Bang! Gila Kamu

Bang! Gila Kamu
#12


__ADS_3

kini mereka telah sampai dilokasi spot parahlayang setelah menempuh perjalanan 1 jam dari resort. teguh memarkirkan mobilnya dengan aman dan menitipkannya pada petugas parkir yang sudah disediakan oleh pengelola tempat wisata parahlayang disitu.


mereka harus mendaki dulu ke atas bukit, perjalanan sekitar 30 menit dari bawah lokasi parkir. teguh menggandeng tangan intan, jari jemari mereka saling bertautan. senyum intan tak henti mengembang menunjukan wajahnya yang semakin mempesona dimata teguh, intan tidak pernah mendaki bukit sehingga baru separuh perjalanan saja keringatnya sudah mengucur deras. tapi dia sangat menyukai perjalanan kali ini dan tidak mengeluh sama sekali, karena belum sampai keatas bukit saja pemandangannya sudah seindah itu. apalagi saat mereka diatas dan menikmati pemandangan dibawah dari atas parahlayang.


"hahhh,, hahhhh.. ini indah sekali babe" kata intan dengan nafasnya yang tersengal2


"kamu tidak capek, apa harus aku gendong" kata teguh tersenyum pada perempuan imut yang ada disampingnya saat ini.


"no,, intan bukan anak kecil, aku bisa aku kuat aku tidak selemah itu" kata intan tersenyum


"jangan tersenyum seperti itu didepan pria lain nantinya, hmm" kata teguh


"dasar posesif,, " intan tersenyum lalu menonjok lengan teguh pelan


ohhh shiittt dia manis sekali


saat mereka berjalan semakin naik keatas jalan setapak yang mereka lalui semakin sempit, sehingga harus berbagi jalan dengan pengunjung yang akan turun dari atas.


saat ada lelaki bertubuh tambun akan turun ransel besar yang dibawanya menyenggol tubuh intan dan membuat intan limbung dan hampir terjatuh.


syukurlah teguh langsung tanggap dan menarik intan kearahnya, sehingga intan aman dalam kungkungannya. intan reflek memeluk tubuh teguh dan keningnya menabrak bibir teguh sehingga terlihat seperti teguh sedang mencium kening intan.


intan yang terkejut dan menengadah menatap tajam, seketika tatapan mereka bertemu. intan bersemu merah mendapat tatapan tajam dari teguh, karena intan belum pernah wajahnya sedekat ini melihat teguh yang sudah menjadi suaminya.


intan masih sangat malu pada teguh, sehingga selalu memalingkan wajahnya saat bertatapan dengan teguh. intan hanya berani menatap teguh saat teguh sedang tidur saja.


merasa jantungnya sudah berdebar tak karuan entah karena mendaki bukit ataukah karena terkesima dengan tatapan teguh melepas pelukannya dan mendorong tubuh teguh pelan agar menjauh darinya.


"kamu masih takut padaku sayang?" kata teguh memperkuat pelukannya pada pinggang intan


intan menunduk dan menggelengkan kepalanya


"apa masih lama untuk sampai keatas?" intan mencoba mengalihkan pembicaraan


cup.. teguh mengecup bibir intan sambil menahan rahangnya agar menatap kearahnya.


"apakah capek, mau istirahat dulu? atau mau kugendong sampai keatas?" teguh menatap tajam menelisik ke dalam pikiran intan melalui matanya.

__ADS_1


"ahhh,, ehhh.. tidak perlu. a aku tidak capek sama sekali, ayookk intan sudah ga sabar mau sampai keatas mau main parahlayang" intan nyengir2 kuda sambil menggenggam tangan teguh dan mengayun2kannya seperti anak kecil.


teguh tertawa dan mencubit pipi intan gemasss


"kamu selalu imut seperti ini kalo mengalihkan topik pembicaraan?" teguh merangkul pinggang intan untuk meneruskan perjalanan


setelah puncak bukit terlihat, pengunjung sangat ramai ada yang duduk2 menikmati pemandangan dari usia anak2 sampai dewasa. intan berbinar melihat orang2 yang sudah terbang dengan parahlayang berwarna warni diudara .


banyak yang hanya datang untuk berswafoto dan mengabadikan keindahan pemdangan disitu dengan background parahlayang, perbukitan dan juga sawah yang berada dibawah menampakan keindahan yang sangat menyegarkan mata. yang sangat jarang mereka jumpai di perkotaan .


intan terlihat sangat bersemangat mendengarkan arahan dari coach parahlayang, rencananya teguh dan intan akan berboncengan pada satu parahlayang. teguh yang notabene adalah seorang tentara sudah terbiasa saat melakukan terjung payung. karena prinsipnya sama, hanya saja kali ini dia harus membawa intan bersamanya. jadi dia harus memperhatikan cara penggunaan alat2 keselamatan dirinya dan intan.


intan sudah tidak sabar, dia melonjak lonjak kegirangan, sambil memegang kamera ditangannnya.


mereka sudah memakai baju terbang dan kaos tangan, sekarang teguh sudah memakai seat harness dan nemastikannya terkunci dengan baik.


teguh juga memeriksa kelengkapan peralatan seperti parasut cadangan, radio komunikasi atau HT, Variometer (alat untuk mengukur kecepatan vertikal), GPS dan Wind Meter (alat untuk mengukur kecepatan angin).


coach sekali lagi memberikan arahan sebelum mereka terbang, memastikan semua peralatan dalam kondisi berfungsi baik.


sekarang waktunya, mereka harus berlari dari tengah2 menuju ke pinggir tebing untuk menerbangkan parasut. jantung intan berdebar2 antara nervous dan excited.


dan disinilah mereka sekarang, melayang diudara berputar2 mengikuti arah angin. teguh mengecek ketinggian dan arah serta kecepatan angin.


cup,, "i love you intan" kata teguh sambil mengecup kepala intan


intan yang tadinya sangat tegang sekarang sudah relax dan menikmati pemandangan dibawah dari ketinggian. dia merasa sangat2 bahagia bisa merasakan pengalaman baru yang sangat luar biasa, ditambah lagi dia merasakan kebahagiaan itu bersama teguh suami dan pacar pertamanya.




setelah lama mereka berputar2 diudara, intan juga sudah merasa mual karena mabuk udara.


intan mengajak teguh untuk turun.


dirinya juga sudah mengabadikan momentnya saat mereka berada diatas,

__ADS_1


"bangg, kita turun yah perut intan mual" sambil memegangi dadanya padahal yang mual kan perutnya


"kamu terlalu emosional tadi pas teriak jadi masuk angin" kata teguh tertawa


"ayokkk cepet turun, perut intan ga enak . intan masuk angin kali ya" kata intan


"ya udah kita turun sekarang" kata teguh


mereka berdua landing dengan smooth , sampai dibawah intan langsung melepaskan dirinya dari harnest. lalu memuntahkan semua isi perutnya di rumput2


teguh tidak langsung menyusul intan yang sedang muntah2 karena harus melepas perlengkapannya dibantu oleh kru paralayang yang sudah menunggu dibawah.


"istrinya bang" tanya petugas itu


"hmm,, " kata teguh


"istrinya sedang hamil bang?" tanyanya lagi


teguh yang mendengar itu tersenyum smirk


lalu mengangguk senang, menepuk ringan bahu petugas itu,,


"maybe, kita belum memeriksakannya ke dokter. oke thanks bro" kata teguh


teguh berlari menyusul intan yang memegangi perutnya, menepuk2 punggung intan dan memijit tengkuk lehernya.


"are you okay honey?" kata teguh


"hmm,, ya i'm okay now. sedikit lebih baik setelah muntah" kata intan


"masih sanggup berjalan? atau abang gendong aja hmm?" kata teguh


intan dengan manja merentangkan kedua tangannya dengan tatapan sendu yang membuat wajahnya makin menggemaskan.


teguh menggendong intan sampai ke bibir pantai, intan bergelayut dileher teguh seperti anak kecil. sesekali intan menciumi pipi teguh dan mengucapkan i love you


"i love you" muaacchh cium intan di pipi teguh lalu membenamkan wajahnya lagi di leher teguh

__ADS_1


"love you too, baby. love you so much" sambil mengatur nafasnya yang sedang berjalan sambil menggendong intan di depan.



__ADS_2