Bebek Jelek Diantara Angsa

Bebek Jelek Diantara Angsa
bab 17


__ADS_3

Putri dan Dika janjian untuk nonton film di bioskop bersama. Putri sudah sampai di tempat janjian mereka, dengan baju dan riasan yang sudah di pilih kemarin ia berdiri di depan tempat pemesanan popcorn menunggu Dika datang


"Putri!" Orang yang di panggil menoleh ke kiri. Tiara dengan kemeja putih oversize dan rambut coklatnya yang terurai panjang berjalan ke arah Putri namun di belakangnya ada Dika yang memakai Sweater putih bergaris merah, seketika Putri terdiam. Kenapa Dika ada bersama Tiara?


"Eh, tolong pesenin minum dan makanan aja sana!" Perintah Tiara pada Dika


"Hmmm iya" jawab Dika dengan wajah merengut


"Yuk kita duluan aja" Putri masih melihat Dika dibelakang yang sedang memesan makanan. Ia bingung seharusnya ia marah karena Tiara mengganggu kencannya namun Tiara malah merepet duluan


"Kamu nggak denger ucapan aku kemarin? Kalian jangan pergi berduaan aja!" Ucap Tiara


"Ya tapi, Maksud aku....


"Sekarang aku tanya, siapa yang lebih penting aku atau dia?" Tanya Tiara memandang Putri lekat. Wajah Putri masam dan bingung


"kamu" ucapnya lemas dan pasrah dan itu menerbitkan senyum lebar di wajah Tiara


"Senang mendengarnya. Ayo kita masuk, nanti filmnya mulai" Tiara menarik tangan Putri untuk meninggalkan Dika dan menuju ruang teater duluan.


'P' -Putri


'P'


'kenapa?' -Devi


'aku lagi jalan sama Dika, tapi Tiara malah ikut' -Putri


'ih, serem juga ya Tiara'


'emm, apa mungkin Tiara mau ngerebut pacar kamu?' -Devi


'untuk apa Tiara melakukan itu?' -Putri


'dia menganggap remeh kamu kan?'


'kamu enggak lupa yang dia lakukan saat SMP, kan? -Devi


Putri membuang nafas kasar, ia keluar dari aplikasi pesan singkat itu dan mematikan handphone lalu memilih fokus dengan film yang sedang di putar di depannya.


Banner terpampang bertuliskan


"Lomba Tujuh Belas Agustus" di bawahnya "Dirgahayu republik Indonesia yang ke 69 tahun"


SITI! SITI! SITI! SITI!


teriakan anak kelas Siti untuk menyemangati temannya yang sedang mewakili kelas. Siti nampak berusaha keras untuk menahan tangan cowok yang menjadi lawannya itu hingga mukanya memerah namun setelah anak cowok itu nampak sedikit lengah Siti langsung menyerang dan menundukkan tangan cowok itu hingga menyerah dan menyentuh meja


"Yeaaaaaaaaaaaa!' "Siti!!!!!!!!!"

__ADS_1


"Ini baru anak gue" Teriak Tasya yang menjadi panitia di lomba itu


"Kelas kamu itu kalah!" Angga heran pada Tasya yang langsung memeluk Siti dengan gembira ria


"Terserah Wleeee!" Jawab Tasya menjulurkan lidahnya


Seluruh lomba di adakan di Aula sekolah yang memang menjadi gedung serba guna, di bangku penonton atas ada Aulin dan Sindy yang menonton dengan semangat namun bukannya membela kelas sendiri Aulin malah memasang spanduk besar bertuliskan SEMANGAT ANGGA RAMADHAN!


"Apaan ini?" tanya Sindy


"Angga! Angga! Angga!" Yel yel Aulin dengan semangat


"Ya ampun! Dasar Maniak!" Sindy pasrah


Sementara di depan mereka ada Putri dan Dika yang duduk dan juga ikut menyaksikan perlombaan. Dika sedang fokus dengan handphonenya sambil senyum-senyum sedangkan Putri sibuk bergumul dengan pikirannya sendiri


'aku terus teringat pada masalah yang belum terpecahkan' monolog Putri di dalam hatinya 'seperti ada duri yang menancap di tenggorokanku' 'kenapa Tiara terus mengganggu hubunganku dengan Dika?'


Putri menggelengkan kepalanya untuk kembali ke dunia nyata dan bertanya pada Dika "kamu lagi ngapain?"


"Apa?" Jawab Dika "oh ini, Tiara mengunggah foto kita saat nonton bersama kemaren" "dia memakai emoticon yang lucu" Dika terus memperhatikan postingan Tiara itu


Deg Deg Deg! Jantung Putri berdegup dengan kencang 'nggak mungkin, dia nggak mungkin seperti itu' Putri berharap di dalam hatinya. "Anu....." Dika menoleh "gimana kalo kita menjaga jarak dengan Tiara?"


"Kenapa?, Aku suka ini" Dika menoleh ke kanan menghadap Putri, ia menjawab masih dengan senyum di bibirnya. Dika melihat ke arah tengah Aula "ah itu Tiara!". Nampak Tiara tengah bersiap-siap untuk mengikuti lomba Enggrang bersama teman-teman sekelasnya


"Tiga Dua Satu! Mulai!" Lomba Enggrang di mulai, semua peserta bergerak maju. Namun setelah beberapa langkah teman Tiara nampak oleng hingga


"Tiara!" Dika sudah berdiri dan berteriak duluan dengan wajah yang sangat cemas. Putri menoleh dan melihat sikap Dika seketika terdiam


Di lapangan aula nampak anggota PMR langsung sigap membantu tim Tiara berdiri. Siti berlari ikut membantu mengangkat Tiara untuk segera ke UKS


"Wah Siti Rahma kuat banget ternyata, jangan nyari gara-gara sama dia deh" ucap Aulin


"Eh Dika!, Kamu kenapa? Orang-orang bisa mengira kamu cowoknya Tiara!" Ucap Sindy. Putri hanya menunduk


Di tempat lain saat bell pulang sudah berbunyi. Tasya berdiri di depan salah satu bangunan sekolah "yang lain kemana ya?" Gerutunya lalu membuka handphone. Angga berjalan mendekat dan meletakkan kepalanya di pundak Tasya, ia kelelahan karena ikut menjadi panitia juga pada lomba Tujuh Belas Agustusan ini.


"Kamu kenapa?" Tanya Tasya


"Rasanya benar-benar melelahkan" Angga berdiri di depan Tasya dengan wajah memelas dan cemberut. "Peluk" ujarnya sambil merentangkan tangan


Tasya yang mendengarkan itu memiringkan wajahnya "apa ini?" Ia menurunkan tangan Angga


"Mmmmph" Angga merajuk seperti anak kecil. Tasya yang semakin menatap Angga aneh hanya menepuk-nepuk pundak Angga saja


"Sudahlah" "aku pergi dulu" setelah di tepuk-tepuk pundaknya oleh Tasya, Angga memilih pergi


"Tuh bocah kenapa dah?" Tasya heran.

__ADS_1


Hari sudah malam, Putri memilih pulang jalan kaki, ia melewati salah satu taman yang ada di dekat sekolahnya. Sambil menunduk ia merenung 'apakah aku terlalu sensitif?' 'atau?......


"Bukankah kamu suka padaku juga?!" Nyaring Dika bertanya pada Tiara di taman itu sambil memegang tangannya "KITA INI SPESIAL KAN?" Dika berteriak pada Tiara


"Lepas!" Tiara menghentakkan tangannya agar genggaman Dika terlepas, saat akan melangkah pergi ia melihat Putri sedang berdiri dekat dengan mereka dan menyaksikan kejadian barusan


Sesuatu yang Putri takutkan berubah menjadi kenyataan. Tanah yang ia injak rubuh berserakan.


(GRUB WA DUNIA 17 TAHUN)


'Karena menang adu panco aku dapat kupon minimarket kantin' -Siti


'anak gue emang hebat'


'Besok, ayo kita borong kantin' -Tasya


'okey!' -Siti


'yang lain nggak baca ini?' -Tasya.


Beberapa jam sebelum kencan Dika dan Putri


"Baiklah, mari kita mulai kelas make up bersama Siti Rahma untuk kencan Putri malam ini" Siti membuka kegiatan kali ini


"Eh Sit, di wajah kamu muncul jerawat! Gimana nih?" Putri nampak khawatir


"Ini?, Tunggu!" "Tasya Siti mengambil salah satu botol kecil make up yang bertuliskan BB cream dan mengambilnya seujung jari lalu men tap tap bagian jerawatnya dengan itu lalu ia tutup dengan bedak tabur sedikit dan Voila! jerawat Siti sudah tersamarkan, selanjutnya ia mengambil eye shadow dan ia memilih warna pink yang sangat muda namun tidak mencolok lalu memasangkannya di kelopak matanya dan ternyata itu sangat serasi dengan wajahnya. Tasya dan Putri terkesima melihat kemampuan make up Siti. "Tada! Dengan begini, riasan untuk kencan sudah selesai!" dengan riang Siti menunjukan hasil make up-nya


"Wahhhh, hebat juga" Tasya masih terkesima


"Warna eye shadow nya juga cantik" Putri memuji


"Kamu lebih hebat dariku" ujar Tasya "kamu ngapain aja sih?"


"Belakangan ini, aku nonton YouTube. Youtuber kecantikan Honeycam! Jangan lupa Like dan Subscribe!" Ucap Siti dengan girang


"Aaaaaaah" "eh aku mau coba ah" Putri mencoba salah satu warna eye shadow itu "wahhhh warnanya cocok sama kulitku" "eh eh gimana nih? Tiba-tiba jantung aku berdebar-debar, aaaaaaaaa" pipi Putri memerah dan Tasya pun tertawaan melihat itu


"Eh enggak ada yang kelupaan kan?" Tanya Tasya


"Aman!, Pertama aku udah menyiapkan dua pasang kaos kaki, kedua mmmm" Putri mengambil catatannya dan saat di buka ternyata catatan itu lebih panjang dari pada kabel charger Tasya yang ada di atas meja


"Putri!, Kamu mau pergi perang ya?" Siti berbunyi


"Aku harap Dika juga tau kalo persiapan kamu sampe segininya" ucap Tasya


"Entahlah, mmmmungkin aku makin suka sama diyaaaaa" Putri mengatakan itu dengan malu-malu


"Waaaaaa~~~~

__ADS_1


"Aaaaaaaaa~


Tasya dan Siti berteriak girang menyaksikan temannya sedang bucin


__ADS_2