Beauty And The Beast Indonesia.

Beauty And The Beast Indonesia.
Mendaki dengan iklas


__ADS_3

Hari ini acara kegiatan adalah mendaki pegunungan dan sesampainya diatas sudah disiapkan tempat istirahat oleh panitia yang akan diisi dengan kajian,dengan aturan peserta perempuan di pisah dengan peserta laki-laki.


Jam setengah 6 pagi setelah sholat subuh peserta dibariskan,berdoa dan berangkat menuju atas.Panitia di bagi menjadi tiga bagian,ada yang bertugas di depan sebagai penunjuk jalan,di tengah sebagai pengontrol situasi apabila ada masalah dengan peserta,di belakang untuk memantau dan memastikan peserta tidak ada yang tertinggal.


Cerita ini hanya berdasarkan imajinasi author jadi jangan dikomentari mengenai perilaku tokoh perlu digarisbawahi bahwa ini hanya sebuah karya.


Agar kalian tidak bingung,di ORMA ini ada pengurus pusat tingkat universitas dan di tingkat bawahnya di tingkat fakultas dan paling bawah tingkat jurusan.


Dhana ketua ORMA di tingkat jurusan meminta bantuan senior yaitu pengurus universitas dan fakultas untuk kegiatan ini.Peserta sebanyak 150 orang dibagi 3 bis dengan sebagian duduk sebagian berdiri untuk keperluan menghemat anggaran.Jadi agar acara dan peserta terkondisikan Dhana meminta bantuan senior untuk kepanitiaan.


Untuk pemberangkatan, Dhana dan 3 panitia lainnya memimpin di depan sebagai penunjuk jalan,setelah peserta sudah nyaman di perjalanan,Dhana menyerahkan tugasnya kepada panitia.Kemudia Dhana memperlambat jalannya untuk mengontrol bagian tengah pasukan peserta.Kemudian Dhana menunggu hingga bagian ekor pasukan di cek juga jumlah keseluruhan peserta.Di dapati Tulip dan Bina bertugas di bagian belakang.


Deg...deg...deg...jantung Dhana mulai bergejolak.Tulip yang mengenakan celana jeans yang ketat dan atasan seragam olah raga kampus memakai kerudung segiempat tampak kebingungan mengatasi kerudungnya.Tidak heran karena Tulip anak tomboi namun berwajah feminim dan sifatnya seperti anak kecil yg manja.


"Bina...bagaimana kerudungku ini sudah tak nyaman apa ku lepas saja ya?"gerutu Tulip kepada Bina yang senior karena Bina sehari-hari mengenakan kerudung.


"Lha koen si...Lip...Tulip..pake kerudung kok ya dilapisi Daleman ndisit,ya kerudung e glundar-glundur bae,maring kene..maring kana ..kayak kue...Lip."

__ADS_1


"Kayak kue gimana maksud lu Bin...kue lapis apa kue cucur ni ..wkwkwkk."


"Di kandani kayak kue...Lip.."


Tulip dan Bina membahas bagaimana cara untuk memakai kerudung segiempat dengan nyaman.Dhana dibelakang mereka cekikikan mendengar obrolan mereka.


"Seharusnya aku pakai rok panjang saja trus pakai daleman celana selutut jadi kalau jalan bisa ku singkap rokku dengan begitu aku bisa dengan leluasa berjalan dan bersih dari noda tanah becek ini ya Bon."


"Tulip sembarangan bae.Ojo kayak kue.."


"Lha trus pimen Bin..ora kayak kue lha trus kayak endug..?"


"Turunkan celanamu tulip!"


"Aku g mau...memangnya kau mau mencuci celanaku kalau kotor kena lumpur?" ketus Tulip.


"Keras kepala! kamu sulit dirubah!" kata Tio.

__ADS_1


"Kamu selalu ingin mengubahku..bukannya menerimaku apa adanya kelebihan dan kekuranganku..!"bantah Tulip.


Dhana mendengar percekcokan tersebut dan menghampiri mereka


"Tulip...betismu mulus..."Dhana tersenyum matanya berbinar melihat ke arah betis Tulip.


"Kalau diatas banyak rumput berduri bisa sakit kena duri,kakimu bisa berdarah Tulip."Dhana menasehati Tulip dengan sabar dan dengan senyum tipis,kemudian Dhana sambil jongkok berusaha menurunkan celana jeans Tulip sampai ke mata kakinya.Tulip tak membangkang,menuruti Dhana begitu saja.Dhana tak menghiraukan jatuhnya harga dirinya karena cintanya ke Tulip,dia hanya iklas memberikan cintanya,tak pernah menyatakan perasaannya,tak meminta balasan atas cintanya,hanya memberi tak harap kembali bagai sang surya menyinari dunia,ya....setulus cinta seorang ibu kepada anaknya.


Kenyamanan yang Tulip dapatkan menjadikan dia berperasaan seperti layaknya seorang ratu kerajaan besar karena selama berpacaran dengan Tio,Tulip merasa terkekang karena Tio selalu membatasi dalam segala hal.Seperti jika tertawa tidak boleh selebar 3 jari,tidak boleh kelihatan giginya,tidak lebih dari 5 detik.Mengharuskan Tulip memakai pakaian longgar sopan dan tidak mau menerima alasan apapun yang berati Tio ingin merubah Tulip menjadi orang lain.Padahal sebenarnya Tulip tidak cinta Tio,Tulip sudah berjanji dihadapan Empat sekawan + Edong kalau Tulip tidak akan memacari salahsatunya agar persahabatan mereka tetap kompak. Akan tetapi karena pada perayaan malam pergantian tahun,mereka pergi mengendarai motor berboncengan. Tio merencanakan sabotase yang sama saja menculik Tulip sehingga yang seharusnya mereka berangkat bersama rombongan Empat sekawan +Edong kini Tio dan Tulip berboncengan keliling pinggiran kota berduaan.Tulip bingung bagaimana bisa terpisah dan Tio beralasan kehilangan jejak dan tak tau arah menuju lokasi karena jalan yang ditutup dialihkan petugas yang berjaga di jalan raya tadi.Tio menghentikan motornya di sebuah jembatan mengajak Tulip memandangi lampu yang berkelapkelip layaknya bintang berhamburan di awan.Tio merencanakan menyambut datangnya tahun baru dengan hubungan yang baru dengan dengan Tulip bertepatan dengan hari lahirnya 1 januari.Sungguh luar biasa bukan indahnya momen langka itu.Akan tetapi Tulip tidak biasa begadang, kebiasaan dirumahnya di desa tidur jam 9 membuatnya tak tahan ingin tidur diatas kasur,maka Tulip memaksa Tio pulang ke kos Tulip.Sesampainya di kos Tio minta dibuatkan mi instan kuah rebus.Setelah matang ternyata Tio sudah telentang di depan televisi dengan bantal Tulip yang diambilnya dari kamar Tulip.


"Welahdalah...ni orang..kelakuan...kebangetan banget..yak.."


Tulip tak mau membangunkan Tio karena Tulip sudah sangat mengantuk,jam menunjuk pukul 23.00 WIB.


Entah bagaimana cerita ketika Empat sekawan +Edong sampai di kos,Tulip bangun dan merasa pahanya berat disebelah kanan dengan posisi Tulip tertidur miring.Alangkah kagetnya Tulip melihat kepala Tio berada diatas paha Tulip.Tulip memang belum sempat berganti pakaian masih mengenakan celana jeans.Pinggangnya merasa ada kenikmatan yang lain yang menggetarkan jiwa sontak Tulip juga kaget menemukan tangan Tio di pinggangnya.Belum pernah ada lelaki yang bisa sampai menyentuh tubuh Tulip jadi tidak heran dia merasakan sensasi itu.SiangnyaTulip curhat tentang perasaannya pada Bina,Bina kemudian menceritakannya pada Empat sekawan+Edong. Tulip yang sedang berada di kos di gerebek Empat sekawan+Edong,di paksa mengakui perasaannya.Itu sebuah kejahatan untuk Tulip. Bukan begitu caranya mendapatkan hatinya.Tulip dipaksa mengakui menyukai Tio baru mereka mau pulang siang berganti sore dan akhirnya Tulip menyerah mengakui menyukai Tio dan kalau mereka jadi pacaran Tulip berencana mencari jalan agar bisa putus.Dan benar setelah Tulip mengaku suka pada Tio,Tio pun mengutarakan ingin menjadikannya pacar.Akhirnya mereka resmi pacaran. Setelah semua pulang Tulip marah pada Bina yang sudah membuat suasana menjadi seperti ini,marah pada Tio yang sudah menjebaknya seperti ini.


Kembali pada outbond di pegunungan,tanpa Tulip menyadarinya Dhana selalu mengawasi Tulip.Di saat Tulip nyaris tergelincir di tebing yang curam Dhana sigap menahan pundak Tulip sehingga badan Tulip tak sampai maju ke depan jatuh ke jurang.

__ADS_1


Terasa aneh di benak Tulip,"Badan Dhana yang Segede gajah kenapa bisa enteng gitu jalannya? ga ngos-ngosan pula."


Tentu saja Dhana bukan siluman atau hal magis seperti yang dibayangkan Tulip.Dhana sudah terbiasa mendaki gunung dengan teman-temannya di komunitas pendaki gunung sejak badannya masih langsing semasa SMA.Karena frustasi dikecewakan gadis yang dia sukai dipacari orang lain semenjak itu Dhana melampiaskan kekecewaannya pada makanan.Jika dia ingat hal menyedihkan itu,Dhana segera ke warung dan makan sepuasnya dengan berbagai lauk pauk. Hal itu bisa membuatnya terhibur.Setelah kenyang Dhana akan mudah tertidur sehingga dia dapat dengan mudah melupakan gadis yang dia idamkan dulu


__ADS_2