Beauty And The Beast Indonesia.

Beauty And The Beast Indonesia.
Kesempatan untuk saling meluruskan


__ADS_3

Program kerja outbond yang diagendakan akhirnya sampai pada harinya.Lokasinya ditentukan di pegunungan sehingga lebih mengenal alam.


Dhana memastikan perlengkapan dan peserta sudah masuk bis kampus menuju atas.Tempat duduk semuanya sudah terisi.Tak disangka,Tulip yang rencananya sudah disetting di samping Dhana,dia sudah tersenyum masuk bis membayangkan perjalanan yang menyenangkan sambil bersenda gurau dengan Tulip hancur berkeping-keping ketika melihat Tio duduk di sebelah Tulip. Darahnya mendidih melihat mereka berdua.Dengan pasrah Dhana berdiri dibelakang Tulip yang kursinya disebelah dalam dan Tio dekat jendela.


"Katanya kamu g bisa datang Tio? "tanya Dhana.


"Iya,seharusnya aku pulang tapi kurasa kalian butuh bantuanku jadi aku putuskan untuk ikut."Jawab Tio.


"Aku tak akan membiarkanmu mendekati Tulip."Tio berkata dalam hatinya."


"Kenapa Reni tidak kau ajak serta,ntar marah lho...apalagi kalau tahu kamu deketan sama Tulip!"Dhana masih menginginkan impiannya duduk dekat Tulip selama perjalanan.Tio tak menjawab pertanyaan Dhana yang membuat suasana menjadi kaku.Tulip diam tak mau berkomentar yang akan membuat runyam suasana di tengah kondisi banyak orang di bis.

__ADS_1


"Hah...! panas banget aku jadi haus..Dhana minta air mineral dong..tadi bawa 2 dus kan aku minta satu gelas."


Tulip berusaha mengalihkan pembicaraan mereka.


"Ada dibelakang,minum punyaku saja ya...ini..habisin juga ga pa pa..."Dhana menjawab sambil memberikan air mineral botol 500 ml ke Tulip.


"Makasih ya..glek..glek..glek..ahhh...segerrr.."Tulip minum tiga tegukan.


"Sini aku juga haus."Tio menyerobot minta airnya yang aslinya cuma mencari alasan dan cara untuk memegang tangan Tulip dan saling pandang,itu yang diinginkan Tio.


"Bukannya tadi lu bilang boleh dihabisin Ndut...!!"Tio merasa emosi diperlakukan berat sebelah dan merusak suasana indah yang mulai terbentuk."Sialan Dhana..padahal tangan Tulip hampir ku raih!"

__ADS_1


Sepanjang perjalanan Tulip enggan bicara dengan Tio.


"Tulip...sebenarnya aku tidak jadian sama Reni,kami hanya awalnya mengobrol dan dia curhat telah putus dari pacarnya,aku hanya bercanda kalau mau jadi pacarnya,tak ku sangka dia langsung memeluk dadaku sehingga birahiku tak terkontrol,aku menciumnya awalnya aku hanya mencium pipinya,dia tidak menghalangiku maka aku mencium bibirnya...hanya itu saja..malah sampai sekarang dia terus mengejarku sampai aku risi.Kalau aku bilang ikut acara ini,dia pasti akan iku."


Tio berusaha meluruskan keadaan dan ingin mendapatkan Tulip kembali dan masih menikmati Reni.Tio menginginkan keduanya seperti barang komplementer yang saling melengkapi.Penjahat yang tak mengakui kejahatannya,tak merasa dirinya jahat.


Mendengar cerita itu dari orang yang sudah menjadi belahan jiwa tentu Tulip serasa hatinya diiris -iris pisau karatan..menyakitkan dan menyiksa sekali.Air mata Tulip hampir tumpah tapi dibendungnya ditahannya sekuat-kuatnya karena banyak temen-temannya di bis.Dhana tidak bisa mendengar pembicaraan Tio karena bisingnya mesin bis dan Senda gurau para penumpangnya.Dhana yang dari awal berada di sisi Tulip posisi berdiri kaget ada yang menarik badannya dan memeluk begitu erat hingga senjata Dhana terhimpit namun nikmatnya...tiada tara...Dhana merasa melayang sampai akhirnya menyadari Tulip yang memeluknya...wajah Tulip yang berada di perut Dhana membuat getaran di dada Dhana,semakin bergetar ketika Tulip membenamkan wajahnya semakin dalam dan semakin dalam.Tulip berusaha menutup matanya agar air matanya tak tumpah yang bisa membanjiri bis kampus yang sedang melaju. Di sisi lain Tio menarik pundak Tulip tak rela Dhana mendapatkan pelukan itu. Sesuai skenario Tio, harusnya Tulip memeluk Tio karena cerita tadi harusnya berkesimpulan hati Tio hanya untuk Tulip."Tulip ..tulip...Dhana! lepaskan Tulip! cepat Dhana!"hardik Tio karena Dhana gayung bersambut Dhana mengelus-elus kepala Tulip yang berjilbab.Karena ini acara ORMA keagamaan.Ingin membalaskan sakit hati Tulip,Dhana memanasi Tio agar cemburu.


Dhana sudah tak tahan suasana yang tengah terjadi.Senjata keperkasaannya menegang,ingin memeluk Tulip dengan erat dan ingin menciuminya...lalu melepaskan pelukan Tulip dan berkata"Ayo pindah belakang!"kini Dhana memegang tangan Tulip.


Tentu saja Tio tidak serta merta membiarkan hal itu terlaksana.

__ADS_1


"Kemana kalian?"tanya Dhana yang mulai emosinya naik melihat Dhana memegang tangan Tulip setelah Tulip memeluk perut Dhana."Kalian sudah jadian kan!Jujur!!!"selidik Tio.


"Kamu menggantungnya,menduakannya,sekarang kamu mempertanyakan itu!Aku berharap bisa menjadi penjaga hatinya."jawab Dhana pelan namun bermakna dalam


__ADS_2