Bebek Jelek Diantara Angsa

Bebek Jelek Diantara Angsa
bab 11


__ADS_3

Author POV


Tiara mengambil hpnya dan mengetik


'Putri, kenapa kamu telat?'. Dengan baju cokelat panjang turtleneck yang agak ketat di padu dengan celana jeans casual, Tiara sudah siap belajar di kafe yang sudah di sepakati dengan Putri namun sudah sepuluh menit ia menunggu, Putri belum juga datang


Tidak berapa lama pesan Tiara pun di balas, namun di balas dengan foto Putri sedang di keteki oleh Tasya


'hai Tiara, Putri aku culik hari ini'


'selamat belajar dengan Siti'


Tiara mengerutkan keningnya "hah?"


Tak tak tak, suara sepatu kasar masuk kedalam kafe "ah, Hai" Siti melambaikan tangan ke arah Tiara yang duduk di dekat kaca. Ia datang dengan kaos duoble, satu yang panjang berwarna putih lalu di timpa kaos pendek oversize berwarna merah terang dan tetap dengan rambut di kepang


Tiara menoleh dengan wajah horor ke arah Siti yang dari kejauhan saja sudah nampak mencolok dengan lambaian tangan serta baju merahnya, belum lagi dengan tumpukan kertas yang di peluknya berjatuhan saat ia bersemangat melambaikan tangan membuat seisi kafe menoleh ke arah nya sebentar


Truk tuj tuk truk, Siti duduk di meja Tiara padahal belum sempat Tiara selesai mengirim pesan dengan Putri


"Hahhhah" Siti menghela nafas "kamu mengajakku belajar untuk ujian, kan?" "Aku tersentuh kamu mikirin aku" Siti berkata dengan senyum lebar dan memampang giginya dan Tiara masih menganga memegang handphone


"Aku biasanya langsung ngantuk kalo baca buku. Tapi, aku akan berusaha untuk tetap bangun. Terimakasih sudah mau mengajak ku belajar".


Di lain tempat Putri mengigit jarinya dengan serba salah melihat Tiara menelponnya namun Tasya melarangnya untuk mengangkat "eh Tas, kita akan baik-baik aja kan? Tiara kagak marah kan?"


"Haaaah" Tasya membuang nafas besar "jangan khawatir, Tiara nggak mungkin mau bunuh kita" Tasya tengah melihat hpnya ada pesan masuk. "Ini lagi" ia menggerutu


'Tasya, kamu nggak lupa kita main keluar hari ini kan?' -Dina


'aku udah bilang, aku nggak bisa. hari ini ada kelas acting. maaf.' -Tasya


"Kamu batalin janji sama temen-temen kamu lagi?" Putri bertanya


"Yap" "tapi, mereka itu tidak menyenangkan"


"Kamu nanti bisa bahaya Tas" Putri hanya mengingatkan


"Hai" suara ngebass laki-laki menyapa lalu orangnya duduk di meja mereka tepat di sebelah Putri. Putri menoleh dan kembali kehilangan kesadaran "kok bisa orang hidup cuma untuk bersenang-senang ya?" Ujar Angga


"Apasih?" Tasya merasa terusik "jadi seharian ini kamu cuma liat-liatin Instagram Story-ku?" Tasya tampaknya langsung nge-gass karena dari mana lagi Angga tau ia sedang berada di tempat karaoke


Shutt! "aku yang beritahu soal tempat ini" "trus managermu nyari-nyari kamu"


"Hah?, Aku dapetin peran itu?" Wajah Tasya membesar dan memerah

__ADS_1


"Itulah kenapa dia minta kamu jangan sering-sering buat Story di Instagram, biar bisa bikin kejutan pada fans" Angga bicara dengan tampan, setidaknya itulah yang dirasakan Putri sampai tidak berkedip melihat Angga yang duduk di sampingnya


"Boleh aku makan ini?" Tanya Angga untuk Pizza yang ada di meja Putri dan Tasya. Putri hanya mengangguk dengan senang "Terimakasih" Angga sekali lagi bersuara dengan wajah tampannya


"Eh!, Karena kita ini pergi karaoke" "aku akan traktir kalian" ucap Tasya semangat


"Aku juga?" Angga menunjuk dirinya.


kembali ke kafe


Siti masih harus menunduki tugasnya sendiri karena Tiara masih sibuk mengirim pesan pada Putri


'eh Putri'


'kamu dimana?'


'woi!'


Plak! Tiara meletakan hpnya ke meja dengan keras karena Putri tidak kunjung membalasnya


"Mmmm, ini jawaban aku bener nggak?" "Yang nomor tiga" Siti yang bingung sendiri dari tadi akhirnya bertanya


Huh! "Kalo ada yang nanya 'how are you' kamu jawabnya 'im fine. Thank you' semua orang bodoh juga tau jawab nomor satu itu Sit" Tiara menjelaskan dengan cepat seperti sedang membaca lirik Rapp


"Tapi apa maksudnya dari 'im fine thank you' ?"


"Tapi nih Tiara kayaknya Budi kagak suka sama Ayu" Siti mengangkat soalnya lalu salah satu gambar di tunjuknya dengan pena "coba liat deh ekspresi dari Budi, dia seperti tidak sedang berterimakasih"


"Okeh, cukup untuk pelajaran bahasa Inggris" Tiara berusaha mengontrol emosinya "sekarang coba liat mana soal matematika mu"


"Oh itu gampang" Siti mengambil lembar soal matematika "aku hanya perlu menggambar sepuluh segitiga aja!" Siti bergembira saat mengatakan itu


"Ya nggak segampang itu, kamu tetep butuh formula!" Tiara menaikan nada bicaranya


"Mmm maaf" Siti menunduk. Kruikkk bruuuurghhh!


"Aaaaaah, udah sana cepet pesen kue" Tiara memutar bola matanya


"Nggak papa, jangan mikirin aku" Siti melambaikan tangannya untuk menolak Tiara


"Emang berapa harganya?"


"Iya bener" "emang nggak mahal, tapi ini baru pertama kali main sama temen-temen" "belakangan ini, aku udah ngeluarin banyak uang. jadi, aku kerja paruh waktu" "aku akan nabung dan kita akan pergi makan-makan lain kali, aku yang traktir" Tiara menatap Siti dengan diam.


"Kamuuuuuuuu buat aku tersipuuu~~~"

__ADS_1


"Buat ku malu-malu~~~~


"Saat bersama mu~~~


"Saat kau senyum pada ku~~~


Suara merdu Angga berakhir saat Putri melanjutkan liriknya


"Mungkinnnmmmm


Inilah rasanyaaaaa


Rasa suka pada dirinya aaaaa"


Tasya pun mengambil peran


"Senyuman manis mu


Buat aku Dag Dig Dug meluluuuuuu"


"Kamu! Kamu! Kamu! Kamu! Kamu! Kamu!" Mereka bertiga berteriak berbarengan di ruangan karaoke yang penuh lampu itu


"Bentar-bentar" Tasya menghentikan Putri dan Angga "kalian lanjutin berdua aja ya, aku ada panggilan alam" Tasya buru-buru keluar sambil memegang perutnya


"Panggilan alam?" Putri bingung, Angga menoleh


"Mau duet?" Tawar Angga. Putri sudah klepek-klepek seperti cacing di siram air asin.


Tasya keluar memakai Topi hitam Adidas. Ia berjalan menunduk menuju toilet. Ada dua cowok yang berjalan berpapasan dengannya


"Permisi!, Kamu Tasya Amanda ya?" salah satu dari mereka berhenti lalu teman satunya juga berhenti. Tasya mengangkat wajahnya. "Wah bener kan apa kata ku"


"Woi woi ada Tasya di sini, ayok kita foto dong?" Temannya yang satu malah berbunyi dengan nyaring. "Ayok ayok sini" ia mengangkat handphonenya dan mengambil selfie. "Kamu cantik banget ya"


"Mmmmm permisi" Tasya bersuara rendah "maaf, tapi tolong hapus foto itu!"


"Ih ternyata ketus ya orangnya" "hei!, jadi kalo kamu artis bisa seenaknya?" Laki-laki yang tadi memujinya cantik berubah tidak senang


"Hah!, Aku ini masih orang biasa" "kalian memotret ku tanpa ijin" "jadi, aku mohon tolong hapus" Tasya tidak bisa lama-lama bermode kalem kalo menghadapi orang begini


"Oh setelah kami puji-puji cantik, kamu jadi songong orangnya?"


Tiba-tiba laki-laki dengan Hoodie hitam dengan masker mendekati dua laki-laki tadi "dia bilang tidak mau berarti tidak mau"


"Eh siapa kamu!?" "Aaaaaaaa padahal masih dibawah umur, belum juga jadi pemeran utama tapi udah karaokean sama cowok, kalian abis dari sini ke hotel mana hah?" "Eh sebentar kamu itu artis juga kan?"

__ADS_1


"Ah sudah-sudah" Tasya segera mendekat dan memasangkan topinya pada Angga "maaf kak, saya yang salah" "maaf ya" Tasya berusaha menyeret badan Angga yang besar dan berat itu untuk segera pergi menghindar dari tempat ini.


__ADS_2