Bebek Jelek Diantara Angsa

Bebek Jelek Diantara Angsa
bab 16


__ADS_3

Putri POV start


"Omong kosong!" kening Tiara mengkerut sedangkan aku hanya menunduk pasrah "kenapa kamu tiba-tiba pacaran tanpa cerita padaku dulu?"


"Mmmmm itu" aku bingung


"Kenepe keme tibe-tibe peceren tenpe cerete seme ke dele?" Tasya dan Siti di belakang Tiara menirukan kalimat Tiara dengan nada mengejek, dan itu membuatku tambah terlihat tidak berdaya. Tasya membuat gerakan menggorok leher dan berbisik "habis Lo!"


"Trus kenapa harus Andika Putra?" Tanya Tiara lagi


"Mmm itu"


"Cukup!" "Sampai aku merestui kalian, jangan pergi berduaan dulu" "ngerti?"


"Aaaaaaa" aku bingung


"Jawab aku" desak Tiara


"Oooo okeh" jawab ku pasrah


Awalnya aku kira Tiara hanya bercanda.


Aku dan Dika pergi ke kantin berdua, kami berpisah untuk mengambil beberapa makanan lalu bertemu lagi di meja


"Kamu suka coklat?" Tanyanya


Aku melihat belanjaannya "kamu juga?"


"Kita kompak!" Dika mengangkat tangan meminta toss dan aku berikan dengan senang hati. Bersama Dika aku tidak percaya ada seseorang yang sangat cocok denganku


"Mendekatlah" Dika mengajakku berfoto dan kami melakukan selfie. "fotonya bagus, mau di jadiin foto profil?" Tawarnya


"Mmm, jangan dulu. Tiara akan kecewa"


"Kalo begitu aku yang akan kecewa" ucapnya dan itu membuatku tersipu malu. Ia hanya memperhatikanku dan cemburu padaku. Menurutku ini adalah hal yang membahagiakan


Sret! Tiara menarik kursi dan ikut duduk dengan kami "apa ini?, Kalian ke kantin berduaan aja?"


"Mau ini?" Dika menyodorkan minuman soda dingin pada Tiara. Tiara mengambilnya dan PLETAK! Tiara melemparkan minuman itu ke lantai dengan keras dan kasar, aku sampai menganga tidak percaya


"Put, kalo kamu minum beginian tulang-tulang kamu akan membusuk" ucapnya tanpa rasa bersalah


Tapi, Tiara selalu ikut ke mana pun kami pergi. Aku jadi tidak enak dengan Dika.


Saat bell sekolah sudah berbunyi aku berjalan keluar untuk pulang di susul oleh Dika dan Tiara yang muncul berjalan di sampingku

__ADS_1


"Kenapa dia ikut pulang bareng?" Tiara bersuara


"Mulai hari ini, kami akan pulang bersama" jawab Dika


"Udahlah" Tiara menarikku "yuk Put kita pergi ke kafe". Dika langsung menarik lengan sebelah kananku


"Kamu akan pergi makan mie ayam" Tiara menarikku lagi


"Dia akan ikut aku". Dika menarik lagi


"Dia sudah janji pada ku"


"Aaaaaakh!" Teriakku karena tingkah mereka berdua ini memusingkan. "Ayo kita pergi bertiga!" Aku memegang tangan mereka berdua dan menarik mereka berdua untuk berjalan bersama. "Wah seru sekali!" "Ayo kita main bertiga" Ucapku sendiri.


Putri POV end.


Saat sedang makan bersama dengan temannya Putri masih sibuk dengan hpnya. Ia mengirim pesan pada Dika


'maaf ya soal kemarin'


'nggak papa, itu memang mungkin terjadi, santai aja' di balas Dika


Sret! Tiara menarik handphone Putri "jangan main hp saat sedang makan" ucap Tiara dan meletakkan hp Putri di sebelah piringnya


"Sepertinya Tasya suka sama Angga" Siti bersuara polos


"Ha ha ha?, Aku suka sama Angga?" "Eh Siti! Aku nggak suka dengan dia sama sekali, enggak!" Tasya menjawab dengan cepat dan emosi yang naik turun


"O oke" Jawab Siti santai "eh temen-temen, kalian ikut lomba apa 17 Agustus ini?" "Kata pak olahraga, semua wajib mengikuti lomba minimal satu lomba" "mau tau nggak aku ikut lomba apa?" Tiara hanya memasang wajah tidak peduli "aku akan ikut aduuuu panco!" Siti mengatakan itu sambil mengangkat satu sisi meja dengan sebelah tangannya, TANG! ia melepaskan meja itu


"Wah kelasmu pasti menang deh" Tasya menjawab


"Putri, kamu abis kelas ini ngapain?" Tanya Tiara


"Masa nggak tau sih?, Ya jalan berdua dengan cowoknya lah" jawab Tasya dengan lantang dan menertawakan Tiara


"Diam kamu!", "Putri, tunggu aku di kelas" "aku akan jemput" Perintah Tiara


"Segala ngelarang mereka berdua jalan, itu keterlaluan tau!" Tasya tidak terima pada sifat posesif Tiara


"Keterlaluan!" Siti ikut berbunyi namun dengan suara yang lebih rendah, Cukup Tiara menoleh dan melihat mata Siti, Siti sudah menunduk dan diam.


Putri bingung harus apa sedangkan Dika berencana mengajaknya jalan berdua, belum selesai urusan Tiara, ternyata Putri juga tidak punya outfit yang bagus untuk kencan pertamanya nanti.


Putri akhirnya memutuskan untuk meminta bantuan Siti, Tasya, dan Angga untuk memilih outfitnya di salah satu mall.

__ADS_1


"Bagus yang ini atau ini?" Tanya Putri


"Bagus yang itu" Siti menunjuk bedak yang masih di rak "yang ini menutup dengan sempurna serta menyerap minyak, jadi wajah kita tidak terlihat berminyak"


"Kok kamu tau Sit?" Tanya Angga


"Eh iya ya, dari mana aku tau?" Siti bingung sendiri


"Cie Siti udah tau aja!" Goda Tasya.


"Kalo ini, bagus yang kiri apa kanan?" Putri bertanya untuk dua baju yang sedang di pegangnya, kedua baju itu memiliki corak yang hampir sama namun satunya memakai kardigan yang satunya lagi tidak


"Kiri! Aku suka yang kiri" ucap Siti


"Kanan! Aku suka yang kanan" ucap Tasya


"Kamu! Aku suka kamu!" Ucap Angga memandang Tasya


"Aaaaaaaaaa bisa aja" Tasya memukul dada Angga dengan gemas


"Aaaa sakit, aku jujur emang kamu cantik banget hari ini" Angga berusaha menghindar dari pukulan Tasya


"Putri!", Siti akhirnya membuyarkan tatapan muak Putri melihat Angga dan Tasya. "Kalo aku? Cantik nggak hari ini?" Tanya Siti membutuhkan validasi juga. Haaa... Hu.. Putri hanya menarik nafas dan membuangnya kasar.


"Kalian jangan bilang sama Tiara ya aku mau jalan sama Dika besok" ucap Putri memandangi Angga, Tasya, dan Siti yang sedang makan Seblak Keju paling terkenal di kota itu


"Tentu, kan kamu udah traktir kami Seblak" Ucap Tasya yang gembira dengan Seblaknya


"Putri, tapi ya Tiara itu agak aneh akhir-akhir ini, Dia selalu terlihat murung"


Siti cerita


"Apa dia cemas karena berpisah?. Waktu kecil, anjingku juga kesulitan saat mau berpisah sama induknya" Tasya berbunyi


"Hei Tasya, tapi Tiara itu bukan Anjin?" Siti bingung pada Tasya


"Ah sudah-sudah, kita berhenti berdebat, sekarang Putri udah punya pacar, jangan-jangan besok dia akan melakukan ciuman pertama? Aaaaaaaaaa" ucap Tasya antusias "dia akan jadi yang pertama berciuman di antara kita berempat"


"Emmmmmm Putri" ada yang ingin Angga bicarakan "apakah cowok Andika Putra itu yang tinggi dan berkulit agak kecoklatan?"


"Iya" ucap Putri sambil mengangguk


"Aaaaa bukan-bukan, sepertinya bukan orang yang ada di kepalaku" ucap Angga ragu


"Ya sepertinya bukan, dia itu bukan orang yang suka aneh-aneh" jawab Putri.

__ADS_1


__ADS_2