Beauty And The Beast Indonesia.

Beauty And The Beast Indonesia.
Cacing kepanasan


__ADS_3

Tulip duduk di jok paling belakang bersama Dhana agak sempit karena harus berhimpitan.Dhana memerintah salah satu peserta duduk di samping Tio.Pembalasan telah di mulai.


Jok bis paling belakang muat beberapa orang tapi resikonya kalau rem mendadak bisa tersentak meluncur ke depan jadi kurang nyaman sebenarnya untuk perempuan.Karena keadaan terpaksa Tulip tidak bisa berbuat apa-apa.Dhana mengobrol panjang mengenai bagaimana kelanjutan kegiatan nanti di atas.Tempatnya sejuk karena pegunungan.Ada pos-pos pendakian dan beberapa permainan agar peserta tidak bosan.Dari tempat duduknya,Tio mencuri pandang pada Tulip dan Dhana."Tulip..tulip...kenapa kamu g sadar juga kalau Dhana itu berusaha mendekatimu.Sialnya aku,dari dulu menjadi pacarnya tapi tak pernah memelukku seperti itu."

__ADS_1


Tulip tidak merasa tertarik pada Dhana cuma perasaan nyaman yang dia rasakan.Dhana bukan orang yang suka memanfaatkan keadaan.Meskipun duduk berhimpitan sebisa mungkin membuat Tulip nyaman.Dhana juga minder pada bau badannya.Sesekali bis melaju kencang dan sesekali mengerem.Saat seperti itulah Tulip harus berusaha kuat agar badannya tidak terdorong ke depan,Dhana pun membantunya menahan pundak Tulip agar tidak terantuk ke depan.Tetapi kondisi seperti itu tidak jadi kesedihan karena Tulip gampang sekali menertawakan sesuatu bahkan bagi orang lain tidak lucu,Tulip bisa tertawa terpingkal-pingkal.Apalagi Dhana sengaja bertingkah lucu dengan memainkan badannya hingga seperti badut yang beraksi.Tulip tertawa terpingkal-pingkal hingga banyak mata mencari sumber tawa itu. Tio bergemuruh melihat mereka berdua.Wajah tampannya menjadi sia-sia karena gagal mendapatkan kembali hati Tulip.Tio diam tak bergeming tak berekspresi sesekali mengusap keningnya,di pijitnya sesekali karena sebenarnya dia ingin berkelahi dengan Dhana,meninju muka Dhana menghajarnya sampai babak belur berdarah-darah,membantingnya ke pintu dan melemparkan tubuhnya keluar bis.


Tulip tidak menyadari kalau kenyamanan yang diberikan Dhana nantinya membuat terbuai hingga terjadi yang namanya cinta itu buta.Kelak Tulip menikah dengan Dhana dan seperti dongeng mereka kelak seperti cerita "beauty and the beast."

__ADS_1


Pemandangan daerah atas di pegunungan begitu menawan.Sampailah di lokasi kegiatan outbond.Para peserta mulai turun dari bis sambil mengemasi perlengkapan dan peralatannya.Sejuknya udara pegunungan membuat para peserta kegirangan.Disuguhi pemandangan berbagai macam tanaman bunga,kaktus hingga beragam tanaman sayur mayur yang dijajakan para pedagang di sepanjang jalan dan area penginapan.Memanjakan mata yang melihat.


"Tulip,kalau sudah selesai kegiatan nyong e temenin lihat-lihat ya...nyong pen beli kembang.Mbakayune nyong nitip mawar nggo nang kontrakan.Ya Tulip ya.."Bina minta di temani membeli beberapa bunga untuk di tanam di teras kontrakannya.Bina mengontrak bersama kakak perempuannya yang berprofesi menjadi perawat di sebuah rumah sakit swasta yang cukup besar dan ternama.

__ADS_1


"Tio..kamarmu sebelah mana..nyong neng Kana lho.."Bina selalu tahu di mana Tio berada. Bina mengagumi wajah ganteng Tio namun berkali-kali Bina mengutarakan perasaannya di tertawakan Tio,dikiranya Bina hanya bercanda karena Bina mempunyai karakter yang humoris di tambah logat daerahnya yang ngapak membuat semua telinga yang mendengarnya merasa geli dan membuat tertawa .


__ADS_2