
Di awal perkuliahan pada semester awal mengisahkan bagaimana proses Tulip bisa menjadi pacar Tio.Disini dilain kesempatan,Tio sedang bersama dengan teman akrab mereka para marbot masjid kampus. Marbot bertanggungjawab atas kebersihan masjid. Mereka di beri ijin untuk tidur di ruangan masjid yang disediakan khusus di samping masjid. Dengan kata lain mereka bisa menghemat uang kiriman dari orang tua mereka untuk kuliah karena tidak perlu mengeluarkan uang untuk kos.Mereka bisa menggunakan uang tersebut untuk keperluan kuliah seperti menggunakannya untuk membuat tugas perkuliahan.Mereka semua ada 4 orang marbot masjid kampus dan yang satunya marbot masjid perumahan dekat kampus.
Tio,Dilah,Suryo,Cecep adalah marbot masjid kampus,mereka dijuluki empat sekawan karena setiap kesempatan mereka selalu terlihat berempat.Sedangkan Edong adalah marbot dari masjid perumahan. Usianya jauh lebih tua dari empat sekawan karena dia setelah lulus SMA tidak langsung melanjutkan ke perguruan tinggi tetapi bekerja terlebih dahulu mengumpulkan biaya untuk kuliah.Cita -citanya ingin menjadi polisi akan tetapi sudah dua kali mencoba masuk gagal terus dikarenakan berat badannya kurang ideal dengan kata lain terlalu gemuk 1kg,gagal. Padahal dia sudah diet terus menerus.Juga tingginya kurang 1cm,gagal.Pada akhirnya menyerah dan memutuskan untuk kuliah saja.
Apa hubungan mereka dengan Tulip? Mereka semua berlima berniat ingin mengutarakan cinta mereka kepada Tulip.
Yang pertama kenal Tulip adalah Cecep,berasal dari Brebes tubuhnya yang bantet lulusan pondok pesantren ternama moto hidupnya "Dosa bak debu yang menempel di kaca,tak apa kaca berdebu asal jangan lupa mengelapnya."
Pertama kali Cecep berkenalan dengan Tulip di acara keagamaan di awal perkuliahan pada semester awal.Cecep terpana dengan kecantikan Tulip yang sempurna seperti bidadari surga berkerudung dan selalu tersenyum di sela-sela bicaranya.Keesokan pagi Cecep berniat datang berkunjung ke kos Tulip yang lama sebelum yang sekarang.Alangkah kagetnya menemui Tulip dengan pakaian celana pendek dengan paha mulusnya kelihatan 10 cm diatas lututnya,atasan kaos oblong lengan pendek. "Subhanallah...indah sekali pemandangan kali ini..."dalam hati Cecep..jantungnya berdegup kencang.Selama di pondok pesantren hanya untuk mengintip santri perempuan saja hanya untuk bisa melihat wajahnya saja.
Setelah pulang dari kos Tulip..Cecep frustasi karena Tulip hanya mengenakan pakaian tertutup dan berkerudung hanya pada acara-acara keagamaan saja. Cecep berusaha membujuknya agar berkerudung seterusnya tapi Tulip belum bisa menyanggupinya karena Tulip seringnya telat masuk kelas.Apalagi kalau harus memakai jilbab terlebih dahulu.Hanya untuk memakai hijab segiempat ( hijab formal untuk kuliah yang diperbolehkan ) saja bisa satu jam untuk mendapatkan posisi jilbab yang sempurna garis lengkungnya. Biasanya Bina yang membantunya memakai jilbab segi empat karena mereka satu ORMA.
"Secara otomatis koen tereliminasi neng...padahal yong berharap koen pen tak dadikna ibuke anak-anake yong mbesuk Tulip.."Cecep harus merelakan harapannya musnah untuk menjadi pacar Tulip karena setelah berkaca bareng ternya Tulip jauh lebih tinggi dari Cecep. Cecep malu membayangkan kalau menikah lebih tinggi istrinya.Disamping itu Cecep mencari jodohnya yang berjilbab segi empat untuk sehari-harinya seperti santriwati.
Suatu hari empat sekawan dan Edong datang berkunjung ke kos Tulip. Seperti biasanya Tulip mengenakan kulot pendek dengan atasan kaos oblong lengan pendek.Tulip duduk menemui mereka di ruang tamu kos.Tulip duduk.
"subhanallah... subhanallah... subhanallah..." Cecep memegang dadanya dengan tangan kanannya sambil melototi paha Tulip yang tersuguhkan.wkwkwkwk...seperti dapat rezeki nomplok tak mau di sia-siakan.
__ADS_1
Suryo menyapa Tulip dan mengobrol dengan ramah kepada Tulip.Karena Suryo bukan lulusan pondok pesantren melihat penampilan Tulip dirasa biasa saja. Suryo menawarkan boncengan jika setiap saat butuh tumpangan.
Dilah juga menawarkan tumpangan jika dia sedang tidak masuk kerja Karena Dilah kuliah sambil bekerja di pabrik dengan jam masuk sif siang malam.Dilah optimis ingin mendapatkan Tulip karena mengetahui kriteria yang diberikan bapak Tulip untuk jadi pasangan Tulip.
Tio baru kali ini bertemu dengan perempuan sempurna kecantikannya.Cantik natural. Tio membayangkan apabila memakai make up pasti luar biasa."Sungguh pria beruntung yang mendapatkan Tulip,bisa menghemat uang tanpa bersolek sudah cantik."
"Apa kamu tidak kedinginan Tulip...?" Tio bertanya
"Kamu sedang ga enak badan Tio?"tanya Tulip."Sebaiknya kamu tutup jendela belakangmu."Tulip memberi saran.
"Aku kepanasan melihatmu kedinginan." Sambil menatap paha Tulip.
"Berani - beraninya Tio berkata seperti itu..apa dia pikir aku tidak punya perasaan apa....mukaku seperti di tamparnya.Awas kalau dia jatuh cinta padaku...tak Sudi aku menerimanya.."Tulip marah.
Tulip tidak mungkin meminjam bawahan pada teman kosnya karena tidak mungkin bisa muat karena teman-kosnya berpostur mungil-mungil.
Bina datang ke kos Tulip,melihat ada Tio Bina langsung duduk di samping Tio dan menyuruh Suryo pindah kursi.
__ADS_1
Karena lama Tulip tidak keluar,Bina masuk ke kamar Tulip.
Bina memberi solusi,"pakailah selimutmu kain tenun itu lilitkan seperti jarik." Akhirnya Tulip keluar menemui mereka dengan cemberut.
"xixixi...xixixix...xixixixii... wkwkwk..... wkwkwkwk...."
Mereka semua tertawa ramai-ramai..
"Eh...jangan kalian tertawakan Tulip,dia sudah berusaha menutup auratnya,hargai itu!"gertak Edong.
Edong memang gaya bicaranya tegas bak polisi akan tetapi kalau sudah didepan perempuan dia seperti bulu angsa yang halus lembut.
"Dah punya pacar kau Tulip? kalau belum aku bersedia menjadi penjaga hatimu.."Edong menundukkan kepala sambil tersipu.
Empat sekawan dengan kompak melempari Edong dengan kacang oven yang ada di meja tamu.
"Perlu kau tau Tulip...niat kami semua kesini itu satu tujuan kecuali Cecep,dia hanya penunjuk arah jalan ke kosmu.Kami mempunyai perasaan suka ke kamu tapi kami semua sportif siapa yang diterima tidak akan saling dendam."
__ADS_1
"Kalau begitu jangan paksa aku menjadi pacar salah satu dari kalian,agar kalian selalu kompak.Kalian semua penyemangatku karena kalian kalau sedang berkumpul jadi ramai dan lucu. Sepertinya kalian semua bukan tipeku.