Bang! Gila Kamu

Bang! Gila Kamu
#18


__ADS_3

intan dan teguh turun kebawah untuk makan malam bersama, dimeja sudah duduk papa dan kak fila feli. mama rosi masih sibuk didapur menghangatkan makanan.


"hai ma,, pa" sapa intan


"duduk nak teguh makanannya sebentar lagi siap, intan tolong mama siapin air putihnya ya mama lupa" kata mama


setelah semua siap mereka sekeluarga makan bersama,, intan berbicara perihal mereka yang akan pindah ke apartemen malam ini juga.


"ma,, pa we will move to our apartement tonigh" kata teguh pada mama papa mertuanya.


"ya mama udah tau sayang,, intan udah cerita ke mama. tapi mama sama papa harap kalian sering2lah mampir kerumah setiap ada waktu ya" kata mama rosi tersenyum walaupun hatinya sedikit sedih karena anak bungsunya akan benar2 diboyong oleh suaminya


"yes mom i will, lagian kan apartement kita ga jauh dari kampus ma jadi lebih mudah kalo intan pergi kuliah dari sana. mama juga bisa main ke apartemen intan kan ajak kak feli dan kak fila juga" kata intan yang disahuti dengan anggukan oleh teguh


intan memeluk sang mama yang mulai berkaca2 matanya,,


"its okay honey, kamu bisa lanjutin makannya mama gapapa kok cuma terharu aja ternyata anak bungsunya mama malah dapet suami duluan. nak teguh harus tau kalo intan yang paling suka bantuin mama di dirumah, dia benar2 anak yang perhatian dan penurut" kata mama rosi pada teguh


"really? " kata teguh tersenyum sambil menggemnggam tangan intan yang duduk disebelahnya.


"berarti pilihan teguh ga salah dong ma" kata teguh lagi


intan hanya tersenyum dan mencubit lengan suaminya.


"ehemm.. ehemmm" kata feli dan fila berbarengan


"emang fila sama feli ga suka bantuin mama gitu?" kata fila cemberut


"hahahhaha.. ga gitu sayang cuma kan kalian lebih sibuk kuliah dan sering hang out sama temen2 kalian jadi cuma intan yang lebih banyak waktu dirumah karena kuliahnya yang juga masih tingkat pertama" kata mama rosi lagi menjelaskan karena tidak mau fila dan feli merasa diabaikan.


"intan janji kalo pas kelar dari kampus intan bakalan main kerumah jengukin mama ya" kata intan lagi sambil mengangkat 2 jari

__ADS_1


"ga perlu seperti itu sayang, mampirlah dengan nak teguh jika ada waktu. kalo hari2 selesai kuliah kamu lebih baik pulang ke apartemen, persiapkan segala kebutuhan suamimu dengan benar. kamu harus mengurus apartemen dan suamimu dengan baik" kata mama rosi


"hmm... iya ma" kata intan


selesai makan intan dan teguh naik keatas untuk bersiap2 semua baju dan buku2 kuliah intan juga sudah berada didalam koper miliknya. perlahan2 mereka turun kebawah, teguh sudah mnggandeng 1 tas koper besar. intan hanya membawa baju seperlunya hanya buku2 kuliah saja yang banyak karena baju2 nanti akan intan beli saja untuk mengisi lemari di apartemennya


lama intan berpelukan dengan mamanya, lalu papanya juga kak fila dan feli yang merasa kehilangan adik bungsunya yang berisik dirumah. karena intanlah yang paling berisik dan ceria dirumah selama ini,, tapi mama intan bahagia karena mama intan sangat percaya pada teguh. mama rosi yakin bahwa teguh adalah laki2 yang sangat bertanggung jawab dan sangat menyayangi intan serta bisa membahagiakannya.


intan melambaikan tangan dari jendela mobil,, mama intan dirangkul oleh papanya untuk menguatkan mamanya. mamanya cuma terharu dan merasa semua terjadi begitu cepat, intan anak bungsu kesayangannya sudah pergi menjemput kebahagiaannya sendiri bersama suaminya.


"ayookk ma, kita masuk diluar dingin nanti mama masuk angin" kata papa intan setelah kepergian intan


dilihatnya mobil intan sudah jauh dan menghilang dibelokan jalan komplek perumahan.


mama dan papa intan masuk kedalam diiringi dua anak gadis kembarnya fila dan feli.


dimobil intan tidak bicara sama sekali cuma melihat keluar dari jendela kaca mobil. intan termenung dan banyak berfikir tentang kehidupannya ke depan, banyak ketakutan dalam benaknya. tentang bagaimana kehidupannya setelah berpisah dari mama dan papanya, apakah suaminya akan tetap memperlakukannya dengan baik, apakah suaminya akan setia padanya dan apakah dia sanggup menjadi istri yang baik untuk teguh yang sekarang menjadi suaminya banyak lagi pertanyaan2 lainnya.


semuanya serba mendadak bagi intan, dia yang selama ini masih hanyut dalam buaian manja mama dan papanya. sekarang harus menjadi dewasa karena dipersunting oleh teguh secepat ini. intan juga gelisah dengan rencana rara yang akan dia laksanakan malam ini. teguh masih sibuk berbicara di telpon masalah pekerjaan.


*tan lu dimana?


gue otewe ke apartemen ra,,


ohh lu udah siap kan? barang2 yang kita beli tadi siang udah lu bawa kan?


udah ra,,


oke sipp.. semangatt intan lu pasti bisa


hmm.. gue takut ra gue nervous nih

__ADS_1


gapapa tan,, semua orang yang baru pertama kali juga pasti kayak lu. anggep aja lu lagi ujian masuk PTN jadi lu harus serius fokus dan semangat okay


ya udah ra , tar kita sambung lagi ya


oke.. 💪*


🅾️🅾️🅾️🅾️🅾️


mobil mereka udah terparkir di parkiran basement sekarang,, intan membantu teguh membawa barang2 yang ringan. sementara koper yang berat dibawa oleh teguh, tadinya malah teguh tidak mengijinkan intan membawa barang2 apapun karena intan yang kelihatan lesu selama diperjalanan. tapi intan ngotot mau bantuin suaminya.


ya udah deh, mereka naik lift menuju lantai 15 nomor 151 apartemen teguh yang akan mereka tinggali. begitu masuk ke dalam apartemen teguh terlihat sudah rapi dan bersih, karena ada bibi yang tiap hari datang untuk membersihkannya dan mencuci baju tapi tidak tinggal di apartemen.


apartemen dengan cat berwarna putih dan abu2 itu cukup luas, ruang tamu menyatu dengan dapur dan 2 kamar. sofa abu2 diletakkan menghadap ke view pemandang kota yang menampilkan gedung2 pencakar langit. akan sangat bagus jika dilihat pada malam hari, saat lampu2 dijalanan dan di gedung2 sudah menyala


intan masuk ke kamar utama, ada ranjang kingsize dan walk in closet yang besar disisi ruangan kamar tidur. dengan nuansa putih abu2 yang sana,,




semua designnya terlihat kaku dan keras sesuai penghuninya sebelumnya yang seorang bujangan. hmm sepertinya intan harus beli beberapa perabotan tambahan batin intan yang melihat suasana kamar benar2 bersih, sama sekali tidak sesuai dengan karakter intan. nantilah fikirnya, dia benar2 capek malam ini.


"sayang,, barang2nya besok saja diberesin sama bik yati.. biasanya dia sudah datang jam 7 pagi" kata teguh


"kamu mau mandi?, kamar mandinya disebelah sana" kata teguh sambil menunjuk kearah kamar mandinya


intan hanya mengangguk, dia mengambil pakaian ganti lalu masuk kekamar mandi.


tok.. tokk..


"baby, aku keruang kerja dulu ya. kalo kamu haus di dalam kulkas sudah diisi minuman dan camilan sama bik yati" kata teguh yang berteriak dari luar pintu kamar mandi.

__ADS_1


"okay i'm fine ,, you can go" kata intan yang sedang berdiri menghadap cermin didepan washtafel


intan masih bingung pas melihat lingerie yang harus dia pakai, dia masih menimbang2 apakah akan memakainya atau tidak .


__ADS_2