
Bekal para peserta sudah banyak yang habis baik bekal jajanan ataupun minuman.Panitia memang sudah menyediakan dan sudah memberi jatah kepada para peserta.Namun karena peserta kebanyakan belum berpengalaman mendaki sehingga tidak tahu cara menghemat perbekalan mereka. Hal tersebut sudah diperhitungkan oleh panitia.Sampailah peserta di sendang yang mengalir air jernih,bening,segar,dingin dan bersih untuk diminum.Para peserta mulai bergantian mengisi botol minuman mereka yang sudah kosong sambil menikmati dinginnya air,adapula yang mencuci wajah mereka.Namun untuk ke lokasi sendang tersebut,peserta harus merelakan celana mereka basah karena harus melewati aliran sungai kecil yang setinggi air di bawah lutut.
Setelah melewati sendang sekitar 10 menit sampai ke lokasi pemberian materi.
Semua peserta hampir selesai dari sendang dan mulai perjalanan ke atas dengan semangat.Kecuali Tulip dan beberapa peserta perempuan yang takut menyebrang ke sendang.Bina sudah berusaha dengan keras merayu Tulip agar berani menyebrang namun usahanya sia-sia saja.Tulip yang penampilannya tomboi fobia dengan air kedalaman meskipun arusnya tidak begitu deras.Tulio ada trauma pernah terjatuh di sungai dekat rumahnya di kampung sepulang sekolah saat musim hujan dan hampir hanyut.Temannya berusaha menariknya dan untungnya ada warga yang sedang beraktivitas di sungai bisa menolongnya.Dari kejadian itu Tulip takut sungai dan air berkedalaman. Tio bisa mendapatkan peluang mendekati Tulip dengan menolongnya tapi Tio sudah sampai di lokasi materi di atas karena dia mendampingi mentor diatas.
Dhana menyahut tubuh Tulip menggendong Tulip di depan seperti di drama Korea dan menyuruhnya berpegangan ke leher Dhana.Tulip tidak menolak entah kenapa Tapi Tulip sangat faham Dhana bukan lelaki kurang ajar.Karena tidak ada jalan lain. Tulip merasakan hangatnya tubuh Dhana,degup jantungnya ..dadanya yang bidang..menatap wajah Dhana yang serius menyeberangi sungai dengan hati-hati.Dhana dan Tulip sudah di sampai di sendang Tulip diturunkan ke tanah.Beberapa detik kemudian...
__ADS_1
"AAAAAARGHhhh....hap!!!"
Tulip melompat naik ke punggung Dhana.
"Xixixilxiixi...dingin dingin..empuk..."Dhana merasa menang undian karena Tulip sedang gendongan di punggung Dhana dan memeluk erat Dhana.Tulip menginjak hewan kaki seribu gmn atau luwing namanya.Memang tak membahayakan tapi cukup bisa membuat histeris para hawa.
Dhana yang menikmati adegan ini pura-pura tidak melihat luwing itu.
__ADS_1
"Mana...mana....dimana..."
Tulip menyadari kalau dia dimanfaatkan maka dia segera turun dari punggung Dhana dan menjauh dari luwing itu.
"Awas jangan turun dulu Tulip...naiklah ke punggungku! apa gendong depan?hehehehe.."Dhana menggoda Tulip.
Bersama Dhana hari-hari tulip di penuhi canda dan tawa karena Dhana tidak seserius Tio.Dhana membuang luwing itu tanpa membunuhnya dilemparkannya luwing itu jauh ke jurang.
__ADS_1
Sembari mengisi botol minum,cuci muka Tulip bertanya dalam hati."Dhana itu gendut tapi kenapa dadanya bidang dan bisa dengan entengnya naik kesini tanpa tersengal-sengal?apa mungkin kalau seandainya gaya pakaiannya di ganti dengan model pakaian anak muda jaman sekarang,penampilannya tak seperti penampakannya seperti yang sekarang..."Tulip melamun membayangkan tubuh Dhana seandainya memakai pakaian yang berbeda stylenya yang sekarang sebelas dua belas dengan "Surya Saputra" artis papan atas badannya gempal tapi atletis.