
Kali ini Tulip berkenalan dengan pria ganteng di bis ketika pulang ke kampung halamannya.Seperti biasanya Tulip duduk di belakang pak supir karena di kursi itu dia merasa aman dari pelecehan.
Tulip sibuk memainkan handphone nya yang sibuk SMS sedari tadi.Seorang lelaki ganteng berparas seperti artis film di layar kaca rambutnya model belah tengah mirip Andy Lau berkulit kuning langsat memakai sweater abu-abu.
Arjuna II sebutlah namanya untuk cowok-cowok ganteng yang mendekati Tulip.
Arjuna II:"Mbak...coklat.."
Tulip:"Tidak makasih mas.."
Arjuna II:"Takut di racun? apa takut saya hipnotis ya..?"
Tulip:"Iya...mas..."
Arjuna II:"Begini saja...saya bukakan yang ini..saya potong sebagian..saya makan..sisanya buat mbaknya.."
Tulip:"Wow... Silverqueen..mas nya ga sopan,masa iya saya dikasih sisa mas nya.."
__ADS_1
Arjuna II:" Hahahaha....ini saya kasih yang utuh kalau mbaknya mau."
Tulip :"Makasih...mas..."
Arjuna II:" Ga di makan mbak...?"
Tulip :"Nanti saya makan di rumah saja.."
Tulip dan Arjuna II berkata kalimat berbarengan,"Kalau ada obat tidurnya kan bisa tidur di rumah sendiri..."Keduanya tertawa bersama bahkan pak sopir yang tidak menguping nun otomatis mendengar obrolan mereka ikut tersenyum melihat dari spion dan berkata bahwa mereka pasangan yang serasi karena yang satu cantik yang satunya ganteng.
Handphone Tulip berbunyi menandakan ada SMS masuk.Dhana sedari tadi memantau Tulip dan mengetahui Tulip satu jok dengan pria mengajak Tulip agar sibuk membalas SMS dari Dhana.
Setelah beberapa waktu Dhana bertemu kangen dan mengobrol dengan beberapa mahasiswa di kampus akhirnya Dhana pulang ke kampung halamannya.
Dilamarnya,Dhana memandangi foto Tulip yang didapatkannya di kedai foto.Foto itu dia selipkan di dompetnya di balik KTP nya.Dhana mengusap foto itu sambil berkata lirih," Tulip..jaga hatimu untukku tak masalah kamu memeluk seratus lelaki asalkan hatimu untukku dan kelak kau kan jadi istriku.Asalkan kamu bisa tersenyum...aku ikut bahagia.Kamu akan merasakan tulusnya hatiku hingga tak bisa lagi kamu berpaling ke yang lain.Malampun tiba,Dhana mengingatkan Tulip nanti tengah malam Dhana akan menelpon Tulip berpesan agar menaruh Handphone nya di dekat Tulip.
Begitulah cara mereka berkomunikasi,tengah malam dan sehabis subuh sampai mentari muncul.
__ADS_1
Paginya..Arjuna II sudah ada di depan pintu Tulip yang membuatnya kaget bukan kepalang.Ternyata Arjuna II serius mendekati Tulip.
Dikira sebentar mainnya,ngobrol trus pulang ternyata minta makan siang segala katanya ingin mencicipi masakan Tulip.Sudahbmakan belum juga mau pulang bilangnya numpang sholat dulu.Sehabis solat katanya ngantuk numpang tidur sebentar merebahkan diri di lantai ruang tamu.Dan modus operandi mulai dijalankan..
"Sampai sore begini belum ada yang mengapeli kamu Tulip...belum punya pacar kan...jadi aku bisa mendaftar jadi pacar kamu..."Dengan senyum tipis Arjuna II menembak Tulip.
"Kita kan baru sehari berkenalan,belum tahu buruknya saya mas.."kata Tulip.
"Kamu cantik manis seperti jajan pasar kesukaanku pasti aku bisa menerima keburukanmu.."Arjuna masih berusaha menggombal.
"Mas bisa aja..."Tulip menjawab.
"Mau kan jadi pacarku.." Kata Arjuna II.
"Maaf mas saya sudah punya pacar tapi kerjanya jauh di luar kota jadi pacarannya lewat hp,kami berencana menikah tahun depan."Kata Tulip
"Kenapa tidak bilang dari awal mbak..tau gitu kan saya tidak jauh-jauh ke sini.."Arjuna heran dengan jawaban Tulip.
__ADS_1
"Lha kan mas nya baru tanya sekarang.Masa iya ga ada yang tanya,saya ngomong-ngomong sendiri mas.."
Begitulah sekilas percakapan mereka,Tulip hanya menikmati momentum di bis disela kebosanannya ada seorang berparas menawan mengajak ngobrol,itu saja.Tulip tidak tertarik dengan kepribadian Arjuna II yang terlihat berotak mesum,penilaian tentangnya mungkin Arjuna II sudah tidak perjaka karena sempat mengajak Tulip jalan-jalan ke luar pulau untuk bulan madu maka disimpulkan Arjuna II sudah tidak perjaka lagi.Arjuna II gugur tidak lolos seleksi sebagai calon suami Tulip.Bahwasannya Tulip mengaku sudah mempunyai pacar di luar kota bukan berarti Dhana sebagai calon suaminya tetapi masih sebagai alasan saja untuk menolak si Arjuna II.Dan apabila Arjuna II masih mengotot Tulip bisa menelepon Dhana yang pastinya nomor luar kota dan pasti menyambung jika ditelepon.Masih hanya itu saja.Tulip belum memutuskan siapa yang akan dijadikannya sebagai pasangan hidupnya kelak.Pemikiran Tulip sekarang bukan lagi mencari pacar tetapi mencari seorang suami baginya karena sebentar lagi dia mengerjakan skripsi,lulus kuliah,kerja dan kemudian menikah di umurnya yang ke 25 tahun. Dengan perhitungan di usia tersebut mental Tulip sudah siap dan sudah puas dengan kehidupan singlenya.Tulip masih enggan membayangkan hamil dna mengurusi anak bayi di usia muda.Dia ingin memuaskan masa mudanya terlebih dahulu sebelum menikah.Sehingga kelak saat berumah tangga Tulip fokus dan siap menghadapi kehidupan di pernikahan yang konon katanya seperti menaiki kapal di tengah lautan.Untuk Tulip yang tidak bisa berenang tentu saja mindset Tulip pernikahan itu hal yang tidak mudah.