Beauty And The Beast Indonesia.

Beauty And The Beast Indonesia.
Skripsi


__ADS_3

Ujung dari perkuliahan adalah wisuda.Untuk di wisuda dan mendapatkan gelar maka terlebih dahulu menyusun skripsi.


Dhana rutin mentransfer dana untuk kegiatan posko.


Sembari mengerjakan skripsi,waktu luang dimanfaatkan Tulip untuk berkunjung ke perpustakaan2 yang ada di sekita kampus baik itu di universitas negeri maupun perpustakaan kampus-kampus lain untuk mendukung skripsinya.Sedangkan Dhana yang jauh di perantauan terus memantau Tulip lewat telepon.Karena Dhana lebih dulu lulus maka Tulip banyak bertanya pada Dhana.Mereka terbiasa hari-harinya mengobrol lewat telepon.Semakin lama semakin akrab lebih akrab dari sebelumnya.Seperti sepasang kekasih tapi tanpa ikatan.Hanya bermodalkan keyakinan Dhana bahwa cintanya yang tulus bisa dirasakan Tulip sehingga tak kan ada hati yang lain bisa mengisi relung hati Tulip.


Lama kelamaan Tulip menyadari jika hidupnya terasa mudah jika Dhana masuk di kehidupannya.Tulip pun tak merasa terancam bila berdekatan tak seperti pria lainnya yang mempunyai pandangan mesum bila melihat tubuh elok Tulip.


Tulip mulai menilai dan poin Dhana semakin bertambah Dimata Tulip.Kesabaran luar biasa membuat Tulip luluh.Kini Tulip hanya merasakan besar cinta Dhana,kesabaran tak berbatas,cinta yang tulus memberi tak mengharap imbal baliknya.Dhana akan ke kampus pada saat Tulip wisuda nanti.Tulip benar-benar di hadapkan pada keputusan sulit.Tulip mencintai Dhana lewat telepon tapi Tulip tidak tahu bagaimana penampilan Dhana kelak saat bertemu.Tulip mulai pasrah dengan penampilan Dhana kelak.Penampilan Dhana yang apa adanya...berkulit gelap dekil...badan gede..jauh dari kata Arjuna...akan tidak ada cewek yang naksir akan tenang di hati tidak takut kecantol cewek lain,pikir Tulip.Sekarang Tulip menerima segala kekurangan fisik Dhana karena hanya Dhana yang klik dengan hatinya bukan yang ganteng bukan dengan arjuna-arjuna lainnya. Soal fisik bisa dengan perawatan pasti soal gampang kalo sudah jadi pasangannya kelak,begitulah pemikiran Tulip kini keduanya sudah saling tertambat hatinya.


Suatu malam seperti biasanya Dhana menelepon hp Tulip,saat tarif 0 rupiah,mereka bisa mengobrol lewat hp sampai jam 6 pagi.


Dhana:"Tulip...aku kangen kamu.."(suara lirih yang begitu menahan kangen yang mendalam).


Tulip:"Kenapa kamu datang ke kampus,kita bisa bertemu bukan..."


Dhana:"Kalau aku bolak-balik uangnya kapan kumpulnya Tulip..."


Tulip:"Kamu mau beli apa.."


Dhana:"Aku mau membeli sesuatu yang indah hanya satu di dunia ini.."

__ADS_1


Tulip:"Apa itu..boleh aku tahu?"


Dhana:"Itu urusan lelaki Tulip..."


Tulip:"Ok...maaf..aku kan bukan siapa-siapamu."


Dhana:"Bukan begitu,kelak kamu juga akan tahu.Bagaimana dengan skripsimu?"


Tulip:" Begitulah...males aku.."


Dhana :"Ayo semangat ..bukankah aku sudah janji kalau aku akan datang saat kamu wisuda .."


Tulip:"Kenapa terburu-buru ..aku belum punya seseorang yang akan memberiku bunga ketika aku wisuda nanti,aku belum punya pendamping.Entah tradisi darimana kalau wisuda itu foto dengan pendampingnya."


Tulip:"Kita kan hanya teman Dhana.."


Dhana:"Anggap saja pendamping,nanti kita foto bersama aku bawa bunga."


Tulip:"Wkwkwkwk....bisa ...bisa.."


Dhana tidak mau mengungkapkan perasaannya,mengenai hal itu Dhana sangat hati-hati takut kehilangan Tulip jika Dhana mencintainya dan Tulip menolaknya kemudian tidak mau berkomunikasi lagi.Padahal Tulip sangat ingin hubungan mereka menjadi jelas sebagai sepasang kekasih.Tulip merasa di gantung.

__ADS_1


Siang hari suatu hari di jam istirahat kantor seperti biasanya Dhana menelepon handphone Tulip dengan nomor kantor.


Dhana:"Sudah makan?"


Tulip:"Belum..."


Dhana:"Kenapa?"


Tulip:"Aku kan anak kos..menghemat..nanti saja makannya"


Dhana:"Aku transfer ya.."


Tulip:"Ga mau...aku ga mau utang budi sama lelaki...ujung-ujung nya minta keperawanan repot urusannya."


Dhana:"Aku iklas...."


Tulip:"Aku bercanda Dhana...aku lagi males keluar.."


Dhana:"Aku tutup dulu ya,biar kamu bisa keluar makan.."


Tulip:"Oke..."

__ADS_1


Begitulah keseharian mereka.Layaknya sepasang kekasih yang tengah di mabuk cinta.


__ADS_2