Beauty And The Beast Indonesia.

Beauty And The Beast Indonesia.
Suara seorang perempuan


__ADS_3

Entah kenapa perasaan Tulip berubah pada Dhana,seketika perasaan sayang,kangen,semua itu mendadak hilang seperti kena sihir.Pada suatu malam seperti biasanya waktunya Dhana menelepon Tulip,namun kali ini Tulip sudah menunggu beberapa jam tapi masih pula Dhana belum menelepon Tulip.Akhirnya Tulip berinisiatif menelepon Dhana.


Setelah beberapa kali tidak diangkat,akhirnya panggilan yang ke lima diangkat seorang perempuan.Baru saja perempuan itu bilang "halo.."telepon nya sudah ditutup.Tulip ketakutan dengan pemikiran dan perasaannya sendiri.Membayangkan hal yang buruk yang terjadi.Paranoid diselingkuhi oleh pasangan membuat Tulip teringat kembali pengkhianatan Tio.Mendadak perasaan suka itu hilang seketika.Namun Tulip berusaha menyadarkan dirinya memang antara Tulip dan Dhana tidak ada ikatan apa-apa.Jadi ini bukan pengkhianatan.


Tulip bergegas tidur setelah mengusap air matanya yang sudah membasahi bantal tidurnya.Sudah larut malam menjelang jam satu pagi saat Tulip sudah terlarut dalam tidurnya,Dhana menelepon Tulip.SMS sudah di kirim Dhana beberapa kali belum mendapatkan balasan dari Tulip dan telepon yang ke sembilan kali tidak diangkat juga.Tidak mengherankan juga karena Tulip memasang mode diam jadi tidak akan terdengar suara panggilan dan SMS yang masuk.


Namun ikatan batin diantara mereka sudah terhubung.Tulip tersadar dari tidurnya melihat handphone nya dan menyalakannya.Melihat ada beberapa panggilan masuk dan pesan yang masuk.Membaca pesan dari Dhana bahwa dia barusan pulang dari kerja,sungguh hal yg diluar nalar,jam kerja yang tak lazim apalagi ada perempuan yang menjawab teleponnya. Sudah jam setengah tiga dini hari,baru saja Tulip hendak tidur lagi setelah Tulip membuka pesan dari Dhana,lagi -lagi Dhana menelepon Tulip.Namun Tulip enggan mengangkat telepon itu.Harus butuh mental kuat untuk mendengar alasan yang akan terdengar tidak lazim,siap dibohongi.


Keesokan paginya Tulip dibangunkan suara handphone yg sudah tidak di mode diam.


Dhana:......(diam..terdengar suara nafasnya yg berat..)


Tulip:Halo( nada pendek judes)


Dhana: maaf tadi malam aku telat telponnya,ada kerjaan.

__ADS_1


Tulip :"ya"


Dhana:"Kamu marah ya"


Tulip :"Tidak...kenapa marah..kamu bebas...aku bebas...kamu kan bukan pacarku..kita hanya berteman kan.."


Dhana:"Kenapa kamu tega berkata demikian.."


Tulip :"ok aku diam."


Tulip:" Aku mau mandi...tanya saja ma pacarmu itu."


Dhana:"Pacar apa ...?"kamu cemburu ya..


tapi cemburu sama siapa?Tulip...Tulip..."

__ADS_1


Tulip rupanya sudah menutup telepon.


Berikutnya tiap malam seperti hari-hari yang sudah-sudah,Dhana menelpon dan tidak diangkat,pesan dari Dhana pun dibaca namun tidak dibalas.Tulip berusaha melupakan Dhana.


"Aku tidak akan melepaskan mu begitu saja setelah sekian lama aku mengejar mu Tulip."Wajah Dhana tertunduk dadanya sesak,selera makannya hilang,semenjak berjauhan dengan Tulip selera makan Dhana jauh berbeda saat kuliah.


Seminggu sudah Dhana dan Tulip tidak berkomunikasi dua arah.Akhirnya pada hari ke delapan Dhana mengirimkan pesan setelah seminggu Tulip tidak mengangkat dan tidak menjawab pesan Tulip.


"Tulip,aku akan berkunjung ke kampus,aku ingin kita bertemu di depan masjid.Hari Sabtu."Begitu isi pesan Tulip.


Saat Tulip membaca pesan itu,hatinya senang bukan main,lupa dengan kemarahannya.


Tulip tidak sadar bagaimana Dhana bisa dengan yakin Tulip akan ke kampus hari Sabtu.Dhana memang jauh namun dengan handphone semua akses digunakan untuk menjaga dan mengawasi Tulip dari kejauhan.Dhana sudah bertanya jadwal kuliah dan waktu bimbingan skripsi Tulip.


Arjuna-arjuna itu silih berganti mendekati Tulip.

__ADS_1


__ADS_2