Bebek Jelek Diantara Angsa

Bebek Jelek Diantara Angsa
bab 12


__ADS_3

Tasya menyeret Angga menjauhi tempat tadi, mereka ke arah ruang karaoke yang sudah mereka sewa karena jauh dari lobi karaoke. saat di rasa aman Tasya langsung menyemprot Angga


"Kamu udah gila apa?" "udah lupa kamu Zico yang sangat populer itu?"


"Itu tidak penting!"


"Itu penting buat aku!" "Kamu mending jangan buat masalah lagi deh"


"Nggak mau" rahang Angga menegang


"Please tolong ngga"


"Aku nggak mungkin bisa diam Tasya!" "Ini menyangkut kamu!" Tasya Amanda hanya diam dan membuang pandangannya ke arah lain


"Woi Tasya! Putri memanggil mereka "kita dapat tambahan waktu!"


"Ah oke-oke" Tasya melayang jempol ke arah Putri


"Cepetan ke sini" Putri masih berteriak di ambang pintu ruang karaoke mereka


"Iya-iya" Putri pun masuk kedalam lagi. Tasya melihat Angga lagi "kita bicarakan nanti" ia pun berlalu dan masuk ke dalam ruangan karaoke juga, menyusul Putri.


Angga diam sendirian di lorong karaoke itu, dia menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan kasar.


Pukul tujuh malam, hari sudah gelap. Tiara dan Siti sudah berpindah dari kafe mahal tadi, mereka duduk di luar minimarket dengan beberapa roti, dua mie instan, dan dua botol air mineral di atas meja


"Tiara" yang punya nama hanya mengangkat mata dan menatap Siti dengan tangan masih disilang di dada. "Terimakasih sudah membantu aku belajar" "ayok kita makan" Siti langsung menyambar popmie nya. Anak itu memang sudah lapar dari tadi.


"Siti" Tiara menyebut nama Siti dengan nada rendah "kamu punya cita-cita nggak?" "Paling nggak kamu akan lanjut kuliah kan?"

__ADS_1


Siti berhenti menyendok mienya "sebenarnya...." Ia menggerak-gerakkan kaki di bawah sana "aku sudah mewujudkan keinginanku" "yaitu punya teman sejati!" Dia nyengir lebar "bergaul dengan kalian, ini semua sangat baru bagiku" "aku sangat bahagia" dan Siti langsung melanjutkan makannya karena dia tidak ingin membiarkan mienya menjadi dingin


Tiara berpikir sejenak dan memandang ke arah jalan "Teman sejati" dia bergumam. Lalu di merasakan ada yang berjalan di tangannya, saat ia menunduk benar saja ada serangga kumbang yang cukup besar di tangannya. Ia cuma bisa memejamkan mata rasanya ingin teriak dan nangis.


Siti yang juga melihat kumbang itu berjalan di tangan Tiara, ia beranjak "sebentar" lalu mengangkat kumbang hitam besar itu dengan tangan kosong lalu menjauh untuk membuang binatang itu.


"Aku kembali dengan selamat" ujar Siti kembali duduk melanjutkan mienya


"Ternyata ada sesuatu yang kamu kuasai" Tiara memandang Siti. Sitinya hanya nyengir dan tertawa kecil. Tiara mengambil satu roti lalu membuka bungkusnya, ia menyantap roti itu dengan senyap.


Was wes ruuk rakk kiiit! Namun Siti tetap tidak membiarkan suasana menjadi senyap, ia bergerak-gerak di kursinya sambil kesusahan menyeruput mie karena rambut panjangnya yang meski sudah dikepang tetap menganggu acaranya memakan mie. "Sini aku pegangin rambut kamu" Tiara bergerak membantu Siti.


"Hahahhahhahaa"


"Hahaha" malam hari di taman kota. Putri dan Tasya tertawa terbahak-bahak bersama


"Seru banget hari ini" Tasya


"dengan pedenya memutar lagu menantang maut, akhirnya kita cuma teriak-teriak aja, Hahahha"


"Eh, mereka pasti sudah lebih akrab, ya nggak sih Menurut kamu?" Tasya mengingat mereka baru saja menjebak Tiara dan Siti berduaan saja


"Gimana kalo besok mereka enggak mau ketemu lagi?" Putri khawatir


"Ya nggak lah!" "Nggak mungkin" Tasya si percaya diri. "Menurutku, selama kamu masih ada di sini, circle kita tidak akan bubar" "kamu teman sejati!" Putri menoleh ke Tasya. "Sebenarnya, ada banyak anak-anak yang mendekatiku" "anak-anak yang hanya peduli pada penampilan luar saja" "yang hanya mau main sama aku karena aku seorang 'artis' dalam tanda kutip" "mereka selalu ngajak aku main, padahal aku sudah bilang tidak mau" "dan akhirnya mereka malah membuatku seperti orang yang jahat" "intinya aku mau bilang, aku merasa nyaman sama kalian" Putri mengedip-ngedipkan mata melihat Tasya yang melo ini. "ih aku jadi maluuuuuuuu" Tasya mendorong Putri sampe hampir jatuh, lalu mereka menoleh karena mendengar ada suara langkah yang datang "yoooooo bestieeee!" Teriak Tasya pada Siti dan Tiara yang datang


"Haiiiiii" Putri melambaikan tangan girang


Tiara duduk di sebelah Tasya "heh, sini Lo!" Dia menjepit leher Tasya dengan tangan dan menariknya

__ADS_1


"Eeee' aaaaaa" Tasya berteriak saat di kepret oleh Tiara


"Put, ini enak banget" Siti memberi tahu Putri soal kue yang dia pegang "Tiara beliin aku kue karena aku buang-buangin serangga yang ngedeketin dia"


"Beneran?" "Aku mau dong sesuap" Siti menyuapkan kue krim yang berwarna putih itu pada Putri


"Tiara ada serangga di kaki kamu!" Tiara reflek berdiri dan melepaskan kepala Tasya yang ia tarik tadi "dasar penakut, penakut! Penakut' ejek Tasya pada Tiara. Tiara kembali duduk dan mengepret Tasya dengan lebih sadis lagi.


'kalau punya teman sejati, sadar atau tidak sadar kita akan saling mempengaruhi. Dan dunia kami pelan-pelan berubah' Putri bermonolog di kepalanya.


(Grub chat WA)


'btw, Siti kamu kerja paruh waktu di mana?' -Tiara


'di Kedai Kopi Janji Hati dekat sini'


'kenapa?' -Siti.


Epilog.


Dina dan Temannya berjalan di lobi karaoke yang sama tempat di mana Tasya, Putri, dan Angga kunjungi malam itu


"Eh itu Tasya bukan sih?" Ucap Dina saat melihat di ujung lobi ada beberapa orang sedang berbicara satu sama lain. "Dia bilang ada les acting"


"wahhhh hebat" temannya menjawab "eh tapi itu dia lagi sama siapa ya?"


Ting! Dina memencet tombol rekam di kamera handphonenya "gimana kalo kita unggah di internet?"


"Gimana kalo ketahuan?"

__ADS_1


"Siapa peduli?" "Lagipula siapa sih yang suka sama Tasya Amanda yang sok hebat itu?" "Udaaaah tenang aja yuk pergi". Dina dan temannya memutar balik tidak jadi memesan ruangan karaoke di tempat itu.


__ADS_2