
perkenalkan namaku INTAN ADINIA DARMAWAN..
aku anak bungsu dari 3 bersaudara
kedua kakak perempuan ku adalah anak kembar
FILANIA EKA DARMAWAN dan FELICIA EKA DARMAWAN.
aku berumur 18 tahun, dan seorang mahasiswa tingkat pertama pada sebuah universitas negeri di kota X
kulitku bersih tidak terlalu putih tapi juga tidak sawo matang. rambut sedikit ikal dan tinggi 155 cm.
papaku seorang programmer di sebuah perusahaan swasta dan mamaku seorang ibu rumah tangga biasa, kehidupan kami tergolong menengah saja tidak bisa disebut orang kaya juga tidak miskin.
di kampus aku mempunyai tiga sahabat yang selalu kompak kemana2 Rara, Cecil dan markus. kami semua satu kelas.
🅾️🅾️🅾️🅾️🅾️
sore itu...
Kringgg..... !
handphone papa bunyi
ternyata telpon dari desa
bibiku mengabarkan kalo nenek lagi sakit keras
sore itu juga kami semua berangkat dadakan
aku pun akhirnya ditarik kemobil hanya memakai daster doraemon warna biru muda
diperjalanan kami tak banyak bicara
karena papa juga sedang gelisah dan kwatir
aku duduk dibangku belakang copilot
sambil memeluk boneka kesayanganku.
selama perjalanan aku hanya memandangi hutan-hutan yang kami lewati dari jendela mobil
hari sudah malam ... kami baru setengah perjalanan
aku dan dua saudaraku sudah tertidur satu jam yang lalu karena bosan dan capek
tiba-tiba kurasakan papa berhenti,
aku membuka mataku melihat situasi sekitar
ternyata ada seorang laki-laki yang mau menumpang
perawakannya tinggi dan menyandung tas ransel besar dipunggungnya
aku tak bisa melihat jelas wajahnya karena hari sudah gelap dia berkata mau menumpang sampai ke kota selanjutnya dan papaku pun menyuruhnya untuk naik ke bangku belakang
pas dia buka pintu matanya langsung bertemu dengan mataku yang baru bangun tidur
aku cuek dan bergeser kekanan dan membantunya menaikan kursi tengah tempatku duduk sebelumnya agar dia bisa masuk ke bangku paling belakang
dia tersenyum beberapa detik
( apaan sih senyam senyum batinku)
dia memakai seragam loreng, ternyata seorang tentara
dia mengobrol dengan papaku
ternyata dia seorang tentara yang sedang menjalani pelatihan di kota yang akan kami lewati menuju desa kelahiran papaku .
rencananya dia akan menjalani pelatihan disana selama 3 bulan,,
selama mengbrol dengan papaku dia sempet nyolek bahuku ,, dia tanya masih kuliahkah dek?
ya bang,, jawabku singkat
tingkat berapa?? tanyanya lagi
tingkat pertama ,,
tadi baru bangun tidur ya??
,,ya,, jawabku cuek
mimpi apa??
(ga penting banget sih nanyanya)
ga ada,, jawabku
__ADS_1
boleh minta nomer hp ga ?? katanya lagi
tanpa mikir ini itu aku kasih nomer hp ku dan juga save nomernya dia,,
ternyata namanya Teguh..
tak ada pembicaraan lebih karena moodku lagi jelek aku memutuskan untuk tidur saja , sampai akhirnya bang Teguh tiba di kota tujuannya setelah berterima kasih dengan papaku lalu melambaikan tanganku dan mengedipkan matanya sebelah padaku yang memperhatikannya dari bangku belakang,,
(dasar genit,, batinku)
sesampainya di desa ,, kami langsung menghambur kedalam rumah tua nenekku
dia sudah tidur dan terbangun karena suara berisik mobil kami yang masuk ke halaman rumah nenek
menurut bibiku nenek sudah sakit sejak 1 minggu yang lalu, hanya saja nenek menolak mengabari anak-anaknya yang lain karena takut mengganggu aktifitas anak-anaknya yang pasti sibuk dengan pekerjaan masing-masing,,
malam itu kami beristirhat dengan kasur tipis seadanya semuanya terkapar dilantai dengan selimut bulu yang tebal,, ohh ya itu karena di desa nenekku di lereng pegunungan dan masih banyak kebun-kebun dan hutan sehingga cuacanya akan sangat dingin terutama di malam hari,,
papaku masih mengobrol dengan suami bibiku sampai jam 2 pagi,, karena sudah lama tidak pulang jadi papaku banyak menanyakan kabar keluarga kami yang ada tinggal didesa kelahiran papa.
rencananya besok pagi kami akan membawa nenek ke rumah sakit besar yang ada di kota untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik,,
sementara mamaku, aku dan kedua kakak perempuanku sudah tertidur karena terlalu lelah.
terutama mama yang sepanjang perjalanan tidak ikut tidur karena menemani papaku mengobrol agar tidak mengantuk,,
mamaku cerewet sekali kalo lagi dijalan,, dia selalu jadi navigator untuk papaku 😆
seperti kebanyakan ibu-ibu lainnya yang penakut apalagi kalo papa sudah menambahkan kecepeatan mamaku pasti langsung protes,,
dan papaku pasti langsung menurutinya untuk menurunkan kecepatan kendaraan
belom lagi keriuhan mama kalo papa lagi mau menyalip mobil-mobil besar dengan kondisi jalan yang pas-pas an
semua keriwehan mama selalu jadi hiburan dijalan kadang-kadang sampai bertengkar dijalan karena mama yang notabene ga bisa nyetir tapi selalu jadi navigator papa ..
kadang-kadang aku suka protes karena menurutku mama terlalu cerewet dijalan, jadi berisik dan papa juga selalu ragu buat ambil keputusan dijalan yaahhh begitulah keluarga kami mungkin juga banyak yang sama dengan mamaku diluaran sana ya 😄
kami terbangun pukul 7 pagi ,,
malas sekali rasanya untuk bangun karena cuaca pagi yang dingin dan masih berselimut kabut tebal..
mama membangunkan kami bertiga dan menyuruh kami untuk segera mandi karena kami harus bersiap-siap berangkat ke rumah sakit dikota,,
kami harus berangkat pagi karena jarak dari desa kelahiran papa ke kota membutuhkan waktu sekitar 2 sampai 3 jam perjalanan,,
setelah semua siap kami pun berangkat ,,
setelah menyelesaikan semua administrasi rumah sakit dan nenek sudah berada di ruangan rawat inap
papaku mengajak kami sekedar berjalan-jalan dikota sambil membeli obat nenek dan beberapa keperluan nenek selama dirumah sakit..
pas lagi berkeliling dan mampir ke beberapa toko,,
tiba-tiba ponselku berdenting
dan ada pesan masuk
ternyata dari bang Teguh
,,hii 😉,,
siapa??, jawabku pura2 ga tahu nomer siapa
Kok ga disave ya, ini bang teguh 😑,,
ya tahu🤪,,
isshh,, lagi dimana cantik?? 😁
dikota x,,
ohh,, boleh telpon ga ,,
leh,,
kringgg....
ha.. halo jawabku gugup,,
hai ,,
ngapain di kota x,,
nenekku lagi sakit jadi dirawat dirumah sakit Kota X
hmm,, semoga cepet sehat ya neneknya
btw papa mertua lagi apa??
__ADS_1
hahhh,, bahahahhaha papa mertua? maksudnya ? papaku ?
yalah papa mertua aku,,
bahahahahahaha,, aku ngakak sanpe guling2 ni orang pede banget
lain kali pokonya aku mau main kerumah kamu aku udah tanya alamatnya sama papa katanya boleh ngopi2 dirumah sambil deketin anaknya ,,
ck,, kamu tuh ngomongnya suka ngacok malesss banget sam kamu udah ya aku tutup nihh
ehhh,, ehhh bentar dong jangan ditutup dulu
mau apa lagi?? ,,
cuma mau bilang siap2 jadi istri tentara
hahahahhaha
tutttt,, aku langsung tutup telponnya dengan dada yang naik turun dan nafas ngos-ngosan karena ngerasa gugup..
apaan sih kamu intan,, jangan baper dia tuh pemain wanita pasti ,, huffd aku menoba untuk meyakinkan diriku yang sempat merasa terbuai sama bang teguh..
tak terasa sudah 3 bulan kami berhubungan via telpon dan setiap kali obrolan itu selalu diakhiri dengan aku yang menutupnya sepihak karena bang teguh selalu membuatku gugup dan nafasku ngos-ngosan karena kejahilan2nya dia
neneku pun sudah kembali sehat setelah satu minggu dirawat dirumah sakit,,
hari ini,, hari minggu aku sudah sibuk bersih-bersih dari pagi karena sebagai anak bungsu aku bertugas untuk bersih- bersih rumah sedangkan kakakku sudah pergi ngedate dengan pacarnya sejak tadi..
hari sudah menginjak pukul 11 pagi,, aku merasa semua tubuhku lengket karena keringat
aku masuk kekamarku setelah semua pekerjaanku beres,, lalu berendam di bathup untuk me relaxkan tubuhku yang capek karena bersih-bersih
aku berendam 15 menit lalu membilas tubuhku di shower,, tubuhku harus sabun dan segar,,
aku melangkahkan kakiku keluar dari kamar mandi,, aku melilitkan handuk yang panjangnya selututku,
seperti biasa aku mengeringkan rambutku dengan handuk kecil lalu mengibas2kan rambut panjangku seperti anak kucing yang basah,,
ehmmm,,, suara pria berdeham dikamarku
aku kaget langsung menoleh kearah suara itu
aku mengerjab mataku tak percaya
ba,,bang teguh huaaaa... aku teriak tapi bang teguh reflek melompat kearahku dan membekap mulutku dengan telapak tangan besarnya dia membekap wajahku sehingga hanya terlihat mataku yang membelalak,,
mmpphh,, aku memberontak mencoba melepaskan tangannya dari mulutku,,
ssstttt,, diam nanti terdengar mama dan papa mertua,, katanya dengan senyum yang menawan
aku terdiam dan mengangguk ,,
lalu bang teguh melepaskan tangannya perlahan-lahan dari wajahku,,
aku masih syok,, dan bang teguh hanya senyum-senyum
aku baru sadar kalo posisi kami agak absurd saat ini
bang teguh menindihku dengan tubuh bawahnya berada ditengah2 kakiku yang mengangkang,,
melihat handukku yang sudah terbuka separuh sehingga bagian p***d***u sebagian terbuka aku refleks ingin berteriak lagi dan bang teguh kembali membekap mulutku..
laku perlahan lahan dia turunkan lagi sambil memberi kode agar aku tenang dan jangan berteriak,,
aku langsung mendorong tubuhnya dari tubuhku dan bang teguh kusuruh menghadap ke arah berlawanan,,
aku membenahi handukku dan langsung menuju lemari,, kutarik baju asal dan juga daleman lalu masuk lagi ke kamar mandi,,
kupakai bajuku asal,, lalu keluar dari kamar mandi
aku sudah tidak sabar untuk meminta penjelasan pada bang teguh tentang kenapa dia bisa berada di kamarku,,
tapi setelah aku keluar dari kamar mandi bang teguh udah ga ada ,, aku segera merapikan rambutku
aku memakai celana panjang dan kaos lengan buntung yang memampilkan bahuku yang putih bersih,,
aku keluar dari kamar dan mencari mamaku yang ternyata sedang membuat kopi didapur,,
,, mama bikin kopi buat siapa ?? kan papa ga ngopi ma?,,
hai sayang udah mandi ya,,
ini kopi buat tamu,, kita kedatangan tamu istimewa lo
jawab mama senyam-senyum ..
hahhh,,?? siapa ma??
,, kamu liat aja sendiri diruang tamu,,
__ADS_1
aku yang masih bingung karena bang teguh tiba tiba menghilang dari kamarku barusan,,
lalu menuju keruang tamu,, sayup kudengar suara papa sedang mengobrol dengan seorang pria yang suaranya agak familiar,,