
Tulip:"Dhana...aku akan diikutkan ujian skripsi gelombang pertama jika aku bisa menyelesaikan skripsiku semester ini.Artinya kalau skripsiku ACC,aku ikut ujian."
Dhana:"Sungguh ...mau aku kirimi hadiah apa supaya kamu bersemangat menyelesaikan skripsimu?"
Tulip:"Aku tidak mau hadiah darimu,aku tidak mau berhutang,kelak aku bisa kewalahan membayarnya.Karena hutang budi itu tak terhingga nilainya."
Dhana:"Aku tak menyuruhmu berhutang pada Budi...hanya memberimu hadiah untuk penyemangat dan aku tidak mengharap apa-apa darimu."
Tulip:"Tidak terima kasih Dhana,semangati saja aku dengan cerita.Itu bisa mengusir penatku."
Dhana:"Baiklah.."
Begitulah percakapan mereka di telepon.Karena tidak ada komitmen diantara mereka.Hubungan mereka masih menggantung.
Pada suatu malam Yongki yang masih belum menyerah mencoba lagi mengajak Tulip keluar berencana akan menembak Tulip.Masih berencana ke wahana bermain.
"Kali ini aku harus berhasil",gumam Yongki.
Singkat cerita mereka berdua keluar ke wahana bermain dekat kos.
"Kali ini aku akan mentraktir kakak apa saja yang kakak minta."Ujar Yongki.
"Aku mana tega ditraktir anak kecil,lagian itu kan uang orang tuamu."Kata Tulip.
"Kita pakai uang kita masing-masing aja ok..."kata Tulip,tradisi Tulip tidak mau ditraktir cowok karena biasanya berdasarkan pengalaman sesudah cowok mentraktir pasti ujung-ujungnya nembak dan benar saja memang rencana Yongki setelah bermain Tulip akan diajak makan malam bersama selanjutnya Yongki mengutarakan perasaannya.
Nada dering handphone yang khusus disetel untuk panggilan dari Dhana berbunyi,Tulip mengangkatnya.Singkat cerita Dhana sedang mengecek keberadaan Tulip,meskipun jarak jauh tetapi Dhana bisa mengendalikan situasi dan mengawasi Tulip menjaganya agar tak jatuh ke pelukan lelaki lain.Dhana orang yang cerdas meskipun tak seganteng Lee Min Ho,Dhana tahu apa yang dibutuhkan wanita dan bagaimana cara memanjakan wanita.Malam itu Tulip dan Yongki bergembira bukan layaknya pasangan kekasih tetapi layaknya kakak dan adik.Setelah letih bermain berbagai wahana,mereka berdua merasa lapar dan haus.Benar saja sembari menunggu makanan,Yongki menembak Tulip mengungkapkan isi hatinya.
Yongki:"Kak...kakak pasti sakit hati sudah diduakan Tio..kenapa tak pacaran lagi dengan cowok lain kak?"
Tulip:"Aku belum menemukan cowok idamanku.Itu saja."
Yongki:"Aku tahu banyak cowok ganteng yang naksir kakak dan banyak yang sudah kakak tolak.Siapa tahu kakak mau pacaran denganku.Aku kan tidak ganteng jadi kakak tidak kuatir bakalan di taksir cewek lain,aku tipe setia kak..hehehe."
Tulip:"Iya aku tahu itu.Tapi apa kamu ga kasihan aku apa Yong...aku cantik seksi begini pacaran ma kamu yang seperti gula kacang..kita temenan aja,kan lebih seru..ga da kata putus..ya kan.."
Yongki:"Aku di tolak ni kak ceritanya...aku g jadi mentraktir kakak ah kalau begitu"
Tulip:"Mangkanya kan aku dah bilang kita bayar sendiri-sendiri aja."
Tulip:"Aku suka banyak teman Yong..ga bikin capek hati..aku ga lagi mencari pacar tapi aku mencari suami Yong."
Yongki:"Ok...aku siap kak jadi suamimu tapi aku kuliah dulu setelah lulus dan kerja aku akan menikahi kamu kak.Bagaimana..?
Belum lagi Tulip menjawab,Yongki berkata lagi.
Yongki:"Apa...kakak...sudah pengen sekali...aku mau kak nikah sekarang tapi nikah siri dulu gimana kak? nanti kalau sudah lulus aku sudah kerja,kita nikah resmi.Aaaaaghh....kita malam pertama pasti kakak masih perawan Ting..Ting..agh....kakak...."
Tulip:"Woooi....bangun... istighfar...Woooi..."Tulip menggerakkan tangannya melambai-lambai di depan wajah Yongki yang sedang mengkhayal yang tidak-tidak.
Yongki:"Wooooi....eh...iya istriku yang cantik...mmmuach....kapan jadinya kita menikah kak...?"
Tulip:"Yongki...!!! istighfar..."
Yongki:"Kakak...gimana.."
__ADS_1
Tulip:"....."
Tulip kehabisan kata menyadarkan Yongki yang mengkhayal terlalu dalam dan akhirnya diam seribu bahasa.
Yongki:"Kak....kakak marah?"
Tulip:"Mmmmm....dah sadar belum?"
Yongki :"Hehehe...su..su..sudah kak."
Tulip:"Oke..."
Mereka menyantap makanan dan minuman yang dibayar masing-masing kemudian Yongki mengantar Tulip kembali ke kosnya.
Keesokan harinya Tulip bergegas ke kampus berencana menemui dosen dan minta bimbingan skripsi mulai masuk gerbang kampus semua mata memandang ke arah Tulip.
"Apa aku tampak cantik sekali hari ini? perasaan aku sudah berkali-kali mengenakan setelan seperti ini.
"Tulip....selamat ya...kapan nikah...jangan lupa ngundang kita ya .."sapa beberapa mahasiswi dan mahasiswa di kampus.
"Ok...ok...doain ya..."Tulip membalas.
Berjalan lagi Tulip beberapa langkah kemudian naik tangga..bertemu dengan Yongki.
"Kakak....kapan.. kita adakan acaranya?"Yongki bicara sambil tersipu.
"Kenapa lu Yong...mungkin bulan depan bisa kita laksanakan kalau dananya sudah cair,eh iya hubungi Dhana aja siapa tahu habis gajian di mau transfer."
Yongki:"Mana mau dia transfer buat kita kak...!pake uang orang tuaku aja kak."
Yongki:"Mmmmm..berarti kakak siap ya bulan depan....aku sudah tidak tahan lagi...auuuuu!"
Tulip:"Errorejer ni anak!
Terjadi kesalahpahaman antara Tulip dan Yongki.Yongki membicarakan tentang acara pernikahannya dengan Tulip sedangkan Tulip membicarakan tentang acara kegiatan kampus.
Tulip berjalan lagi dan berpapasan dengan Bina.Bahwasannya Tulip disuruh bertemu Vina di posko hendak membicarakan hal serius dan genting.Maka Mereka bergegas ke posko.
Sesampainya di posko barulah Tulip tentang apa yang terjadi hari itu.
Vina adalah senior di organisasi tersebut menganjurkan agar Tulip dan Yongki segera menikah kalau bisa hari ini juga karena bukan muhrim sudah pergi bersama ke wahana bermain dan menghabiskan malam bersama itu dosa.
Mendengar hal itu membuat Tulip seperti disambar petir.Tulip bingung dengan ucapan Vina itu serius atau hanya guyonan belaka.
"Vina...aku belum juga menyelesaikan skripsi,kepalaku masih nyut..nyut..an,sekarang kamu suruh aku menikah...dengan orang yang dekil itu...dan bukan kekasihku..mendingan aku menikah dengan kekasihku Vina.."Tulip emosi karena menikah itu bukan perkara ijab kobul saja.
Vina menjawab:"Kamu kan sudah melakukan dosa sama Yongki Tulip ya kamu harus secepatnya menikah dengan Yongki!"
Tulip:"Gila kamu Vina...trus kalau aku hamil...masih skripsi...kamu mau bantu ngurus anakku..ih...amit-amit...gila...kamu gila Vina...!!!"
Vina:"Anakmu nanti pasti lucu...akan aku godain dia...xixixi..."
Tulip:"Gila kamu Vina..gila.."
Tulip bingung bukan kepalang karena dia mengerti kalau sudah salah menjawab obrolan Yongki tadi dan merasa malu bukan main pada semua mahasiswa dan mahasiswi yang sudah menyapanya.Begitu cepat hal itu tersebar ternyata Vina memberitahu hal tersebut ke Yongki dan tentu saja Yongki senang kegirangan dan segera menyebarluaskan hal pernikahan konyol itu ke semua orang dan berharap tak ada lagi lelaki yang mendekati Tulip karena sudah menjadi calon istrinya.
__ADS_1
Sebenarnya Yongki tidak melakukan dosa besar tetapi karena Yongki ditanya Vina mengenai kunjungan mereka ke wahana bermain malam hari dan Yongki ada perasaan ke Tulip dijawabnya agar ada jalan untuk bersatu dengan Tulip,dengan kata lain Yongki sudah berbohong.
Tulip bingung ingin mencari Yongki dan memarahinya karena menggunakan akal licik untuk mendapatkannya karena dengan memberitahu Vina soal ke wahana bermain tapi Tulip malu sudah salah menjawab pertanyaan Yongki.Tulip ingin menangis tapi ditahannya karena banyak orang di kampus.
Tulip tidak jadi bimbingan skripsi dan kembali ke kosnya. Seperti jadwal biasanya di jam kantor Dhana menelpon Tulip.
Dhana:"Tulip.."
Tulip:"Mmm..."
Dhana:"Sedang apa kamu...kenapa suaramu lesu ..?"
Tulip:"Ga pa...pa..."
Dhana:"Kamu ga ke kampus...ketemu Vina ga tadi?"
Tulip:"Iya...kok kamu tahu?"
Dhana:"Iya tadi malam aku menelpon Vina lama g jumpa kami kan satu geng kuliah."
Tulip:"....."terdengar dengan samar suara Tulip menangis.
Dhana:"Tulip...kamu menangis..?"
Tulip:"....."Semakin jelas suara tangis Tulip dan Dhana cemas mendengarnya
Dhana:"Apa yang membuatmu menangis Tulip...bilang aku..siapa tahu aku bisa membantu."Dhana dengan suara lembut dan perhatian mencoba menenangkan Tulip.
Tulip:"Vina menyuruhku menikahi Yongki kalau perlu hari ini juga,aku malu pada semua orang di kampus,mereka tahu semua..aku bingung harus bagaimana..huhuhu...(jrot..)."Sesekali Tulip membereskan ingusnya.
Dhana:"Sebentar...biar ku telpon Vina.Kamu tenang dulu Tulip. Jangan menangis,dadaku jadi sesak jika kamu menangis.Aku tutup dulu telponnya."
Malam itu,ketika Dhana mengetahui kalau Tulip sedang berduaan dengan Yongki di wahana bermain,Dhana menelepon Vina bertujuan agar Vina menelepon keduanya supaya lekas pulang karena Dhana terbakar api cemburu mengetahui hal tersebut.Akan tetapi Dhana tidak jelas mengatakan maksudnya sehingga pada keesokan harinya barulah Vina mencari Yongki dan membacakan dalilnya.Dhana kecewa mengetahui kenyataan Tulip dan Yongki berduaan semalam menghabiskan malam bersama di wahana bermain.Delanjutnya Dhana menelepon Vina kembali untuk meluruskan kesalahpahaman itu.
Dhana:"Vina,elu gimana si...kok menyuruh Yongki Ama Tulip nikah..lha gue trus nikah ma siapa coba..?
Vina:"Maksud kamu...kamu juga pengen nikah..?"
Dhana:"Elu tu ya..g berubah..Oneng ...Oneng .."
Dhana:"Intinya...Tulip ini nangis di kos karena sedih kamu suruh nikah sama Yongki."
Vina:"O...kamu yang pengen nikah sama Tulip...lho..mulai kapan kalian ....halo...halo ..."
telepon sudah ditutup Dhana padahal Vina masih penasaran kapan mereka mulai mempunyai hubungan asmara.
Vina kemudian menelepon Yongki dan Tulip.
Vina:"Maaf ya Tulip,ternyata yang ingin menikahi kamu itu Dhana xixixi...kamu beneran suka sama Dhana..di bayi gajah Tulip?Jangan sakiti hatinya,Dhana itu sahabatku jangan kamu permainkan hatinya."
Tulip:"Dia sampai saat ini belum nembak aku Vina,tapi kami seperti...ah aku tidak tahu Vina.Hubungan ini menggantung.Aku tidak bisa menerima lelaki lain masuk karena takut jikalau menyakiti Dhana,tapi aku juga takut menganggapnya sebagai kekasihku karena dia belum nembak aku."
Vina:"Gitu ya..."
Begitulah sekilas omongan mereka di telepon.
__ADS_1