
Lagi -lagi...Dhana menggunakan air mineral untuk menunjukkan arti penting Tulip di dirinya.
Tulip terengah-engah karena mempunyai riwayat asma dan terakhir mendaki gunung ketika SMP waktu ekstra kurikuler PRAMUKA. Waktu gladi bersih Tulip hanya menunggu di atas di lokasi kajian.
"Istirahat sebentar dan minumlah dulu,ku tunggu...setelah relaks kita lanjutkan kembali perjalanan ke atas.." dengan sabarnya Dhana menawarkan air mineral pada Tulip.
"Makasih ya,kamu gpp bekalmu ku minum? bekalku sudah habis sejak dari tadi."Tulip menjawab.
"Kita harus menghitung persediaan air mineral kita agar cukup sampai atas."Dhana menjawab.
"Ntar kamu minum apa?"Tulip merasa sungkan.
__ADS_1
"Aku bisa minum dari air yang ada di atas dedaunan,nanti ada sungai kecil mengalir dan airnya bening jernih dingin bisa diminum langsung."Dhana menjelaskan
"O ya ...asyik dong...aku mau..aku mau .."Tulip ingin juga merasakan minum air pegunungan.Melihat Tulip minum dengan nikmatnya,Bina minta karena tak kalah hausnya dan bekal minumnya juga sudah di habiskan.
"Miki...Miki...Nyong ya pen ngombe Lip.."
Bina menyerobot air mineral botol milik Dhana.
"ahhh....segerrr....nyong pen maning nyong be isih haus "Bina masih kehausan.
"Jangan..Tio...itu minumku! nanti kalau aku pingsan,kau mau..gendong aku sampai atas!"Dhana si pemilik air mineral tidak merelakan hak miliknya diambil Tio.
__ADS_1
"Wkwkwkwk... wkwkwkk..."Bina dan Tulip tertawa geli melihat dan membayangkan bagaimana jadinya kalau Dhana pingsan,alangkah repotnya peserta nantinya membawa tubuh Dhana yang demikian besarnya menuju ke atas.
"Dasar lu gajah bengkak!!!pelit...!"Tio mengumpat karena selalu dirinya tidak dikasihani oleh Dhana sedangkan jika untuk Tulip dan Bina diberikannya air itu.
"Kenapa Bina dan Tulip kau beri air minummu...sedang aku tidak kau beri?dasar kau ibu tiri..pasti bermaksud mengambil hati Tulip!mengaku sajalah ..!"Tio masih emosi pada Dhana.
"Aku memang menyukai Tulip sejak pertama kali melihatnya..wajahnya yang cantik,manis ketika tersenyum..menenangkan jiwaku Tio..bodynya seperti model aduhai..Tulip cantik alami apalagi kalau dipoles..akan berkilau..tapi aku senang mencintainya,sudah cukup jika dia tidak melarang ku mencintainya.Kau sangat bodoh Tio ..sudah menyia-nyiakan Tulip.Pergilah jangan kau dekati Tulip karena hanya akan menyakiti hatinya.Biarkan aku menyembuhkan luka hatinya.Dia nyaman bersamaku karena aku menerima dia apa adanya.Meskipun Tulip tak menyadarinya,aku rela jika dia punya kekasih,aku masih bisa melihat senyumnya yang manis itu cukup bagiku.Melihatnya bahagia membuatku bahagia."Dhana menjelaskan perasaannya kepada Tio yang sudah mencampakkan Tulip dan mengkhianatinya.
Tio kembali berjalan menyusuri jalan setapak mengikuti Tulip di belakang.Tio masih belum bisa merelakan Tulip dan melihat lelaki lain mendekatinya.
Tio berkata dalam hatinya "Tulip ...maafkan aku ..sungguh...maafkan aku..aku kangen Tulip ...aku ingin memegang tanganmu.menggenggam erat tanganmu saat berjalan bersama..membuatku tenang...aku kangen kita saling bertatapan wajah...aku kangen Tulip..aku tak rela siapapun lelaki itu mendekatimu. Membuatku membara Tulip."
__ADS_1
Tio berusaha berjalan disamping Tulip,sesekali mencoba menyambar jemari Tulip,namun Tulip menyadari akan hal itu,dia berusaha menghindari Tio.Tulip sudah memutuskan untuk tidak lagi menaruh hati pada Tio.Tulip mengembalikan kebersamaan empat sekawan yang retak karena percintaan.
Bina tampak terus mengobrol dengan Tio sesekali Bina menepuk pundak kekar Tio.Karena logat daerahnya Tio sesekali tampak mencoba menahan tawa takut melukai perasaan Bina.