
KarenaTulip merupakan gadis idaman lelaki maka tak heran jika banyak pemuda yang tertarik padanya.
Suatu malam datang ke kos Tulip seorang mahasiswa angkatan dibawahnya.Pemuda ini tidak ganteng kulitnya item dekil bodoh sehingga di kelas selalu peringkat akhir.Yongki namanya keren tak sekeren penampilannya.
"Kak Tulip..aku sedang suntuk,aku dapat nilai jelek lagi harus remisi sedang aku tidak faham mata kuliah itu,dosennya galak banget kak..temenin aku ke wahana bermain yang di depan itu yuk..kakak juga kan diduakan pacar kakak..pasti butuh hiburan juga kan..,hehehe..."
"Enak aja..kalau ngomong..kalau nilai jelek belajar.Aku ga punya uang untuk kesana.Uang kirimanku mau ku tabung buat beli komputer dan printer sebentar lagi aku skripsi daripada aku mengerjakan di warnet mendingan aku menabung dapat komputer."Jawab Tulip.
"Aku yang bayari kak...tenang saja." jawab Yongki.
"Mmmmm...oke lah kau benar q juga butuh membereskan otakku saat ini."Jawab Tulip.
Bergegas Tulip ganti pakaian,seperti biasanya rambutnya yang sepundak hanya diikat dibelakang poninya digerai kedepan memakai kaos ketat lengan pendek dilapisi jaket dengan bawahan celana jeans beralaskan sandal.Sederhana sekali namun terlihat menawan.
Yongki sebenarnya mengajak Tulip keluar ada maksud ingin mengutarakan perasaannya dan ingin menjadikan tulip sebagai pacarnya.Akan tetapi Tulip tidak ada pemikiran ke arah sana karena Yongki angkatan dibawahnya artinya usianya lebih muda darinya dan bukan lelaki idamannya.
__ADS_1
Sesampainya di wahana bermain Yongki mengajak Tulip masuk ke wahana "rumah hantu."
" Sorry ya aku tidak mau masuk ke rumah hantu itu..kamu pasti berharap aku akan ketakutan terus memelukmu."
"wkwkwk... wkwkwkwk.. wkwkwkwk...kok kak Tulip tau perasaanku..sepertinya kita jodoh kak ...."Yongki menggoda Tulip.
" Astagfirullah....."
"lha terus kakak mau main wahana apa? aku nurut..."Yongki bertanya ke Tulip.
Tulip menjawab,"kesana saja yuk...keliatannya seru dan menantang,aku belum pernah mencoba."
"Aaau......"aku takut kak....serius mau naik ini...kak...."Yongki berpegangan tangan pada Tulip karena tempat duduknya berdampingan.
"Aku tak takut bahkan aku rasanya ingin mati saja sudah diduakan Tio,rasa maluku menyiksaku Yongki..."
__ADS_1
Aaaaaaa......Aa.....tolong.....!!!!....
a......a.....a.....
Wahana mulai meluncur pelan kemudian kereta berbalik atas bawah...begitu selanjutnya. Apabila ditahan serasa mau mati saja jadi lebih seru berteriak malah bisa meluapkan emosi dengan berteriak sekencangnya...
Setelah selesai peserta dipersilahkan keluar meninggalkan wahana.
Tulip berjalan sempoyongan perlahan sambil memegangi kepalanya,berputar kesana kemari mencari sosok Yongki.
"uwek.....uwek.....uwek..."Yongki sedang muntah di tong sampah.Rencana Yongki mengutarakan perasaannya gagal karena kondisi mereka tak memungkinkan membahas perasaan mereka jangankan mengobrol,membawa tubuh mereka saja kesulitan.
"Ayo pulang,antar aku..aku sudah tidak tahan kepalaku pusing tujuh keliling rasanya mau muntah tapi tak bisa muntah." ajak Tulip.
"sebentar kak tak istirahat sebentar,setelah itu aku akan mengantarmu pulang,ada sesuatu yang ingin aku omongin kak."
__ADS_1
" Ngomongnya kapan-kapan sajalah,SMS saja."
Setelah Yongki berangsur membaik mereka bergegas pulang ke kos Tulip.