Bang! Gila Kamu

Bang! Gila Kamu
#25


__ADS_3

lama mama rosi memeluk intan seperti akan berpisah lama padahal hanya 1 tahun saja. intan memeluk mamanya erat mencium kedua mata mama rosi dan keningnya lalu mencium punggung tangannya.


"mama jangan kwatir, intan bisa menjaga diri nanti selama disana intan bakal face call sama mama setiap hari intan janji ma".


mama intan hanya mengangguk dan memandangi wajah anaknya, setelah itu diapun melepaskan pelukannya dari intan


satu persatu kakaknya memeluk intan sambil menangis,,


"intan titip mama dan papa ya kak, kakak harus perhatian sama mama dan papa ya kak" kata intan memeluk kakak2nya bergantian


fila dan feli hany mengangguk sambil mengusap airmata mereka yang tak berhenti mengalir..


"nak teguh mama titip intan ya jagalah dia selama disana kalo ada apa2 segera kabarin mama ya nak" kata mama rosi pada teguh.


"pasti ma intan aman sama teguh mama jangan kwatir" kata teguh


intan menoleh sekali lagi sebelum masuk ke gate keberangkatan, ditatapnya satu persatu keluarga besarnya dan sahabat2nya yang berbaris melambaikan tangan.


🅾️🅾️🅾️🅾️🅾️


di pesawat,,,


intan masih menangis sampai tertidur.


setelah menempuh 14 jam penerbangan, intan dan teguh tiba di zhukovsky international airport. intan menderita jetlag parah, sehingga dimobil menuju rumah dinas yang disiapkan oleh pemerintah moskow intan terus tertidur.

__ADS_1


sementara teguh menikmati pemandangan yang mereka lewati.



mereka melewati banyak kathedral dan bangunan2 tua yang terlihat seperti istana kerajaan. pemandangan di pusat kota moskow memang terkenal di internasional. intan masih tertidur di pangkuan teguh, sampe mereka tiba di hunian asri yang dihalamannya tumbuh rumput hijau persis seperti permadani.


rumah dengan bahan kayu dan ada tangga sebelum masuk ke teras rumah, dihalaman tumbuh subur berbagai tanaman hijau dan bunga2 yang melengkapi keindahan rumah terlihat semakin asri dengan pohon besar yang tumbuh disisi2 halaman rumah sebagai sskat dari rumah tetangganya.



intan digendong teguh masuk kedalam rumah, rumahnya sudah bersih ada satu kamar diatap, dan dua kamar dibawah. area dapur menghadap ke hutan belakang rumah. tapi tidak seram sama sekali melainkan indah karena pohon yang dijaga rapi serta rumput yang selalu dibersihkan.



setelah itu teguh memutuskan untuk delivery order makanan dari luar karena keadaan intan yang belum memungkinkan untuk diajak keluar.


teguh menghampiri istrinya dikamar setelah memesan makanan,,


"baby,, you okay? masih pusing?" kata teguh


"hmmm.. sedikit sayang. jangan ganggu aku biarkan aku tidur sebentar lagi mungkin lebih baik saat bangun" kata intan masih memejamkan matanya


teguh mengelus rambut intan dengan kasih sayang lalu mengecup puncak kepalanya.


"but you were sleep for so long babe. abang udah order makanan mungkin sebentar lagi datang, sebaiknya kamu membasuh wajah atau mandi agar lebih segar dan fresh" kata teguh sambil memijit2 kepala istrinya itu

__ADS_1


teguh agak kwatir keadaan intan, dia takut intan drop dimusim pandemi ini.


"do you wants me to bring you to the bathroom? or you can take your medicine babe, you must be better " tanya teguh lagi


intan berfikir lalu menoleh ke arah teguh, dia merentangkan kedua tangannya memberi kode pada teguh untuk menggendongnya ke kamar mandi. sementara teguh yang melihat keimutan istrinya cuma bisa menahan untuk tidak melahap istrinya sekarang. teguh tersenyum kemudian menggendong istrinya ke kamar mandi, intan digendong depan seperti anak kecil saja"



setelah membantu intan untuk membersihkan wajah dan mengelap seluruh tubuhnya. entahlah intan yang pemalu sekarang sudah pasrah pada apa yang mau dilakukan oleh suaminya pada tubuhnya karena dia sudah benar2 tidak punya energi. kepalanya berdenyut2 dan seluruh tubuhnya nyeri, diperparah tadi intan sempat memuntahkan seluruh isi perutnya. intan merasa lega setelah muntah terasa lebih ringan mual perutnya hanya saja sekarang dia benar2 tidak punya energi untuk melakukan apapun.


teguh mengelap tubuh intan dengan sabar dan sangat telaten. setelah itu membawanya kembali ke kamar dan memakaikan intan baju santai agar nyaman untuk beristirahat.


"abang udah ngabarin mama?" tanya intan bersandar disisi ranjang


"ya tadi tidak lama saat kita sampai dirumah" kata teguh menyisir rambut intan seperti anak kecil


"baguslah aku ga mau mama kwatir, kasian mama" kata intan lagi


ting tong... suara bel rumah


"mungkin itu makanan kita sudah datang, kamu mau abang bantu ke meja makan saja atau tetap didalam kamar nanti abang bawa piring ke kekamar" tanya teguh


"ga usah intan mau keluar aja biar bisa menikmati pemandangan di belakang rumah" kata intan


"ya sudah kalo gitu ayok abang bantu" kata teguh menggandeng tangan istrinya

__ADS_1


__ADS_2