Bebek Jelek Diantara Angsa

Bebek Jelek Diantara Angsa
bab 7


__ADS_3

"Kalo di denger dan di pikir-pikir lagi kata-katanya Tiara itu emang geli sih, Hahahhahhahaa" tawa Dika membahana di kantin yang masih kosong pagi ini


"Dikaaaaaa, bisa ngga berhenti ketawanya" Putri nampak cemberut.


"iyaaaa"


"Lagian enggak ada yang salah sama kamu Put, selera dia aja yang terlalu rendahan" Dika mencoba menghibur Putri


"Bener, makasi Dik"


"Hmmm sebenernya aku enggak mau ngasihnya pas begini", "Sini tangan kamu" Perintah Dika


"Ngapain?" Putri heran


"Udah sini kasih tangan kamu" Dika mengambil sesuatu dari saku jaketnya


"Apa sih?" Putri heran namun tetap menuruti kehendak Dika untuk menjulurkan tangannya


Dika memegang jari tangan Putri lalu memasukan permen cincin berwarna merah ke jari manis Putri


Putri POV


"Apa ini?" Tanyaku, kenapa Dika bertingkah seperti ini? Wah gawat jantungku jadi berdebar-debar lagi. "Dik aku enggak mau nerima permen persahabatan seperti di film-film itu"


"Bagaimana kalau bukan?" Jawabnya, "Bagaimana kalau aku berikan ini karena aku suka sama kamu". "Bagaimana?" Tanyanya lagi


"Maksudnya?" Aku masih belum ngerti tapi orangnya malah senyum-senyum sendiri kayak orang gila, trus dia masuk ke kelas duluan.


Putri POV end.


(Grub dunia 17 tahun)


"Tiara kamu beli permen itu untuk siapa?" -Tasya


"Diem kamu!"


"Putri, aku taro' di lokermu" -Tiara


"Wah, apa-apaan ini?"


"Aku juga mau permen Tiara Azahra" -Tasya


"Aku juga" -Siti.


(Epilog)


"Aaaaaah, kelas tambahan ini bikin capek banget, sampe harus pulang malem di buatnya" gerutu Aulin


"Asli!, eh makan apa ya kita?"

__ADS_1


"Eh Yun, kamu inget Siti Rahma nggak?" Tanya Aulin pada Yuni


"Ya nggak mungkinlah aku lupa, dia yang merebut pacar aku" balas Yuni


"Akhir-akhir ini dia akrab dan makan bareng sama temanku, temanku ini orangnya baik, aku jadi khawatir sama dia" Aulin


"Wah, ada ya yang mau makan sama dia?" Yuni memiringkan bibirnya. "Bilangin 'hati-hati' sama temanmu itu"


"Mmm gimana ya" Aulin melanjutkan jalan mereka.


Di kelas Siti pagi ini suasananya terasa seperti pasar, bahkan anak-anak kelas sebelah kanan dan kiri pun ikut masuk ke kelas mereka untuk menyaksikan sesuatu yang seru


"Terima!"


"Terima!"


"Terima!"


Siti terpojok di depan kelas dengan seorang kakak kelas yang menembaknya dengan membawa buket bunga dan coklat. Kenzo menyatakan cinta di depan banyak orang kepada Siti pagi ini di kelas Siti dan Putri ikut menyaksikannya


"Aku sudah mempersiapkan ini sejak jauh hari" ucap Kenzo, "mau kah kau menjadi pacarku?" Ucapnya sambil menyodorkan buket bunga dan disambut dengan riuh teriakan siswa lain


"Maafkan aku" setelah lama berdiam diri, Siti pun bersuara. Kelas yang ramai seketika diam


"Waahh, Kenzo Alfarizi pasti malu" terdengar ucapan salah satu anak cowok diantara penonton. "Dia akan malu besok berangkat kesekolah" anak lain menambahkan. Sementara di lain sisi anak-anak cewek malah sibuk bergosip dengan suara seperti berbisik namun sangat jelas terdengar "dia itu Siti Rahma yang merebut pacar Yuni waktu SMP kan?"


"Huh!, Eh Siti" Kenzo sudah tidak tahan "apa kamu ngeremehin aku?", "Kenapa kamu harus mempermalukan aku seperti ini?". "Lagian yah sebenarnya enggak ada yang mau pacaran sama kamu selain aku di sekolah ini!", "Omongan orang tentang kamu itu udah kedengaran ke mana-mana!".


Putri, Tasya, Tiara, dan Siti janjian ketemuan di cafe terdekat, mereka memesan es kopi namun sampai pesanan mereka datang Siti masih tertunduk diam


"Sudahlah jangan sedih, kamu nggak salah apa-apa" "ngapain begitu?" Teriak Tasya melihat Siti masih murung


"Bener? kamu nggak salah?" Tiara bertanya


"Tiaraaa" Putri menyebut nama Tiara dengan pelan namun panjang sambil mengusap lengannya


"Coba ngomong yang jujur" Tiara malah tambah ingin memastikan. "Kita semua udah denger omongan orang tentang kamu"


"Kalau kamu nggak mau ngomong, aku akan pergi..


Siti POV start


"Aku.. ", "waktu aku kecil keluargaku hidup susah, aku menderita alergi yang cukup parah....


Flashback


(Kelas 1SD)


"Hei Siti, kamu jangan pernah lewatin garis Ini" anak laki-laki yang duduk disebelahku membuat garis di atas meja

__ADS_1


"Dia ini kotor banget, nanti nular lagi" mereka bicara blak-blakan karena mereka melihat kulitku kemerahan yang cukup banyak di daerah leher hingga wajah.


Mereka tidak peduli apa itu melukai hati orang lain. Saat itu, aku tidak bisa berbuat apa-apa.


"Kenapa kalian ngomong gitu sama Siti?, kita ini satu kelompok dan teman satu kelompok itu harus akrab" Yuni yang duduk di depanku membelaku.


"Baiklah Yuni" jawab anak laki-laki yang buat garis tadi


"Yuni ini seperti malaikat, baik banget sama temen" anak laki-laki yang lain bersuara


"Yuni bahkan menjadi ketua kelas" tambah mereka


Sejak kecil semua orang menyukai Yuni.


(Kelas 3 SMP)


Saat SMP, aku mulai tinggal dengan neneku.


"Bener ya dia cantik banget kalo di liat-liat" aku bisa mendengar anak-anak cowok memuji namun aku tetaplah anak pemalu yang suka menunduk di kelas maupun di luar, tapi saat itu aku memutuskan untuk pergi ke dokter dan minum obat. Alergiku perlahan-lahan menjadi lebih baik.


"Eh dia itu Siti Rahma ya? Apa dia emang se cantik itu?" Aulin berbicara dengan Yuni di kelas dan aku dapat mendengarnya


"Selama liburan kemaren kayaknya dia melakukan sesuatu, kayak anak-anak yang lain pergi ke dokter kulit untuk nyembuhin jerawat gitu" jawab Yuni


"Dia cantik banget sekarang, kamu punya nomornya? Atau kita minta saja" anak-anak cowok mulai terang-terangan menyukaiku


"Kayaknya cowok-cowok pada suka ya sama Siti" Aulin dan Yuni masih membicarakan aku


"Dia sudah sembuh dari penyakitnya, aku akan mengajaknya makan di kantin" Yuni mendekat ke arahku "Siti ke kantin yuk, kita makan bareng". Selama sekolah aku belum pernah di ajak makan bareng sama orang jadi aku sangat senang pada ajakan Yuni lalu kami jadi berteman cukup dekat.


Suatu siang aku, Aulin, dan Yuni keluar sekolah bersama. Yuni berlari dan memanggil pacarnya "Kak Nandooooo"


"Hai" jawab kakak itu


"Lagi sibuk ya?", "Kenapa nggak bales SMS ku?" Tanya Yuni pada kakak itu


"Ya, aku lagi sibuk banget"


Lalu aku dan Aulin sampai ditempat mereka berdiri, "Yuni bilang mereka pacaran diam-diam, dan sekarang sudah 100 hari mereka jadian" Aulin menjelaskan padaku


"Wah, Yuni keren ya" jawabku dengan senyum senang


"Dia siapa?, Cantik juga ya"


"Dia temenku, enggak usah di pedulikan" Yuni bergelayut di lengannya


"Hai boleh kenalan? Kamu manis sekali' entah kenapa orang yang di panggil kak Nando ini malah mendekat kearah ku dan mengatakan itu di depan Yuni


Yuni menarik lengannya "enggak bisa, dia belum punya hp?!" "Eh tau nggak hari ini......" Yuni pun menariknya pergi menjauh

__ADS_1


"Tuh cowok kenapa?, Padahal ada pacarannya" Aulin kesal dan heran


__ADS_2