnya. saat ia ingin membuka lebar pintu itu, Samson mendapat notif pesan dari Evan. di ponsel nampak undangan berwarna maron bertuliskan nama Reno. Samson tersenyum menyeringai melihat undangan itu. dengan sopan ia mencoba mengetuk pintu kamar Bunga meskipun pintu itu sudah terbuka sedikit.


'Tok Tok..'


Bunga yang mendapati Samson lah yang berada di luar pintu kamarnya merasa sangat terkejut.


"Ada perlu apa Tuan kemari?" tanya Bunga dingin.


Samson menghela nafas melihat kebencian di mata Bunga, dengan tak perduli ia berjalan masuk semakin dalam.


"Aku ingin bicara denganmu Bunga." Samson menyimpan ponselnya kembali ke sakunya.


Samson masuk dan menutup pintu rapat-rapat membuat Bunga menautkan kedua alisnya. kini keduanya saling berhadapan dengan jarak satu meter. Samson terlihat menundukkan kepalanya dengan perasaan penuh sesal.


"Maafkan Aku." Samson mengucapkannya dengan sangat pelan tapi masih bisa di dengar oleh Bunga.


"Untuk?"


"Semuanya, semua sikapku ucapanku apapun hal buruk yang pernah terjadi padamu karena Aku. Aku minta maaf akan hal itu." Samson mendonggak lalu menundukkan kepalanya lagi.


Bunga terlihat tersenyum. ia senang jika Tuannya sadar akan kesalahannya.


"Aku sudah memaafkan Tuan sebelum Tuan meminta maaf padaku."


Samson mendongak menatap senyuman Bunga yang tercetak jelas di bibirnya. ia pun ikut tersenyum.


"Aku mau menikah denganmu, mari memulainya dari awal." ucap Samson membuat senyuman Bunga kikis perlahan.


"Kenapa? apa Tuan sudah tau bagaimana kelakuan kekasih Anda?"


Samson hanya mengangguk lemah, sementara Bunga tersenyum sinis. ia merasa bagaikan sampah yang di buang, setelah si empunya butuh ia akan mengambilnya lagi.

__ADS_1


"Setelah mendapat penolakan berkali-kali membuatku cukup paham jika Kita memang tidak berjodoh." ucapan Bunga membuat Samson menatapnya tidak suka.


"Aku tau Kamu masih marah padaku, tapi ku mohon lakukan ini semua demi Mama." mohon Samson.


Bunga menghela nafas panjang, benar apa yang di katakan Tuannya. ini keinginan orang yang sudah memberikan kehangatan dan kasih sayang keluarga untuknya. mana mungkin ia akan tega menolak, meskipun apa yang akan ia putuskan hari ini akan merubah status dan masa depannya.


"Baiklah, ini semua demi Mama." ucap Bunga selanjutnya.


Samson tersenyum simpul mendengarnya.


"Besok ikutlah denganku untuk menghadiri acara ultah rekan bisnisku."


"Tapi Aku tidak punya gaun bagus." Bunga menunduk malu karena Samson selalu menatapnya dengan mata teduhnya.


"Jangan pikirkan itu, Aku akan mengurus semuanya." Samson tersenyum lalu berbalik badan melangkah keluar.


Sebelum menutup pintu Samson mengucapkan sesuatu yang membuat Bunga salah tingkah.


"Istirahatlah, semoga lukamu lekas sembuh. Aku yakin kau yang paling bersinar di antara tamu wanita besok." setelah mengucapkan hal itu Samson mengedipkan satu matanya dengan genit lalu menutup pintu itu kembali.


"Astaga kenapa jantung ini." Bunga melangkah menuju nakas untuk mengambil air minum, setelah mendengar gombalan dari Tuannya membuat tenggorokan Bunga terasa kering.


*


*


Disisi lain


Reno tengah berada di kantornya, ia sesekali tersenyum memikirkan wanita pujaannya yang diam-diam mencuri hatinya. Reno berniat ingin mengenalkan Bunga pada kedua orang tuanya dan keluarga besarnya sebagai calon istri di pesta ulang tahunnya nanti.


"Bunga." gumam Reno sembari senyum-senyum sendiri.


Tak lama terdengar bunyi ketukan pintu dari luar, membuat khayalan Reno tentang Bunga lenyap begitu saja.


"Masuk.."


Dari arah pintu seorang pria berpostur tinggi berjalan menghampiri Reno dengan terburu-buru.


"Bos, di luar ada Nona Viola ingin menemui Anda. dia mencoba menerobos masuk dan membuat keributan." lapor tangan kanan Reno yang bernama Gandi.

__ADS_1


*Bersambung ....


__ADS_2