
Sebelum pulang ke kos,Tulip menunggu sampai jam dua siang karena setahu dia jadwal Dhana pergi ke Jakarta jam setengah dua siang,info itu dia dapatkan dari Bina yang sempat mengobrol dengan Dhana.
Tak terjadi apa-apa dan Tulip akhirnya pulang ke kos nya,berganti pakaian dan merebahkan tubuhnya merasa lebih santai tanpa pacar,tanpa ikatan karena Tulip sebenarnya masih trauma mempunyai ikatan hubungan.Tulip menyukai kebebasan.Sebelum berpacaran dengan Tio,Tulip sering bepergian dengan berganti teman pria tapi sebatas hubungan teman.Saat berpacaran dengan Tio,dia merasa terkekang karena berkomitmen tidak boleh sebebas itu.
Keesokan harinya, Tulip kembali ke kampus seperti biasanya bersama dengan teman-teman kuliahnya. Sesampainya di kampus banyak mahasiswi dan mahasiswa yang menyapanya dan memberitahukan kekecewaan Dhana yang tak bisa berpamitan dengannya yang sudah bersusah payah menunggu,mengelilingi kampus dan akhirnya pergi tanpa berpamitan.
"Tulip...Dhana berpesan lewat aku.."aku pergi dulu Tulip..aku akan menjagamu dari jauh" begitu katanya."Kata salah satu teman Dhana.
Dan ini nomer hp Dhana yang baru,dia menyuruhmu menyimpannya nanti dia akan menghubungimu Tulip.Kata mahasiswa itu.
__ADS_1
" Dhana beneran pergi...?kenapa tidak pamitan aku..kan bisa SMS aku..jadi aku tahu dia beneran pergi..dia sudah janji kalau pergi lagi pamitan dulu padaku..terus...nanti siapa yang membantuku minta bantuan dana ke dosen-dosen,yang membuat susunan acara kegiatan-kegiatan nantinya bagaimana...siapa yang membantuku nanti..kenapa dia sudah lulus secepat itu,kapan dia wisuda...kok aku tidak tahu,kenapa dia tidak bekerja disini saja kenapa harus ke Jakarta.."Tulip seperti baru sadar kalau Dhana pergi meninggalkannya rasa panik karena harinya selama ini terasa ringan karena Dhana selalu disampingnya membantu tugas-tugasnya.
"Jangan kuatir Tulip..dia akan membantumu dari jauh." mahasiswa itu berusaha menenangkan Tulip.
"Iya...tapi ...tapi .."Tulip kebingungan.
Tulip tidak menyadari kertas yang bertuliskan nomer handphone baru Dhana diremas-remasnya karena gusar kemudian dengan tidak sadar kertas itu dijatuhkannya.
Kini hati Tulip terasa seperti diiris sembilu...dia bingung akan perasaannya sendiri,kini dia benar-benar merasakan kehilangan sosok pahlawannya.
__ADS_1
Malam pun tiba,Tulip pun sudah menonton televisi di ruang tengah kosnya bersama dengan teman-temannya yang lainnya.
Telepon berdering karena asyiknya mereka menonton setelah diangkat telepon tersebut ternyata sudah putus.
3 kali seperti itu.
paginya Tulip dibangunkan dengan berisik teman kosnya yang memanggilnya bahwa ada telepon dari seseorang dan tidak menanyakan nama orang itu.Ketika Tulip sudah mengangkat telepon yang tergeletak sedari tadi sekarang sudah mati di putus peneleponnya karena terlalu lama.Akhirnya Tulip kembali ke dalam kamarnya dan mengambil handphone nya yang tergeletak hendak di charge.Dia melihat ada 30 kali panggilan masuk dari nomor yang sama di waktu yang berbeda.
"Nomor siapa ini..kenapa sebanyak ini aku tidak mendengarnya.."Tulip heran dan curiga ada orang iseng takut bermodus jahat padanya.Di hapusnya daftar panggilan itu.
__ADS_1