
dipagi hari intan terbangun karena suara alarm dr hp suaminya..
teguh bangun dan langsung membersihkan diri di kamar mandi, intan juga ikutan bangun dia keluar kamar untuk mengecek keberadaan sayidah. apakah sudah bangun atau belum, diketuknya pintu kamar tamu sebelum dia masuk kemudian memanggil nama sayidah pelan. didalam kamar masih gelap dinyalakannya lampu kamar itu, tapi dilihatnya kasur sudah kembali rapi dengan selimut yang terlipat diujung kasur. seperti tidak ada orang yang menidurinya tadi malam.
kemana dan kapan perginya sayidah itulah yang ada dibenak intan saat ini, diapun keluar dari kamar tamu dengan sedikit rasa gelisah dan tidak senang. saat melewati dapur dilihatnya piring tadi malam juga sudah dicuci bersih, itu pasti sayidah fikirnya intanpun tersenyum.
"anak yang rajin" benak intan
tapi kenapa sayidah seperti menghindari bertemu dengan suaminya teguh, padahal teguh itu adalah pria yang sangat suka terhadap anak2. intan kembali masuk ke dalam kamar dan melihat suaminya sudah selesai mandi dengan air yang masih menetes dari rambutnya mengalir sampai ke perut yang dibatasi oleh handuk putih melilit dipinggangnya. teguh masih mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil, sesaat intan masuk ke dalam kamar.
"where are you going babe?" tanya teguh
"dapur, mencuci piring" jawab intan seadanya
"jangan sholat subuh dulu ya sayang, intan mau mandi sebentar tidak akan lama" kata intan yang dibalas anggukan oleh teguh
keluar dari kamar mandi intan sudah keliatan fresh dengan dress rumahan berwarna peach rambutnya yang masih setengah basah kelihatan begitu sexy. dilihatnya teguh sudah siap untuk sholat subuh dengan koko dan sarung serta peci yang sudah dia pakai sejak tadi menunggu intan selesai mandi, diletakkannya handphone yang dia pegang ke atas meja nakas.
"sudah siap? ayoo nanti keburu habis waktunya" kata teguh
intan hanya mengangguk...
selesai sholat intan kembali ke dapur memasak sarapan pagi, intan membuat sandwich dengan keju dan daging asap tidak lupa bawang bombay selada dan tomat. terakhir dia menyiramkan saus mayo dan saus sambal kesukaan teguh.
teguh keluar dari kamar menghampiri istrinya yang sedang memasak untuk breskfast di dapur. dia sudah sangat tampan dengan seragam Army USA yang baru yang harus dia pakai selama bertugas diluar negeri .
teguh selalu memeluk intan dari belakang saat istrinya sedsng memasak, tidak masalah makanannya enak atau tidak bagi teguh istri yang suka memasak menandakan istrinya adalah perempuan yang bisa mengatur rumah tangga. Algamdulillahnya teguh cocok dengan madakan intan yang baginya paling enak dari makanan diluar yang dibuat chef sekalipun. karena intan memasak dengan cinta dan kepedulian sebagai seorang istri terhadap suaminya, sebagai bentuk kasih sayangnya terhadap suaminya.
__ADS_1
setelah mengantar teguh berangkat kantor, intan kembali masuk kedalam rumah. pas dia masuk pintu keluar dari arah dapur terbuka, dan benar saja itu sayidah dengan wajah yang sangat innocent tersenyum seperti anak2 yang tidak tau apa2.
"darimana saja kamu sayidah" kata intan
"aku hanya pulang sebentar ke kamp ku, lalu kesini lagi karena disini sangat hangat. aku suka rumahmu nyaman dan hangat' jawab sayidah
"sayidah..." panggil intan sayidah menolehbke arah intan
"apakah orang2 di kamp mencarimu jika kau pergi2 seperti ini? dan berapa jumlah mereka?" tanya intan lagi
"aku sudah terbiasa menghilang sperti ini dari mereka selagi aku masih pulang mereka tidak pernah kwatir padaku, aku juga tidak punya teman di kamp, dan aku tidak bisa menyebutkan junlah mereka demi keamananmu nyonya" katanya lagi
"baiklah kalau begitu, apakah kamu mau ikut aku kepasar hari ini?" tanya intan
"sepertinya tidak, mereka akan tahu bahwa aku bukan warga sini dan lihat pakaianku, aku tidak mau membahayakan nyawa orang2 di kamp"
"tapi aku mau membelikanmu beberapa pakaian yang layak. oke begini saja kamu bisa memakai hoodie dan menutup kepalamu, aku punya hoodie yang sudah kekecilan untukku itu hadiah dari papaku tapi aku sangat menyukainya. nanti kamu bisa memakainya oke, sekarang kamu mandi yang bersih setelah itu sarapan pagi baru kita berangkat" kata intan
sayidah mengangguk saja, intan menyuruhnya mandi di kamar mandi kamar tamu setelah memberinya handuk. kemudian kembali kekamarnya mengambil hoodie yang dia katakan tadi.
sayidah keluar dari kamar mandi, tubuhnya hitam dan sangat kurus. tulang selangkanya sangat terlihat dengan cekungan yang dalam di sisi kanan kiri. dan banyak bekas luka yang sudah menjadi bakat di kaki tangan dan punggung badannya.
walaupun begitu sayidah tetap terlihat manis dengan rambut keriting alami, rambutnya yang masih basah terlihat sangat cantik. rambut seperti itu banyak sekali perempuan yang menginginkannya bahkan rela ke salon berjam2 untuk mendapatkan rambut seperti sayidah.
barisan giginya yang rapi saat tersenyum terlihat lesung pipi di kedua sisi pipinya.
intan membantu sayidah mengeringkan rambutnya dengan hairdryer lalu menggulung rambutnya. intan memakaikan hoodie pada sayidah lalu menutup kepalanya dengan penutup kepala belakang hoodie. semntara celananya masih memakai celana sayidah yang tadi karena celana intan tidak akan pas pada sayidah.
__ADS_1
intan sekarang juga telah berganti pakaian, atasan hoodie dan celana legging panjang. mereka kompak sehingga terlihat seperti kakak dan adik. mereka berangkat setelah mengunci pintu tidak lupa berpamitan pada teguh,,
"baby ada apa? apa kamu merindukan suamimu hmm...?" kata teguh ditelpon sambil tersenyum nakal
"*jangan memancing nanti abang sendiri yang tersiksa hihihi... aku cuma mau ijin pergi ke minimarket aku mau melihat2 sambil berbelanja" kata intan
"kamu yakin pergi sendiri apa abang kirim anak buah untuk membantumu menterjemahkan untuk belanja?" kata teguh
" no need sayang aku bisa tenang saja" kata intan
"oke kalo begitu, take care baby i love you. inget hubungi abang kalo kamu butuh sesuatu" kata teguh lagi
"yes sirr.. hihihi love you more babe muuaacchh" kata intan
intan pun menutup panggilannya*.
intan dan sayidah pergi berjalan kaki saja karena jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah intan.
sayidah terlihat sangat senang karena bisa melihat2 keadaan diluar juga berbelanja, senyumnya tak berhenti mengembang di wajah cantiknya. mereka berjalan sambil bergandengan tangan, sayidah mengayunkan tangannya berirama seiring langkah mereka menyusuri jalan dengan pohon2 yang sangat indah tumbuh rimbun disisi2 jalanan. intan menoleh kearah sayidah sambil tersenyum senang melihat sayidah yang ceria.
"kamu terlihat begitu senang" kata intan
"sangat senang,, kamu tahu ini pertama kalinya bagiku bisa berjalan2 keluar dan melihat2 suasana dikota ini dengan tidak sembunyi2 aku merasa jadi orang bebas" kata sayidah tersenyum melebar memperlihatkan gigi2nya yang putih
"baiklah kalo begitu mari kita menikmati petualangan baru kita hari ini, karena ini juga pertama kalinya bagiku berkeliling" kata intan tak kalah semangat
jiwa mereka berdua sekarang begitu semangat membara dengan kebahagiaan yang sama karena pertama kalinya menikmati suasana dan lingkungan yang baru pertama kali mereka rasakan.
__ADS_1
yah intan tidak pernah pergi keluar negeri selama ini, dan sekarang dia berada di rusia negara yang sangat jauh hanya bersama suaminya. tadinya intan sempat merasa takutw dan tidak nyaman, tapi sekarang dia punya teman yang sama sayidah.