
Author POV
Apa yang membuat dua orang, Tiara Azahra dan Andika Putra duduk menghadap Putri dengan ekspresi tidak menyenangkan?. Ya Putri bukannya istirahat makan bersama Tiara dan teman-temannya, tapi dia malah sibuk dengan handphonenya menjawab pesan dari Kenzo si ketua ekskul
"Aaaaaaaaa!" Meski dari tadi memperhatikan Putri tapi mereka tetap terkejut mendengar Putri yang tiba-tiba berteriak. "Dia ngajak jalan besok, gimana nih?" Putri berucap dengan antusias
"Jadi sekarang dia ngajak kamu keluyuran?" Tiara bersuara dengan nada tidak peduli
"Aku baca info pagi tadi, besok tingkat debu halus sedang tinggi-tingginya di Jakarta" "kayaknya dia sengaja put" Dika tidak senang pada ajakan itu
"Haaaa, kalian ini apa-apaan sih?, temen lagi seneng di support kek gitu"
"Aku cuma khawatir kamu suka sama orang aneh lagi put" Tiara mengatakan itu dengan menatap Putri
"Lagian aku liat-liat, si Kenzo itu rambutnya rontok put" "aku yakin dia orang yang berbahaya" Dika masih berusaha menjelekkan cowok yang sedang dekat dengan Putri itu
"Heh!" "Aku enggak boleh punya pacar ya sama kalian?"
"ENGGAK BOLEH!" Tiara dan Dika berseru berbarengan, itu membuat Tiara menoleh ke arah Dika, laki-laki tinggi dengan kulit sawo matang dan rambut cepak itu juga refleks menoleh ke arah Tiara cukup lama, namun Putri yang sedang jatuh cinta tidak peduli dengan itu
"Kalian kenapa sih?, Pokoknya aku mau coba dulu sama kak Kenzo, mungkin aja dia adalah cowok yang aku cari dan idam-idamkan selama ini, kan kita nggak tahu?" memang sulit berbicara dengan orang yang sedang jatuh cinta.
Besoknya setelah pulang sekolah Putri sudah siap dengan sweater pink-nya menunggu kak Kenzo itu datang dan menjemputnya yang sudah menunggu di depan kelas.
"Bisa nggak kamu nggak usah pergi?" Dika masih belum pergi dari kelas
"Enggak bisa!" Jawab Putri
"Kamu masih nggak tau kenapa aku begini put?" Dika mengatakannya
"Tentu aku tau Dik", "kamu begini itu karena aku temennya Siti kan?"
"Kamu benar-benar masih belum peka" Nguuuuh! Dika menghela nafas
"Aku itu tahu dik" Putri melihat Kenzo sudah datang dan melambaikan tangan ke arah mereka. "Dia udah datang, aku pergi ya, Dah!"
__ADS_1
Andika melihat Putri begitu malu-malu ketika berjalan bersama kak Kenzo, cukup lama Dika melamun ke arah Putri dan Kenzo bahkan sampai mereka menghilang dari pandangan Dika.
"Senang melihat kita pulang bertiga" Tasya merangkul pundak Tiara dan Siti yang berada di sisi kiri dan kanannya
"Lepasin aku" Tiara melepas tangan Tasya
"Kita berempat" ucap Angga yang dari tadi berjalan bersama mereka bertiga namun tidak di anggap Tasya
"Emang Putri kemana?" Tanya Siti
"Putri lagi jalan sama cowok" ucap Tasya ringan "lebih tepatnya sama kakak kelas baik yang beliin dia roti", Tasya berhenti dan mengambil hpnya di saku rok "kalian mau liat Ig cowoknya?" Sambil memencet ikon ungu kotak itu di layar hpnya
'kalian siap jatuh cinta?, Sekarang coba cintai aku' caption Kenzo di postingan terbarunya dengan foto Miror Selfi yang sontak membuat Tasya mengeluarkan ekspresi jijik melihatnya.
"Ih Alay banget ternyata" ujar Tasya memperlihatkan postingan itu pada Siti dan Tiara
"Ini orangnya?" Tanya Siti, "dia pernah minta nomor ku, trus ngechat ngajak gabung ke ekskulnya terus", "dia juga ngasih hadiah beberapa kali, trus aku tolak karena aku merasa terbebani"
"Apa?" wajah Tiara cemas
"Satu, dua, tiga, cis!" Kenzo berganti gaya duduk dengan sok cool. "Satu, dua, tiga!" Dia berpose sok imut dengan cara memegang cangkir kopinya. "Satu, dua, tiga!" Berpindah pose sedang menyuapi roti ke arahku sambil aku terus memfotonya
"Coba liat" Kenzo meminta hpnya untuk melihat hasil jepretanku
'Apa ini kencan?, Aku rasanya ingin pulang' gerutuku sambil menunduk
"Hasilnya kurang bagus" Kenzo berbunyi, "angle kananku lebih ganteng" ucapnya. "Tapi hari ini kamu enggak main sama temen-temen mu?" Tanyanya "Aku kira kamu akan ngajak mereka"
Aku terdiam mendengan itu keluar dari mulutnya
"Padahal aku sudah bolos les hari ini"
"Kenapa?" Tanyaku sangat pelan
"Biar aku tanya", "Siti Rahma itu udah punya pacar belum?", "dia suka tipe cowok gimana ya?". "Aku jadi khawatir setelah mendengar gosip buruk tentangnya soal cowok", "tapi, kalau pacaran denganku, Pasti gosip-gosip seperti itu akan hilang".
__ADS_1
"Aku kurang yakin sih" jawabku mendengar dia yang terlalu pede itu, "kalau kamu suka sama dia, ngomong sendiri aja ke dia" "aku permisi duluan". Aku mengambil tas dan ingin beranjak
"Hei!" ,"Bisa nggak bantu aku aja", "menurutmu, kenapa aku minta nomormu?". Adakah jualan tai kucing kiloan di sini? Aku butuh untuk melemparkan ke wajahnya. "Jangan-jangan kamu malah suka sama aku?". Aku tidak marah karena dia benar, bodohnya aku. "Astagaahhhhh" ujarnya dengan nada yang sangat mengusik, "Hanya karena kamu main sama cewek-cewek cantik, kamu kira kamu boleh seenaknya? Kamu nggak liat cermin?"
Tarrr! Petir menyambar kakiku, aku berusaha melihat wajahnya, "hei!" Aku menarik nafas menenangkan diri, "Kalau kamu suka padanya, katakan langsung saja padanya!", "Kalau di tolak pun, lakukan dengan berani!", "Kenapa bertingkah di belakangnya dan jadi pengecut?", "Dasar pecundang!"
"Lo bilang apa?"
"Aduh sakit, aaaaa sakit" Teriakku, pengunjung cafe ini pun menoleh ke arah kami, "aaaaaaaaaa sakit, kamu jahat banget"
Wajahnya takut, "suara kamu kayak toa" dia pergi menjauh dengan tergesah-gesah
Saat suasana sudah tenang aku termenung 'apakah aku masih harus terus hidup?, Dalam bayang-bayang teman-temanku?'.
Author POV
Tiara mengajak Tasya dan Siti menyusul Putri, dia menelpon dan menanyakan posisi Putri sekarang. Akhirnya saat hari sudah sore menuju malam mereka bertemu di halte busway
"Ini semua salahku, maafkan aku Putri" Siti nampaknya benar-benar merasa bersalah
"Dasar brengsek!", "Sudah ku duga ikan tongkol itu sebenarnya cowok jahat" Tasya bersuara
"Itu bener", "aku enggak papa gais" Putri sedikit tersenyum sebentar, "aku hanya merasa rendah diri sekarang", "sejujurnya aku merasa cemburu pada kalian", "kalian cantik dan berbakat, tapi aku? Aku enggak lolos satu ekskul pun"
"Hei Putri, kamu bercanda?, Aku cuma melihat kelebihanmu, tapi kenapa kamu hanya melihat kelemahanmu aja?" Tiara berbicara dengan nada yang sedikit keras. "Kamu ini ya!, Aku udah bilang enggak ada anak seimut, semanis dan secantik kamu!", "Kalo kamu ngomong gini lagi, aku akan berbuat sesuatu"
"Iya" jawab Putri pelan
Ughhhh! "Aku boleh izin pergi muntah dulu ngga?" Tasya bertanya
"Pergi jangan kembali lagi!" Jawab Tiara
"Mmm Terimakasih, Tiara" ucap Putri
"Kalau kamu mau punya pacar, kamu harus minta izin dulu sama aku" "okey?", Putri mengangguk pada perkataan Tiara
__ADS_1
"Aku pergi muntah dulu ya" ughh Tasya benar-benar pergi menjauh.