Beauty And The Beast Indonesia.

Beauty And The Beast Indonesia.
Program kegiatan bazar


__ADS_3

Setelah mendapatkan sumbangan dari para dosen akhirnya terkumpul dana yang cukup untuk melaksanakan program kerja tahunan.Pertama akan mengadakan bazar terlebih dahulu.Panitia sudah dibentuk matang. Tugas para panitia sudah jelas. Saatnya panitia bergerak sesuai dengan tugasnya masing-masing.Tempat pelaksanaan bazar ditentukan berlokasi di depan aula universitas karena tempatnya yang luas sehingga memudahkan panitia membagi tempat untuk para pedagang.Tampak dari kejauhan Tio memandangi Tulip dan teman-temannya yang sedang mengatur lay out kegiatan bazar tersebut.Tampak juga teman-teman Tio yang merupakan marbot (petugas kebersihan)masjid di kampus itu ikut memandangi kegiatan Tulip. Tidak mengherankan karena Tulip mengenakan celana jeans biru Dongker dengan atasan kaos yang menampilkan bentuk tubuh Tulip begitu indah dengan lekukan tubuh yang mempesona siapa saja yang memandang.


Kau pasti kangen ingin memeluknya...ya kan.."ucap teman Tio kepada Tio.


"tidak sama sekali"Tio menjawab sambil berwajah datar dalam hatinya bagaimana bisa kangen memeluknya bahkan merangkulnya saja tidak dibolehkan bukan muhrim katanya..setiap ada kesempatan berduaan hanya bisa memandanginya beruntung kalau bisa memegang tangannya.


Tio melamun mengingat masa indah dengan Tulip.


"Tapi memang sentuhan tangannya membuatku melayang...saat aku membohonginya kalau aku salah posisi tidur terus punggungku keram,dia memijit punggungku nyaman sekali rasanya.Reni saja tidak pernah memperhatikanku dia hanya menceritakan mantannya ketika kami berduaan.Entah kenapa aku merasa jengkel karena tidak diperbolehkan mencium Tulip.Tapi giliran bersama Reni,aku bisa mencium bibirnya semauku memeluknya melakukan apa yang aku mau,aku merasa jijik dengannya."


Tio merasa marah ketika dari kejauhan ia memandang Dhana yang terus berada Tulip,ingin berteriak"menjauh dari Tulip!"


Rupanya Tulip bisa membaca wajah Tio dan memanfaatkan situasi ini untuk membalas luka hatinya.


"Dhana tolong bantu angkat meja ini kesana."sambil bercanda menebar senyum indahnya.Tulip tampak manis ketika sedang tersenyum bak buah pear yang segar.

__ADS_1


"Dhana..bisakah kamu membantuku membetulkan ini"


Dhana yang seperti orang kehausan mendapat air kelapa..segera bergegas mencari peluang,kini Dhana berposisi dibelakang Tulip membantunya membenahi meja bazar.


Tulip merasakan kenyamanan seperti seorang bayi digendongan ayahnya.


"Kenapa di belakangku...kan mejanya disini...lekas pindah sini." ucap Tulip dengan nada agak meninggi.Karena walaupun Tulip berpenampilan seksi setiap harinya,tidak bertujuan agar seksi namun apapun yang dipakainya akan tampak indah kalau tubuh proporsi yang memakainya,Tulip termasuk gadis yg taat agama karena semasa kecil sudah diberi pendidikan TPQ(Taman Pendidikan Al-Qur'an).Akan tetapi belum berhijab karena di keluarganya blm ada yang berhijab.Pemikiran surga dan neraka sudah terkonsep di kepalanya. Akan tetapi Tulip masih usia remaja yang masih labil terkadang masih memakai celana pendek ketika keluar membeli nasi bungkus ke warung.Terkadang punya rasa malu memakai kulot panjang.


"Iya maafkan aku Tulip..."jawab Dhana sambil tersenyum menyiratkan kesabaran dan mengalah.


ajak Dhana yang ingin mengulang episode boncengan dengan Tulip.


"Iya,makasih ya dikasih tumpangan.."


"Dia pasti menikmati episode itu juga,dia pasti bisa merasakan ketulusanku.Tak apa meski bukan pacarnya,asalkan dia membiarkanku mencintainya itu sudah lebih dari cukup."

__ADS_1


Dhana sadar diri dengan fisiknya karenanya dia tidak berniat mengungkapkan isi hatinya.


Setelah selesai urusan mereka,sampailah mereka di tempat parkir motor.


"Pilihlah motor yang mana yang kamu suka Tulip." ujar Dhana sambil menatap usil ke arah Tulip.


"Yang ini saja,motormu kan yang ini bukan?".


"Kalau kamu mau ganti yang lain tak apa."


"Dia pasti mengerjaiku."Pikir Tulip.


"Ok....aku pilih yang ini..masih bagus sepertinya baru beli dilihat dari platnya."


"Kalau yg ini bukan motorku,sebentar ya aku carikan pemiliknya kuncinya di bawa dia,aku pinjamkan dulu."Dhana tersenyum ke arah Tulip.Tulip berfikir apa yang di rencanakan Dhana sebenarnya.Lama kelamaan Tulip mulai tersenyum dan keduanya sekarang tertawa terbahak-bahak sampai geli.Tulip merasa hidupnya berangsur kembali terang karena bisa tertawa lepas.

__ADS_1


__ADS_2