Bang! Gila Kamu

Bang! Gila Kamu
#2


__ADS_3

aku berjalan perlahan menuju ruang tamu agar suara langkahku tak terdengar,,


ternyata benar dugaanku sosok yang tadi berada dikamarku bang Teguh sekarang sedang mengobrol santai dengan papaku diruang tamu,,


aku mengintip sambil menguping pembicaraan papa dan bang Teguh,,


yang ternyata kehadiranku diketahui oleh bang Teguh dia melirikku dengan sudut matanya lalu mengedipkan matanya genit terhadapku,,


lalu mengobrol lagi dengan papa seperti tak ada yang terjadi,, dia tersenyum smirk,,


aku yang diperlakukan seperti itu kontan langsung lari kearah dapur,, kupegang dadaku menahan nafas yang ngos2an,, gila nih orang bahaya banget batinku..


"ada apa kamu lari2 gitu tan?" tanya mama yang mau kedepan membawa dua cangkir kopi ke ruang tamu..


"ehh,, gapapa kok ma.. itu kopi buat tamunya ya??"


"ya,, kamu mau anter kedepan yah mama kebelet pipis inih" seloroh mama sambil menyerahkan nampan yang berisi dua cangkir kopi padaku


aku yang belom siap, menyambut nampan itu dari tangan mama dengan isi kepalaku yang masih loading


whattt,, aku gugup banget mau kedepan, aku masih malu mau ketemu bang Teguh setelah kejadian tadi.


aku kerjain aja tuh orang,, aku kembali bawa nampan ke belakang terus satu cangkir kopinya aku kasih garam,, biarin tau rasa aku kerjain balik kamu bang haha.. aku tertawa sendiri


lalu kuantar kopinya kedepan,,


bang teguh melirikku yang bawa kopi untuknya dan papa,, aku bersikap cuek aja padahal jantungku berdebar kencang apalagi pas narok kopinya keatas meja pas di posisi bang teguh duduk..


"makasih tan" katanya sambil senyam-senyum


aku cuma mengangguk, lalu berlalu kembali ke belakang.. buru2 aku sembunyi kebalik dinding lalu mengintip. aku udah ga sabar pengen liat ekspresi bang teguh pas minum kopi yang udah aku campur garam tadi. bahahahhaha pasti lucu banget


dan ga lama papa mempersilahkan bang teguh buat minum kopinya,, inilah saat yang aku tunggu bang teguh mengangkat cangkir kopinya dengan elegan dan meminum kopinya. tapi kok dia ga ada ekspresi kaget atau keasinan sihh,, pikirku apa aku salah kasih cangkir kopinya yah..


dia melihat kearahku yang sedang mengintip lalu mengedipkan matanya,,


aku auto kesel karena kejahilan aku ga berjalan sesuai harapan. aku naik kelantai dua dan masuk kekamarku, aku putuskan untuk menyelesaikan tugas kuliahku yang besok harus dikumpul..


kami makan siang bersama jam 1 siang,,


papa makan sambil tetap mengobrol sesekali dengan bang teguh.


aku duduk bersebelahan dengan bang teguh, sedangkan mama dan papa duduk berhadapan dengan kami berdua. posisi ini tuh kayak suami istri ga sih haha..


pas lagi makan kami ga berbicara sama sekali hanya dentingan sendok dan piring yang bergema diruang makan.


lalu kakiku disentuh oleh kaki bang teguh dibawah meja, mataku terbelalak karena kaget ,,


uhukkk,, uhukkk aku tersedak wajahku memerah


bang teguh menyodorkan air minum untukku


"pelan-pelan makannya" sambil menepuk2 punggungku.


aku langsung mengambil air yang dia berikan, kuminum sambil terus berusaha menormalkan tenggorokan ku yang sakit karena tersedak.


aku menunduk lalu memicingkan mataku dengan ekspresi marah sama bang teguh.


mama dan papa yang melihatku seperti itu hanya geleng2 kepala,,


"pelan-pelan makannya tan" kata mama


"ya ma" jawabku yang masih kesel sama perbuatan bang teguh

__ADS_1


sepanjang acara makan kakinya bang teguh dilingkarkan ke betisku, berkali-kali aku sepak kakinya tapi tetap saja bang teguh lakuin lagi dan lagi


akupun menghela nafas berat,, lalu aku biarkan saja dia bersikap seperti itu sambil buru2 menyelesaikan makan siangku agar tak terlalu lama berurusan dengan kaki bang teguh .


bang teguh jail banget ga sih,, 😄


setelah selesai makan siang aku bantuin mama beresin meja lalu mencuci piring,,


"udah ma istirahat aja, biar intan yang selesaikan"


"ya udah mama juga pegel2 nih tan, kayaknya mama mau kerumah bik yanti dulu deh mau minta kerok sam pijit, kamu nanti kalo dah selesai tolong beresin kamar tamu ya nak, nak teguh bakalan nginep dirumah kita malam ini dan pulang besok, ganti sepreinya ambil bantal dalam lemari terus taruh cemilan dikamarnya ya nak, mama pergi dulu dianter papa"


"ya ma" jawabku


begitu selesai cuci piring aku langsung naik kelantai atas untuk membersihkan kamar tamu yang letaknya diujung kamarku,, sebenernya kamarnya udah bersih cuma tetap aku pastiin supaya ga ada debu yang nempel terutama di meja nakas dan tempat tidurnya.


karena udah biasa bersih-bersih,, jadi cuma ngerapihin satu kamar aja tidak membutuhkan waktu lama bagiku setelah selesai kuhidupkan AC nya kusemprot pewangi lalu kututup pintunya.


aku yang baru mau beranjak turun kebawah untuk memanggil bang teguh agar berisitihat dikamar tamu saja,, tapi baru kubalikan tubuhku tiba-tiba


"makasih ya tan" ujar bang teguh yang berbicara mendekat ke telingaku


aku yang kaget langsung melompat, dan karena posisiku berdiri yang limbung aku melorot kelantai,, tapi belom sempat melorot dia menarik pinggangku dan dengan sengaja bilang


"kaget ya,, maaf" sambil tersenyum dengan posisi tangannya yang masih melingkar dipinggangku dan sebelah tangannya memegang tanganku


aku mengerjab masih belom menyesuaikan situasi saat ini, dan saat sadar wajahku memerah. aku mendorong tubuhnya dan bilang


"kamarnya udah bersih, kamu bisa istirahat sekarang "


aku buru-buru lari dari hadapan bang teguh, tapi dia menarik tanganku lalu menahan kedua tanganku keatas,, aku melotot


"kamu ngapain sih bang? " masih dengan tatapan ga suka


dia mendekatkan wajahnya padaku,, "cuma mau bilang makasih kopinya enak, cuma agak asin " nafasnya berhembus-hembus ditelingaku saat dia bicara


"pleasee jangan gini lepasin aku dulu, nanti aku anter cemilan buat kamu yahh yahh. kamu masuklah kekemar istirahat" sambil mengerjab-ngerjabkan mataku


"oke kali ini abang maafin, aku juga mau mandi dulu udah lengket nih " katanya sambil merapatkan dadanya ke wajahku karena tinggi badan kami yang lumayan jauh, kepalaku cuma sebatas lehernya doang


"bauk ga?" katanya lagi


aku menutup mataku, dan mencium bau maskulin ditubuhnya yang membuat aku terbuai


"ga kok ga bau aku suka wangimu enak" uppss aku spontan menundukan wajahku lalu merapatkan wajahku kedadanya karena malu, dan tanganku masih dia tahan diatas kepala.


aku berusaha melepaskan tanganku dengan menginjak kakinya sekuat tenaga,, dia langsung melepas tanganku, tubuhnya kudorong aku lari berbalik sebentar menoleh sambil menjulurkan lidahku masuk kekamarku lalu menutup pintu dan menguncinya.


teguh memegangi kakinya yang tadi diinjak oleh intan,, sambil tersenyum dan geleng-geleng kepala sambil memegangi kepalanya yang ga sakit.


"ohhh shiiittt, dia manis banget, sepertinya harus cepat -cepat dijadikan istri"


teguh masuk kekamar, tak lupa menguncinya dari dalam. melepaskan seluruh pakaiannya dan masuk kekamar mandi , setelah mandi dia merasa cukup segar.


tubuhnya hanya berbalut handuk sepinggang dengan bulira air yang masih menetes mengalir ke perutnya yang six pack . sangat sexy dengan wangi sabun yang menguar ,,


dipandanginya keadaan kamar yang luasnya cuma 4x4 meter persegi dengan design yang minimalis ada bunga dimeja samping tempat tidur,


dia mengintip keluar jendela ternyata jendela kamarnya bersebelahan dengan jendela kamar intan yang memang berada disebelah kamar tamu.


dia tersenyum smirk, lalu masuk kembali ke kamar memakai kaos lorengnya dan celana panjang ..


mengeringkan rambut seadanya lalu menelpon anak buahnya menanyakan keadaab di batalyon tempatnya bertugas..

__ADS_1


teguh hanya ijin selama dua hari dan harus kembali ke batalyon besok malam untuk mengambil apel.


setelah menelpon sekita setengah jam,,


dia membuka laptopnya dan menyelesaikan gambar peta koordinat latihan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ,,


yahh teguh yang tahun ini sudah menginjak kepala 3,, adalah seorang perwira tinggi militer di kesatuan angkatan darat,,


jangan tanya othor pangkatnye ape ye yang pasti udah tinggilah



ini visualisasi Teguh ya


malamnya mereka udah berkumpul diruang makan ,, bersama semua member family. kedua kakak perempuan intan, fely dan fila tak berhenti menatap sosok tampan diruang makan mereka.


intan hanya diam dan melihat kakaknya yang excited dengan kehadiran teguh, dan selalu mengajak teguh berbicara bergantian.


sampai-sampai papa menegur feli dan fila yang terus berbicara saat makan,,


lalu semua makan dengan isi batin masing-masing,,


intan hanya menunduk dan menghabiskan makannya.


setelah selesai,, kakaknya feli dan fila masuk kedalam kamar. hanya intan yang masih membereskan sisa makan malam mereka sementara mamanya inta masuk ke kamar karena merasa ga enak badan habis dipijat tadi sore dan langsung berisitirahat kekamar setelah pamit pada teguh,, karena merasa tidak enak meninggalkan tamu yang masih ada dirumah.


papa intan dan teguh mengobrol diruang tv, intan yang baru selesai beberes dan mencuci piring sesekali mencuri pandang pada teguh yang disambut teguh ternyata juga sering mencuri pandang pada intan..


intan lalu memotong2 buah apel dan mangga lalu memeberikannya pada papanya dan teguh yang masih mengobrol.


"pah, ini buahnya intan masuk kekamar dulu ya pah,, bang. mau ngerjain tugas kuliah besok pagi harus dikumpul" intan tak berani menatap teguh, dia langsung berlalu naik kelantai atas


teguh yang merasa tidak ada keberadaan intan didekatnya, merasa ada yang hilang.


ternyata teguh membicarakan tentang rencananya yang mau datang lagi bulan depan dengan memperkenalkan paman dan bibinya yang mengasuh teguh dari kecil. karena orang tua teguh sudah meninggal karena kecelakaan motor sewaktu teguh masih berusia 4 tahun,,


paman dan bibinyalah yang mengasuh dan membesarkan teguh yang sudah dianggapnya sebagai ayah dan ibunya, paman dan bibinya juga tidak bisa mempunyai anak sampai sekarang.


teguh tumbuh sebagai anak yang mandiri dan kuat, perawakannya yang tinggi tegap dan wajah yang tampan, membuatnya banyak disukai perempuan semnjak sekolah. teguh sudah bercita2 untuk menjadi seorang tentara.


setelah menyelesaikan pendidikan sma, dia mendaftar di sekolah perwira angkatan darat dengan lulusan terbaik. prestasinya itu membuat dia disukai oleh pimpinan militer tempatnya bertugas dan telah menjabat sebagai satuan komando dalam usia yang masih muda.


teguh membuat peta koordinat latihan tempur dan strategi latihan tempur yang diakui oleh para petinggi militer sebagai strategi militer yang sangat brilian. dia juga berhasil membuat design senjata dan kendaraan militer yang pembuatannnya harus dilaksanakan dluar negeri karena SDM dan Infrastruktur yang tidak memadai.


sehingga teguh harus berangkat ke USA 4 bulan lagi untuk menjalani tugasnya tersebut,


tapi sebelum dia berangkat dia ingin menikahi intan terlebih dahulu karena, teguh sudah pernah ditinggalkan oleh wanita yang sangai dicintainya beberapa tahun lalu karena tidak tahan ditinggal pergi dinas keluar negeri oleh teguh.


setelah pulang ke tanah air, begitu terkejutnya dia mengetahui kalo kekasih yang sangat dia cintai sudah menikah karena dijodohkan oleh orang tuanya.


hal inilah yang tidak ingin sampai terjadi untuk kedua kalinya, sehingga pas teguh bertemu intan dan berkomunikasi dengan intan selama 3 bulan ini. teguh sudah memantapkan hatinya untuk menikahi intan dalam waktu dekat, dan memboyong intan ke USA untuk bertugas disana selama beberapa tahun.


Alhamdulillahnya, papa intan menyambut baik niatan teguh untuk menikahi anak bungsunya. papa intan berfikir kalo tidak baik anak gadis menolak lamaran laki2, nanti bisa jadi perawan tua karena sial menolak lamaran.


dan juga papa intan sangat suka pada pembawaan teguh yang tenang dan dewasa, papa inta yang notabene dulunya pernah bercita2 menjadi seorang tentara tapi gagal, sekarang merasa sangat senang karena akan mendapat menantu seorang tentara.


lama teguh dan papa intan mengobrol sampai larut malam, sementara intan sudah tertidur dikamarnya dengan memakai piama celana pendek motif doraemon dengan warna biru muda.. di memeluk gulingnya dibawah selimut warna abu2 ..


pas jam menunjukan jam 1 malam ,, intan merasa pengen pipis dia membuka matanya dengan malas. dia merasa ada tangan yang melingkar di perutnya spontan dia langsung berbalik dan melihat sosok laki2 yang masih terpejam dengan tangan melingkar diperutnya.


intan bangun menarik gulingnya dan memukul pria itu dengan bantal gulingnya berdiri dan menghidupkan lampu kamar, dia menutup mulutnya yang menganga..


teguh duduk sambil mengucek2 matanya dengan santai . "kamu kenapa sih tan,, aku baru tidur nih papa kamu ngajak aku ngobrol sampe tengah malem"

__ADS_1


"gila kamu bang!, keluar dari sini atau aku teriak sekarang biar semua kesini ngeliat kamu"


"teriak aja tan, palingan ntar kita dikawinin ama papa kamu besok" jawabnya sambil tersenyum smirk


__ADS_2