Beauty And The Beast Indonesia.

Beauty And The Beast Indonesia.
Diam - diam memendam rasa.


__ADS_3

Sepanjang perjalanan ke lokasi acara,tak kunjung melepaskan tangannya menumpuk tangan Tulip,sesekali tangan Dhana memegang setang motor sebelah kiri,kemudian kembali mengusap -usap, mengelus punggung tangan Tulip. Hanya usapan lembut tapi Tulip merasa menjadi perempuan paling berharga di bumi,paling mempesona di bumi,tercantik di bumi. Seolah tak rela tangan Tulip lepas dari perutnya.Sepanjang perjalanan Tulip bingung,takut menyakiti perasaan Dhana jika melepaskan pelukan pada perut Dhana,tapi Dhana bukan pacar Tulip,tapi entah kenapa Tulip merasakan kenyamanan luar biasa yg belum pernah dirasakan dengan pemuda-pemuda lainnya. Tulip beranggapan bahwa Dhana sekedar penggemarnya seperti kenalan- kenalannya yg main ke kosnya. Tapi biasanya kalo bersentuhan dengan lelaki,Tulip enggan dan menghindar. Ada ketakutan dalam batin Tulip,bagaimana kalau Tulip terbiasa dengan kenyamanan ini...bagaimana klo esok hari dan esok harinya dan esoknya lagi ini terulang,bisa tumbuh rasa diantara mereka.


"tidak...tidak...tidak...jangan...tapi bagaimana q melepaskan tanganku ini...ini begitu nyaman..apalagi saat ini..aku benar - benar butuh seseorang mengobati luka hatiku...tapi jangan dengan Dhana...bagaimana kata orang nanti...Tulip si gadis primadona berpacaran dengan si kutu buku gendut...oh...tidak...Tuhan...ku mohon...tolong aku...!!!


Dhana masih juga mengelus-punggung tangan Tulip. Sesekali Tulip berusaha melepaskan kedua tangannya yang melilit diperut Dhana,tak dibiarkan lepas begitu saja,sigap langsung digenggam tangan kiri Dhana kemudian kembali ditempelkan di perut gendutnya.


Sekarang Dhana menggenggam dan tangan kiri Dhana mengunci tangan Tulip.


"Tuhan...aku menikmatinya...kenapa begitu nyaman rasa ini...aku ingin sekali menyandarkan kepalaku di punggungnya sambil mengeluarkan tangis kesedihanku.."


"Kamu boleh menyandarkan kepalamu di punggungku Tulip..kamu boleh menangis disana" ucap Dhana seolah mendengar suara batin Tulip


"A...ap...apa...??? " Tulip kaget bukan kepalang..


"PD buanget cowok ini yakin..." ucap Tulip

__ADS_1


"bagaimana bisa dia mendengar suara hatiku.."Tulip merasa heran.


Dhana hanya berpikir demikian secara rasional karena Dhana anak cerdas berprestasi bahkan langganan mendapat beasiswa kampus,jadi Dhana bisa menganalisa apa yang dirasakan Tulip yang sudah dikhianati kekasihnya.


Begitu pelan laju motornya tapi perjalanan tak terasa lama sudah hampir sampai di lokasi acara.


mendadak ada suara ponsel dan Dhana mengangkatnya dengan ragu.


"halo...iya...pulang dulu aja...aku tidak bisa menjemput...aku lagi ada acara di kampus...sama temenku..."


Saat Dhana mengangkat telfon.. Tulip bergegas melepaskan kedua tangannya dari perut Dhana.


Dhana segera mengakhiri telfonnya dan menangkap kembali tangan Tulip.


"Tuhan...apa yang dia lakukan..."

__ADS_1


Tulip merasa hatinya bergetar..Dhana begitu menantang dan seperti pangeran idaman Tulip seperti di dongeng - dongeng yang suka dia baca. Gagah perkasa melindungi permaisurinya.


Lokasi acara sudah mulai terlihat genteng bangunannya.


" Kok...aku merasa galau ini akan segera berakhir...ya Tuhan....aku sudah gila".


Di tempat acara Tulip dan Dhana bertemu dengan Tio dan pacar barunya.


Tio menghampiri Tulip dan bermuka masam sambil berkata" Kamu kenapa kesini bareng Dhana..dia tu ada rasa denganmu Tulip".


"Apa urusanmu Tio? kan kamu sudah punya yang baru..jangan ngurusi aku dengan siapa aku jalan...dilihat pacarmu...kasihan dia...melihat ke arah kita."


" Aku tak peduli soal dia. Ternyata dia menjadikanku pelampiasan karena diputus pacarnya,aku hanya dijadikan alat untuk memanasi mantannya."


ucap Tio.

__ADS_1


"Itu urusan kalian." jawab Tulip.


__ADS_2