Bang! Gila Kamu

Bang! Gila Kamu
#30


__ADS_3

intan dan teguh sudah diatas kasur sekarang bersiap2 untuk tidur, intan tidur dengan kepala berbantalkan lengan teguh.


"baby, aku mau bilang sesuatu" kata intan


"katakan saja baby" kata teguh sambil mengelus2 rambut intan


"sebenarnya aku kemarin memasukan orang asing kedalam rumah" kata intan


teguh yang mendengar itu jadi menghentikan tangannya lalu menatap wajah intan sehingga mata mereka bertemu.


"what are you try to tell me babe? orang asing? what do you mean?" tanya teguh beruntun sambil menatap kedalam mata istrinya

__ADS_1


"ck... kau inih dengarkan dulu ceritanya" jawab intan dengan mendengus tak senang melihat gelagat pikiran negatif teguh terhadapnya


"abang ingat malam itu pas aku berteriak melihat anak kecil diluar kaca dapur?" kata intan


"hmm... tapi abang tidak melihatnya sayang mungkin itu hanya halusinasimu saja" kata teguh


"no,, sungguh aku memegang tangannya dan menawarkannya untuk masuk malam kemarin. namanya sayidah dia berumur 9 tahun dia berkewarganegaraan suriah" intan memulai ceritanya


"ya,, abang benar. dia bersama kelompoknya tinggal jauh didalam hutan belakang rumah kita sayang. mereka tidak pernah keluar dari hutan itu kecuali sayidah, dia anak yang manis aku sangat ingin membantunya dan mengangkatnya menjadi adik angkatku" kata intan


"mengangkatnya jadi adik, itu tidak akan mudah sayang dia tinggal secara ilegal di negara ini jika kamu membuka statusnya maka dia pasti akan dipenjara kemudian dideportasi kembali ke negaranya. yang paling penting adalah kamu akan dianggap bersalah juga karena melindungi imigran gelap tanpa melaporkannya pada kepolisian negara ini padahal kita juga bukan warga pribumi. semuanya akan rumit baby, so abang minta berhenti bergaul dengannya dan bilang padanya untuk jangan menemuimu lagi kerumah ini. abang tidak mau kau terlibat masalah hukum, ini bukan negara kita sayang kekuasaanku terbatas disini" kata teguh menjelaskan panjang lebar

__ADS_1


tapi penjelasan teguh itu tidak dapat diterima ileh intan dia tidak terima kalau harus menjauh dan mengusir sayidah dari rumahnya, sayidah masih begitu muda dan dia merasa sangat sayang pada sayidah begitupun sebaliknya. bagaimana mungkin intan membuat sayidah merasa sendirian lagi padahal dia sudah mulai menjadi anak yang ceria dan merasa hangat saat berada didekatnya.


walaupun tergolong baru tapi entah kenapa intan merasa ikatannya dengan sayidah tidak mudah, intan begitu ingin melindungi dan memberikan rumah baru bagi sayidah. dia ingin sayidah bahagia lagi dan memiliki keluarga.


sayidah tidur sambil memunggungi teguh malam itu dia begitu marah pada teguh, juga merasa gelisah karena perkataan teguh tadi. itu membuat hatinya dilema, dia ingin segera bertemu sayidah. tiba2 dia rindu pada anak itu dan begitu ingin memeluknya, tiba2 intan beranjak dari kasur kemudian keluar kamar menuju dapur. intan mengambil senter dan menyorotkannya ke arah hutan belakang.


dia mematikan dan menghidupkan senter seperti sedang berkedip, dia berharap sayidah melihat kode darinya. lama intan mengedip2kan senternya, namun sayidah tetap tak terlihat. itu membuat intan merasa frustasi lalu menyimpan kembali senternya di laci. intan bertanya2 dalam hati tentang keadaan sayidah.


"apakah anak itu baik2 saja" benak intan


di lain sisi sayidah sedang bersama dengan kelompok kampnya, sayidah tetap memakai baju buluknya dan menyimpan pakaian yang dibelikan intan di bawah batu besar. dia tidak ingin kelompok kampnya tahu tentang intan, karena itu akan berbahaya baginya dan juga intan.

__ADS_1


sayidah memeluk lututnya didekat api unggun, dia memakan coklat pemberian dari intan yang disimpannya dalam ujung kerudungnya yang terikat. dimakannya perlahan, sayidah juga telah membagi coklatnya pada anak2 kecil di penampungan itu. dia tidak mau egois dengan menikmati pemberian dari intan sendirian


__ADS_2