Bebek Jelek Diantara Angsa

Bebek Jelek Diantara Angsa
bab 14


__ADS_3

(Tasya Amanda, Skandal pelaku kekerasan di sekolah)


@Putri1718


"Dia temanku, dia bukan anak nakal"


@anonim1


"Lalu kenapa perusahaan tetap diam?"


@anonim2


"Aku udah liat videonya di YouTube, dia memang orangnya tidak pernah tersenyum"


@anonim3


"Yah yah Tasya Amanda silahkan membela diri".


"Ah, udah mau gila rasanya aku" Putri mengeluh karena sudah kualahan dengan komentar jahat para netizen ini. "Dia nggak angkat telpon ku" Putri meletakan kepalanya di meja, ia kepikiran Tasya. sejak malam karaoke itu Tasya menutup diri dari Putri dan teman-temannya


"Itu si cowok kesukaan kamu itu, dia juga nggak tau?" Dika bertanya karena dari tadi Putri terus mengeluh di mejanya


"Wah, aku nggak percaya Tasya ada di trending Twitter" Sindy berbunyi.


"kalian tau dia juga melakukan aborsi?"


"Hah?" Putri tidak habis pikir dengan gosip itu


"Itu masuk di pencarian terkini", Dika dan Putri memasang wajah aneh sambil langsung mencari tagarnya di Twitter. "Emang nggak ya? Yaudah" dengan wajah tanpa bersalah dia barusan membuat rumor yang tidak berdasar


"Eh Sindy!, Dia itu temenku. Kok kamu bisa ngomong gitu sih!" Putri berteriak membuat anak-anak kelas menoleh ke arahnya. Sementara Sindy memasang wajah polos seolah dia korban yang sedang di intimidasi oleh Putri.


Melihat kejadian itu Dika langsung berdiri dan menarik lengan Putri untuk mengajaknya beranjak dari kelas, agar hal yang tidak di inginkan tidak terjadi. Saat Putri sudah di luar kelas dan anak-anak kelas masih diam


"Apasih? Tiba-tiba teriak" Sindy membela dirinya, berbicara sendiri.


Tasya memilih pulang dan tidak sekolah hari ini. Dia mengunci diri berdiam di dalam kamar sampai malam. Dengan wajah pucat tanpa makeup, Tasya tidak tahu apa lagi yang bisa dia lakukan untuk membendung pendapat orang yang berbondong-bondong membencinya di internet.


Orang-orang membuat kolom untuk korban dari skandal Tasya ini, namun yang sibuk berbicara di bawah kolom malah orang-orang dengan asumsi pribadi mereka sendiri


(Skandal Tasya Amanda - Tulisan korban)

__ADS_1


'memang dia benar-benar bertingkah seperti berandal kayak gitu'


'pastes sih, udah nggak heran'


'kita nggak perlu lagi penjelasan dari Starpion Entertainment'


'aku denger dia akan dapat peran besar tahun ini, tapi yah bakalan di batalin lah'


'kita harus nerapin cancel culture juga kayak di Korea itu biar tegas'


Tasya POV start.


Orang-orang tetap melempar batu tanpa peduli kebenarannya


Mereka tidak peduli pada siapa mereka melempar batu itu


Ringggggg! Layar hp ku menampilkan nama Angga Ramadhan.


Jam delapan malam, Aku dan Angga duduk di kursi di salah satu taman terdekat dari kostan ku


"Kamu udah makan?" Tanyanya sambil memasangkan topi di kepalaku


Aku melepaskannya "aku nggak lapar" jawabku "stop nelpon aku". kami diam satu sama lain cukup lama


"Besok kamu udah bisa sekolah" potong Angga, aku menolehnya meminta penjelasan kenapa aku sudah bisa sekolah besok. "Aku mendesak perusahaan membuat penjelasan sesegera mungkin" "dan aku mengunggahnya di akunku juga" "aku sudah menghubungi seseorang reporter yang aku kenal untuk interview, jadi aku harap kamu melakukannya"


"Angga, aku udah bilang" "kamu jangan ikut campur hal-hal yang akan merusak namamu" "hapus itu sekarang!, Sebelum terlambat"


"Aku nggak mau"


"Ngga?, Kalo kamu juga ikut di salahin gimana?"


"Kurasa" "aku terlalu tampan untuk itu". Aku kehabisan kata-kata untuk anak dengan pede setebal tembok Cina ini. "Kenapa kamu nggak angkat telpon dari temenmu?" Dia memecah tatapanku. "Apa karena itu kamu takut?" "Kurasa mereka tidak akan mengkhianatimu untuk hal seperti ini"


"Kenapa kamu bisa yakin?" Tanyaku


"Gimana kalo mereka juga di hina-hina karena berteman dengan ku?"


"Kenapa kamu nggak tanya langsung sama mereka?" Angga menatapku dan aku bingung


Tak tak tak tak tak tak tak! Suara banyak sepatu datang, aku menoleh. Putri, Tiara, dan Siti ada di sini masih dengan seragam sekolah. Siti langsung memegang pundaku dengan menangis

__ADS_1


"Nghaaaaaaaaaa, kamu membuat ku gila Tasya, nghaaaaaaaaa~aaaaaa" aku juga langsung reflek menangis. "Kenapa kamu nggak jawab telpon kami, nghaaaaaaaa" katanya lagi


"Hei!, Kami mengkhawatirkanmu!" Putri ikut bersuara


"Siti kamu belajar sama nenekmu ya?" "Kamu lucu sekali" jawabku pada Siti karena wajahnya tampak paling hancur karena menangis


"Kamu lebih lucu!" "Kamu membuat kamu khawatir karena nggak angkat-angkat telpon!, Kita kira kamu udah di telen bumi" Tiara memutar bola matanya malas


"Ih Tiaraaaaaaa, nghaaaaa~aaaaaaaaa" "guys aku kangen kaliannnnnnn" aku sudah tidak tahan lagi untuk memeluk Putri, yang lain ikut memeluk kami berdua, termasuk Angga yang ikut memelukku dari belakang.


Kenapa aku hanya fokus pada orang-orang yang membenciku seperti orang bodoh? Padahal aku memiliki teman-teman berharga di sampingku seperti ini.


Aku berjalan pelan menuju sekolah, sebenarnya agak horor saat melihat gerbang sekolah ini beserta orang-orang yang berlalu lalang itu. Saat aku sudah mendekati gerbang sekolah orang-orang melihatku dengan tatapan yang susah di jelaskan, aku pun berjalan sambil membuka hp


(Penjelasan Tasya Amanda terhadap Skandalnya)


(Penjelasan Starpion Entertainment)


"Aku tahu dia bukan orang yang seperti itu" "ayo tuntut semua orang!"


"Kak Tasya! Semangat!".


"Aku udah bilang dia nggak salah" bisik salah satu laki-laki kepada temannya di yang berada satu meter dariku "tapi kamu udah banyak ngata-ngatain dia" jawab temannya "kamu harus beliin dia makanan sebagai permintaan maaf telah salah faham".


Setelah wawancara diunggah. Namaku menghilang dari trending pencarian, tanpa sepatah kata maaf orang-orang melupakan kejadian yang menimpaku. Tapi setidaknya semuanya berakhir.


Dikelas. Aku seperti biasa tidak banyak bicara dan hanya fokus pada handphoneku lalu datang dua orang siswi, Tina dan Dwi


"Tasya!" "kamu nampak lebih kurus dari sebelumnya" Tina berbunyi


"Tapi, apakah kamu akrab dengan Angga Ramadhan?" Dwi bertanya. "Kalian berdua nggak pacaran, kan?"


Tak tak tak! Dina masuk ke kelas dan berhenti di meja ku "hemm, Tasya!" Dia menyapaku aku menoleh karena dia benar-benar dekat dengan telingaku. "orang lain lebih parah dari pada aku!" "Nggak bisa kamu membatalkan gugatanmu?" "Aku akan mati jika ayahku tahu" "kamu cuma bercanda kan?" ucapnya


Sesuatu yang bisa membunuh seseorang, hanya becandaan di atas keyboard untuk seseorang yang lain. Itu membuatku tidak bisa berkata apa-apa


"Nggak bisa" jawabku "mentalitas korban menghancurkan hidupmu" "Pergilah bersembunyi di balik keyboard untuk seumur hidupmu" "aku akan hidup bahagia"


"Kamu!" Dina melayangkan tangan untuk menamparku, namun tidak sampai ke pipiku karena anak-anak kelas sudah keburu mengangkat handphone untuk merekamnya, menyadari itu dia langsung pergi keluar kelas


"Tasya!" ada yang memanggilku dari luar. Putri di susul Siti dan Tiara muncul di pintu kelasku "ayok ke kantin!"

__ADS_1


"Okey" jawabku beranjak dari kursi dan kamipun menuju kantin bersama.


__ADS_2