Bebek Jelek Diantara Angsa

Bebek Jelek Diantara Angsa
bab 2


__ADS_3

'Selamat ulang tahun' tulisan di samping pita berwarna pink ada di kotak kado hitam yang pagi ini teronggok di mejaku. Namun setelah itu perhatian ku teralihkan


"Wahhhh!!!!, Putri kamu udah liat grub angkatan hari ini?" Perempuan berambut panjang yang ada di depanku bersuara sambil menyodorkan hpnya kearah ku untuk melihat apa yang terjadi di grub angkatan pagi ini


(Informasi harian SMANSA)(9 jam yang lalu)


'di sebelah cewek cantik selalu ada cewek cantik juga. bener nggak?'


(Menampilkan foto Tiara, Tasya, Siti, dan Putri sedang berdiri di kantin)


'Tiara Azahra tetep cantik banget walau di foto oleh hp butut wkkwkw' (Balas siswi lain)


'Bukan cuma Tiara, cewek-cewek lain di sebelahnya juga cantik, cuma satu yang enggak wkwkwkw, apa enggak sadar diri? Wkwkwk' (siswa lain membalas)


"Chahahhahha" suara tawa cewek berambut panjang yang menunjukkan isi grub chat itu membahana di seisi kelas, ia mentertawai isi chat yang ada di grub itu atau apa?. "Aku iri banget sama kamu, bisa masuk sosial media sekolah" katanya dan tawa anak-anak lain yang terdengar malu-malu juga mengiringinya


"Kamu enggak papa?" Anak cowok yang duduk di sebelahku bertanya pada aku yang hanya bisa mematung.


Bebek jelek yang ada di antar para angsa. Saat dia menyadari kalau dia hanyalah bebek. Apakah dia merasa seperti ini juga?


"Kamu liat grub sekolah kita?", "Siapa dia? Kasihan sekali". "Itu si Putri" "dia itu pesuruhnya Tiara" "dulu dia benar-benar gemuk, sekarang sih udah lebih kurus banget". Anak-anak cowok yang ngobrol di lorong sekolah itu baru menyadari aku datang saat salah satu dari mereka menoleh. "Dia denger" "tapi kenapa dia deket-deket dengan Tiara dan teman-temannya ya" salah satu dari mereka masih berbicara


Aku menyadari walau ia sudah berusaha keras tapi bebek dan angsa tetap tidak akan jadi teman


"Hei!" Tiara sudah ada di atas tangga dekat cowok-cowok itu berdiri, "kalo enggak berani ngomong di depan, jangan berpikir itu hal yang bagus di katakan di belakang" tegurnya pada anak-anak cowok itu, "emangnya kalian siapa bisa ngejudge orang sembarangan?", Cowok-cowok tadi menunduk. "Aku mau kalian minta maaf sekarang"


"Maaf Tiara" cowok-cowok bersuara bersamaan


"Bukan denganku, tapi dengan Putri" Tiara masih tidak selesai


Mereka berdecak, "maaf" "ayo kita pergi" "ayo-ayo"


Tiara turun dari tangga dan melangkah ke arahku "Emangnya apa salah kamu coba, sampe harus denger ucapan seperti itu dari mereka?" "Bikin kesel aja", "hmmm yaudah aku mau rapat koordinasi kelas dulu" ia beranjak pergi tapi aku menahannya


"Kamu beneran jadi ketua kelas?" Tanyaku "bukannya kamu tidak suka jadi pusat perhatian?"


"Bukannya kamu bilang jadi ketua kelas itu keren?" "Waktu SD kamu pernah ngomong gitu" jawabnya


"masih kamu inget?"

__ADS_1


"Aku inget karna kamu yang bilang" .


Tidak tahu kenapa, angsa seperti bilang kalau bebek juga punya pesonanya sendiri


"Hmmm, makasi udah di bela tadi"


"Jangan cuma di dengerin aja pesan dari aku dan jangan menghindar lagi dari aku" Kata Tiara dan aku hanya mengangguk lalu dia pergi.


"Slamat ulang tahun Putri"


Prak prak prak (Tasya menggeprak meja)


"Slamat ulang tahun Putri cantik"


Tak tak dung dung


"Selamat ulang tahun, yeaaaaaah"


Tasya dan Siti bersorak riang, lalu Siti meniup dengan semangat lilin yang ada di kue ulang tahunku yang di beli oleh Tiara


Tiara yang menyaksikan kedua orang aneh yang ada di depannya tidak tahan untuk mengatakan sesuatu, "Bisa nggak, enggak ngikutin kita terus?" Tanya Tiara ketus


Meski ini bukan teman-teman SMA impian yang aku bayangkan saat masih kecil.


"Heeeeemmmmmmmm, kuenya harum banget" "ini pasti enak" crap! Tasya mengigit apel yang dia pegang dari tadi


"Tas?" Heranku "kamu sedang diet?"


"Manajer aku bilang lengan aku masih belum ideal" crap!, Ia mengigit apelnya lagi


"Ternyata artis juga manusia biasa ya, hehehe" jawabku canggung


"Aku sebenernya udah kenyang liat kalian makan, jadi aku bakal ambil satu potong aja kok" ujar Siti yang lalu membelah kue ulang tahun itu dan ia meninggalkan setengah lingkaran dari kue, "kan hanya sepotong" ia lalu menyuap sesendok dari hanya sepotong kuenya itu "Yak Allah - yak Allah, nghaaaaa nghaaaa" entah apa yang terjadi tiba-tiba dia menangis. "Begini ternyata rasanya krim kue yang sebenernya nghaaaa nghaaaaa" "aku baru pertamakali makan makanan enak seperti ini ngahaaaaaa" ia menutup wajahnya dan kembali menangis "Terimakasih sudah berulang tahun Putriiii, kalo kamu enggak ulang tahun sekarang, aku mana bisa makan makanan ini sekarang, ngahaaaa"


Tapi teman-teman seperti ini juga tidak buruk, ya mereka memang sedikit aneh.


Tasya menepuk-nepuk pundak Siti untuk menenangkannya lalu salah fokus dengan case handphone ku "itu bukan orang yang aku kenal kan?"


"Ini Angga Ramadhan dari Dear Zico" Aku mengangkat handphoneku dengan semangat

__ADS_1


"Yak Allah mata gue sakiiiiiiit" Tasya menghalau handphoneku dari pandangannya


"Eh emangnya kenapa? Kalo enggak suka setidaknya jangan ngejek dong" kataku penuh kasihan melihat Anggaku di perlakukan semena-mena oleh Tasya, lalu aku memampangkan lagi gambar Angga ke wajah Tasya


"Aaaaaa perih mata gue" dan gue tunjukin lagi gambar Angga


"pinggirin!".


Saat pulang sekolah Tasya membuat grub chat dan mengundang kami berempat


(Grub Tiara and the gank)


"Ini grub chat kita" -Tasya


"Ini pertama kali aku di undang di grub chat, aaaaaaa terimakasih teman-teman sudah mengundangku" -Siti


*Tiara Azahra keluar dari grub*


"Hahaaaa"- Putri


*Tasya mengundang Tiara Azahra*


"Jangan malu-malu" -Tasya.


Pagi ini di lorong tangga sekolah, Dika si cowok yang duduk di sebelah aku sedang bermain game di handphonenya seperti biasa dengan wajah serius dan aku menonjok-nonjok pundaknya agar dia terganggu "Main game terussssss"


"Berhenti Put!, kamu itu belum ngumpul tugas evaluasi, yang lain udah pada ngumpul, cepet kumpulnya di aku" masih dengan wajah serius bermain game


"Yang lain udah pada ngumpul?"


"Iya tinggal kamu doang yang enggak"


"Yaaaaah maaf deh boss, gue karyawan yang telat" ujarku dengan wajah sedih agar ia merasa kasian


"Putrriiiiiiiiiiiiiii" Panggil Tasya dengan suara nyaring sambil membawa seorang cowok di belakangnya, aku menoleh. "Ini hadiah ulang tahun untuk mu" Tasya bergeser dan ternyata ia membawa Angga Ramadhan di belakangnya


"Hmmm Selama Ulang Tahun" Angga bersuara dengan malu-malu


"Tasya, Putri tidak bernafas" Siti menyentuh bawah hidungku untuk melihat apakah masih ada oksigen yang wara Wiri di sana

__ADS_1


"Sampe segitunya put?" Tasya melihat ke arah Angga yang hanya mesem-mesem, perasaan nih anak kagak ganteng-ganteng amat" gerutu Tasya.


__ADS_2