
keesokan harinya intan sedang bersantai di kursi malas taman belakang ,, rara dan cecil mengunjunginya hari ini
"haiii nyonya teguuhhh" cerocoss rara
mereka bertiga berpelukan saat ini. mereka saling merindukan karena sudah seminggu lebih tidak bertemu.
"aku sangat merindukan kalian" kata intan
mereka bertiga beralih ke sofa yang ada di teras belakang.
"by the way selamat ya tan atas pernikahanmu, kita berdua belum sempat menyelamatimu dengan benar waktu itu" kata cecil
"thank you,, its okay pernikahanku juga serba dadakan waktu" kata intan
"bagaimana acara bulan madunya? are you happy?" kata rara dengan mata berbinar excited dan penasaran
"isshhh.. kau ini bilang aja mau tanya malam unboxing intan kan" kata cecil polos
"bahahahhaha... cecill kamu ini emang selalu mengerti aku.. apakah sudah ? ceritakan pada kami tan" kata rara sambil menggoyang2kan tangan intan yang dipegangnya.
cetakkk...
intan menjentikan dua jarinya ke kepala rara dan cecil bersamaan
"kalian mau aku cerita apa? apa kalian sadar? kalian berdua malah belum menikah kenapa jadi begitu mesum,, ahh seperti suamiku saja" kata intan dengan mata yang memicing pada dua sahabatnya itu.
ahhh..
cecil dan rara berbarengan mengusap2 jidatnya yang terasa perih karena jentikan tangan intan
"by the way kenapa markus tidak ikut dengan kalian padahal aku sudah membelikannya oleh2?"
"hmm .. tadinya dia mau ikut tapi rara menipunya untuk membeli buku2 tugas kuliah, karena rara bilang kami mau membicarakan hal2 khusus untuk perempuan dan laki2 tidak boleh mendengarnya" kata cecil polos
"iss kau ini" kata rara sambil mencubit pipi cecil
"apakah ukurannya besar dan panjang" kata rara lagi sambil mengerjab2kan matanya
__ADS_1
"hmm,, iya keras besar dan panjang" kata intan sambil mempraktekan dengan tangannya secara tidak sadar
"aahhh apa yang aku katakan" kata intan menutup mulutnya karena latah menjawab pertanyaan rara
"daebaakkkk.. apakah sebesar itu" kata rara tertawa malu sambil menutup mulutnya dengan matanya yang membesar
sementara cecil cuma mengerutkan keningnya karena lola dan polos jadi percakapan dua sahabatnya masih di terjemahkan dalam kepalanya haha..
"ihhh kau ini,, kan sudah jadi istri juga jangan sepolos itu. kami juga perlu buat edukasi ya kan cil?" menyenggol tangan cecil
cecil yang dari tadi masih bingung dengan pembicaraan dua temannya sekarang ini malah hanya bengong dan ber ahh ehh ohh menjawab rara
"ohhh god, inginnya aku membenturkan kepala kalian ke tembok. apakah cuma aku yang dewasa dsini heii ingatlah kamu ini sudah jadi istri dan cecil bukankah aku sudah memberikanmu video itu apakah kamu belum menontonnya?" kata rara geregetan dengan tingkah laku dua sahabatnya
ya memang diantara mereka bertiga, rara lah yang paling faham untuk masalah hubungan laki2 dan perempuan. rara yang paling mengerti cara menggoda laki2, dengan itu juga rara sudah mendapat high rekor untuk mantan pacar yang paling banyak.
"jadi kalian sudah melakukannya atau belum? emosi deh gue ahh" kata rara yang sudah sedikit naik emosinya dengan intan
intan menunduk sendu dan menggeleng pelan, laku menaikan wajahnya yang ditatap rara dengan tajam
"whattt?? jadi kalian belum melakukan itu? lalu apa yang kalian lakukan selama seminggu disana ?" rara memegang kepalanya yang tidak sakit dengan dua tangan sekaligus. rara merasa geram pada intan
"ohhh god,, intaannn. lalu malamnya kalian ga ngapa2in gitu?" kata rara frustasi
intan menggeleng lagi
"malamnya kami cuma tidur istirahat" kata intan
"sepertinya aku harus mengajarimu sesuatu dengan benar intan, sesuatu yang aku yakin belum pernah diajarkan oleh mamamu" kata rara memegang rahangnya dengan dua jari membentuk huruf v.
rara pun mengajak intan dan cecil masuk menuju kamarnya intan seperti dia yang menjadi tuan rumah disini. sementara cecil dan intan berjalan membututi rara yang berjalan didepan mereka.
pas mau naik kelantai atas, mereka bertemu mamanya intan yang sedang sibuk memasak didapur.
"hai ra,, cess kalian dateng jengukin intan" sapa mama intan ramah
"ehh ya tante kita baru aja nyampe" jawab rara
__ADS_1
berjalan ke arah mama intan menyalami mamanya dan cipika cipiki.
"kalian mau dibuatkan minuman dingin?"kata mama intan
"ahhh ga usah tante nanti kita ambil sendiri kok kalo haus" kata rara tersenyum
"ya udah,, kalian pasti udah kangen banget ya.. nanti jangan lupa oleh2nya dibawa ya intan udah beliin banyak tuh buat kalian bertiga. eh kemana markus ga ikut?" kata mama intan lagi
"ya makasih tante,, ya markusnya lagi ada acara keluarga jadi ga ikut" kata rara
"ya udah kami permisi ke atas dulu ya tante" kata rara lagi
mereka bertiga pun masuk kekamar intan, lalu rara menguncinya dari dalam
"ehh kenapa harus dikunci?" tanya intan pada rara
"ssttt.. udah tenang aja aku mau nunjukin kalian sesuatu yang penting dan ga boleh ada yang tahu selain kita bertiga.
"apaan sih ra bikin bingung aja dehh " kata cecil
"dahh diem, pinjem laptop lu tan" kata rara
"tuhh di meja belajar" sambil menunjuk meja belajar yang diatasnya ada laptop
rara menghidulkan laptop intan, dan memasukan cd ke slot. lalu menjalankannya di mp4 player. pas video dimainkan, intan dan cecil kaget lalu menutup wajah mereka karena takut dan malu
"gila lu ra, matiin sekarang matiin gue ga mau liat. aaargggghhh mata gue tercemari gara2 lu ra" kata intan
tapi cecil sekarang membuka matanya lalu memperhatikan kelakuan dua orang didalam video itu.
"cess jangan diliat cess, fikiran lu nanti jadi mesum tauk" kata intan sambil menutup mata cecil dengan sebelah tangannya sementara sebelah tangannya lagi menutup matanya sendiri.
cetakk cetakk.. rara menjentikan jarinya ke jidat dua temennya.
"kalian ini udah umur berapa, mesum atau tidak tergantung pribadi kalian yang mengontrolnya tauk. lagian tan aku sengaja nyuri koleksi punya ortu gue buat lu tauk. ini pelajaran biar kalian ngerti cara berhubungan orang dewasa kalo udah jadi suami istri" huhhhh... rara memberenguskan nafasnya karena emosi dan tidak sabaran pada dua sahabatnya itu.
"apalagi lu tan, lu tuh udah jadi istrinya bang teguh. jadi lu ga bisa berfikiran polos2 banget kayak dulu waktu masih gadis tan. kehidupan lu sekarang udah beda, apa lu ga nyadar suami lu ga nidurin lu sampe sekarang kenapa coba . jangan2 bang teguh ga normal" kata rara..
__ADS_1
" ehhh jangan sembarangan gitu dong ra, bang teguh tu normal kok. dia udah pernah minta sama intan tapi gue tolak karena gue belom siap" kata intan bercerita