
"Guyssss! Yuni sama Siti bertengkar di koridor sekolah!" Teriak Sindy
"Wahhh pasti seru" "yuk liat yuk"
Anak-anak kelas langsung bergegas keluar untuk menyaksikan pemandangan seru bagi mereka
Putri menoleh ke Dika dan mereka bertatapan cukup lama sampai kelas kosong, setelah beberapa saat Putri dan Dika juga ikut menyusul ke koridor sekolah.
"Yuni, tentang apa yang terjadi saat SMP"
"Itu udah lama" potong Yuni saat Siti baru mau mulai menjelaskan. "Kenapa mau di bahas lagi?" Yuni menatap Siti dengan nanar dan disaksikan oleh orang-orang banyak
"Kamu harus bilang sama orang-orang kalo aku nggak ngerebut pacarmu!" Siti berteriak dengan segenap keberaniannya "kamu bohong kalo kamu pacaran sama cowok itu!"
"Omong kosong!", "Aku tanya sama semua yang ada di sini? Emang kalian percaya aku pembohong?" Yuni melipat tangannya di dada lalu melihat kesekitar dan benar orang-orang mengangguk, dia memenangkan situasi
"Itu benar!" Putri tiba-tiba muncul dan mendekati Siti, "Yuni kamu bohong soal itu!", Sebenarnya tangan Putri gemetar tapi ia berusaha menahannya karena tidak mungkin ia membiarkan Siti sendirian di dicecar oleh oleh orang lain didepan satu sekolah. "Yuni Sari!, Aku tau kamu sering ngancem Siti" "Nando atau apalah itu kamu nggak pernah kan pacaran dengannya?"
"Kamu punya bukti?"
"EMANG KAMU PUNYA BUKTI?" teriak Yuni mengulangi kalimatnya lagi dengan nada yang lebih tinggi
"Buk buk ti itu" Putri bingung jawab apa
Tak tak.. tak.. "Nando itu dulu sekolah di SMA Pelita Abadi kan?" Tiara muncul
"Kayaknya emang tahun lalu dia bilang ada anak SMP aneh yang terus ngikutin dia deh". "Aku baru tahu kalo itu ternyata kamu ya?" "Dia bilang sampe harus blokir Facebook dan nomor hp tapi kamu bahkan nyamperin dia kerumahnya"
"Itu bener Yun?" Aulin yang dari tadi diam memperhatikan berdiri disamping Yuni, sekarang mempertanyakan temannya iyu
"Nggak percaya? Mau aku telponin?" Tiara menatap Aulin
Terdengar bisik-bisik anak-anak lain yang menonton
__ADS_1
"Siti!, Kamu yang bilang sama mereka?" Yuni menatap Siti dengan tajam, Tiara dan Putri menoleh ke arah Siti, cukup lama mereka menunggu reaksi Siti
"A aku...... Ya! Aku cerita sama mereka" Siti berucap dengan nada lantang, "semua omongan orang tentang aku itu nggak bener!" "Aku mau ngelurusin kesalahpahaman orang terhadap aku!" "Dan juga aku nggak mau teman-temanku jadi ikut-ikutan di omongin gara-gara gosip ini"
"Hallo kak Nando?" Tiara mengangkat telponnya ke arah telinga "ini kak ada yang mau aku tanyain"
"Sialan!" "Iya! Iya! bener aku emang enggak pacaran sama dia, jadi mau kalian apa hah?" "Hah?" Dada Yuni naik turun, ia panik "kalian puas?" Ia langsung pergi dengan menabrak lengan Siti, lalu di susul oleh Aulin, anak-anak lain menatapnya dengan pandangan yang berbeda sebelumnya.
Putri mendekat ke Tiara
"Emang kalian saling kenal Ra?" Tanya Putri sedikit berbisik pada Tiara
"Ya enggak lah" huuh Tiara menghela nafasnya "kamu itu terlalu baik Put" "jangan ikut campur dalam urusan kayak gini lagi, faham?"
"Tapi, gimana bisa aku diem aja?" Putri memandang ke arah lain "orang dia temenku juga" Putri mengatakan itu dengan menunduk
Huumm "tidak mungkin aku tidak menyukai mu put-put " Tiara mengatakan itu dengan nada rendah seperti berbicara dengan diri sendiri
"Apa nih? Apa nih? Apa yang terjadi" orang-orang terkesiap mendengar suara mulut dan kaki Tasya berlari menuju koridor sekolah. Dia datang dan memegang pipi Siti "kamu nggak apa-apa?"
Melihat Tasya memeluk Siti, Putri tersenyum dan berucap "oke" kemudian dia berlalu dengan Tiara menuju kantin. Dika, Sindy dan anak-anak lainya melihat satu circle persahabatan yang teruji di depan mata mereka
Brukk! Siti menjatuhkan puluhan coklat dan permen di meja mereka. Saat pulang sekolah mereka bertemu di meja taman belakang sekolah
"Yess keluar kan semuaaa coklatnya Sit!" "Wah ada Silverqueen juga" Tasya berteriak girang "Boba!, kali ini aku tidak akan diet dulu, ini sulit di lewatkan"
Tiara hanya tersenyum melihat pemandangan itu
"Teman sekelas ku memberikan ini sebagai permintaan maaf" Siti menjelaskan asal dari semua camilan ini "mmm Tiara!, terimakasih ya" ucap Siti dengan wajah malu-malu
"Jangan di bahas, aku ngelakuinnya bukan karena suka sama kamu, aku cuma nggak mau Putri dalam bahaya"
"Tapi rasanya aku sangat lega sekarang" Senyum Siti lebar "lain kali, kalo lagi marah aku akan teriak! Hahahaha"
__ADS_1
Tasya memegang pundak Siti "Lakukan semua yang kamu mau sit! Jangan takut-takut, dunia ini keras kalo kita lembek"
"Tapi, ada satu yang sangat ingin aku lakukan saat aku sudah punya teman!" Tasya, Putri, dan Tiara memperhatikan Siti menunggu apa yang akan dia lakukan. "Ini diaaaaaa!" Siti mengeluarkan empat buah topi rajut "aku membuatnya dengan neneku, aku harap kalian mau memakai Topi persahabatan ini"
"Topi rajut cukup oke untuk menyambut musim hujan seperti sekarang" Tasya mengambil satu yang berwarna abu-abu
Tiara berbalik badan dan hendak beranjak
"Pasti akan lucu kalo kita berempat foto bareng sambil pake topi rajut ini" ekor mata Putri mengarah ke Tiara saat mengatakan itu lalu Tasya dan Siti memasang wajah memohon memandangi Tiara yang sudah berdiri hendak meninggalkan meja dan ternyata usaha itu berhasil, Tiara kembali duduk meski dengan wajah pasrah, Putri menyerahkannya Topi yang berwarna hitam
Terlihat Tiara dengan sangat sungkan memakai Topi rajut itu. "Wahhhhhhh" Siti, Tasya, dan Putri bertepuk tangan melihat Topi itu sudah terpasang sempurna di kepala Tiara Azahra
"Cocok" ucap Putri
"Yang nggak pasang ini jadi foto profil nya penghianat!" Tasya mengangkat hp dan mengambil foto selfy mereka
"Satu, dua, tiga" ckrek!
"Arah arah sini guys" ckrek!
"Terakhir angkat Boba kalian" ckrek!
"Selesai"
"Coba-coba liat"
"Putri cantik banget" Siti menunjuk wajah Putri di layar
"Putri curang, dia cantik banget disini" Tasya berucap dengan nada menggerutu
"Yeee aku emang cantik ya" Putri berkacak pinggang lalu semua tertawa
"Hahahhahhahaa, ahahhahaha, ahahah"
__ADS_1
"Udah kukirim jangan lupa jadiin profil ya"
"Woi! Tiara apa-apaan sih?" Tasya berteriak "kamu keliatan paling cantik di sini!" .