Bebek Jelek Diantara Angsa

Bebek Jelek Diantara Angsa
bab 5


__ADS_3

(Dunia 17 tahun)


Grub chat kamu ganti nama lagi


"Kalian masuk ekskul apa?" -Tasya


"Aku masih bingung" -Putri


"Eh ekskul seni Tari seru nggak sih? Aku pengen liat Tiara Azahra nari hahahaha" -Tasya


"Kalo mau masuk Tari masuk ajak, nggak usah ngajak-ngajak" -Tiara.


Pagi hari saat bel belum berbunyi, sebelum masuk ke kelas kami memang suka berdiri-berdiri dulu di koridor sambil ngobrol. "Puttttt kenapa ya si Angga ganteng banget?" Aulin bercerita


"Kannn bener, aku juga jatuh cinta sama dia" seruku dengan senang


"Mmm Putri"


"Kenapa?" Tanyaku


"Aku cuma ngasih tau aja, menurutku kamu jangan terlalu percaya sama si Siti Rahma", "aku satu sekolah dengannya saat SMP" Aulin bercerita dengan serius "sejujurnya aku melihatnya sendiri dia ngerebut pacar temannya sendiri"


"Nggak mungkin sih" kataku ragu.


Siti muncul dengan menaiki tangga bersama dengan Dika, mereka nampak akrab dan mengobrol dengan seru. "Eh ngomong-ngomong Dik kamu masuk ekstrakurikuler apa?" Tanya Siti sambil memegang lengan Dika


"Aku ikut ekskul seni prakarya" jawab Andika


Aku memperhatikan dengan diam.


Hari ini kami di beri kebebasan waktu dari jam istirahat sampai pulang untuk mendapatkan ekstrakurikuler sendiri. sekolah mewajibkan setiap siswa dan siswi memiliki minimal satu ekskul yang di ikuti.


Satu hal yang sangat ingin aku lakukan saat SMA adalah bergabung dengan kelompok ekstrakurikuler yang sangat populer di sekolah.


"Baiklah silahkan Putri untuk menunjukkan kemampuan menarinya" ujar panitia penerimaan anggota baru ekskul Tari


Baiklah aku akan mulai ngedance ala-ala grub Korea yang aku sukai, ciat ciat ciat gerakan ku rasanya sudah keren


"Gagal" "selanjutnya Tasya Amanda" Tanpa dosa kakak kelas itu mengatakan aku gagal?


Tasya maju kedepan "hemm aku enggak nyiapin apa-apa" ucapnya dengan wajah sedih.


Dia baru mulai bergerak mengangkat tangan lalu menolehkan wajahnya dengan gaya lalu "lolos" "Selamat Tasya Amanda kamu bisa bergabung dengan ekskul Seni Tari" "wah itu tadi gerakan tari yang luar biasa" Kakak kelas itu memasang wajah takjub seperti sedang menonton pertunjukan debus saja


"Teman-teman aku lolos" Tasya berlari ke arah kami, Siti sudah riang gembira menyambutnya, Tiara hanya tersenyum sambil bertepuk tangan, dan aku masih menganga tidak percaya.


Aku akan berusaha lebih keras lagi di


(Ekstrakurikuler Penyiaran)


"Anak anjing di keluarga anak kambing, juga me-ngembe dan menggonggong, anak kambing di keluarga kambing anjing juga menggonggong dan me-ngembe"


"Gagal!"

__ADS_1


"Kenapa?"


"Anak kambing Meski di keluarga Anjing ia tidak bisa meng-embe" jawab kakak kelas itu dengan jelas. "Selanjutnya silahkan Tiara Azahra"


"Anak kam..


"Lolos!" "Sempurna!", "Dia adalah penyiar yang kita cari-cari". "Benar" jawab kakak yang satunya lagi


"Wah Tiara keren banget, bahkan dia belum menyelesaikan kalimatnya tapi sudah langsung lolos" Siti bertepuk tangan dengan polos.


(Tes masuk ekstrakurikuler Drama)


"Saya menyiapkan akting hewan"


"Ya silahkan"


"Ini adalah rusa yang dimiliki oleh pacarnya Elsa"


Aku menghadap kiri mendongakkan kepala dan mengangkat tangan mencakar udara di atas kepala "Aaaarghhhhh" "ngeeeeeeeheeee" "Aaaarghhh"


"Gagal!"


"Rusa besar tidak bertingkah seperti itu, itu rusa anak-anak"


"Selanjutnya Siti Rahma!"


"Aku akan akting menjadi burung merpati"


Siti mulai mengepakkan tangan


"Wahhh Putriiiiii aku lolos!" Riang Siti sambil bertepuk tangan sendiri


"Mmm selamat" ucapku lesu.


Aku berjalan pelan keluar sekolah untuk pulang, terik matahari ini tidak se menusuk kegagalanku hari ini, padahal aku sudah berlatih sejak beberapa hari sebelum tes ini, apa aku memang tertinggal jauh dari yang lain?. Aku melamun sampai tidak tahu ada Dika berjalan di sampingku


"Putriiiiii" Siti berlari dan memanggil namaku sambil menenteng puluhan buku bahkan tasnya sendiri juga sudah penuh dengan gulungan kertas


"Kamu kenapa?" Tanyaku pada keadaannya, sementara Dika membantu Siti merapikan tumpukan tugas-tugas yang terlihat sangat merepotkan Siti dalam berjalan itu


"Aku nggak bisa nolaknya" Siti berujar


'kayaknya enggak mungkin deh Siti yang baik ini adalah orang yang suka merebut pacar temannya sendiri' 'itu pasti gosip nggak jelas aja' aku berbicara di dalam kepala, jadi aku harus membuang jauh-jauh pikiran negatif tentang temanku yang satu ini. Aku menggoyang-goyang kan bahu "Wahhhhh Dika baik banget yaaaa"


"Kamu lulus ekskul Tari ya?" Dika


"Wah nusuk banget Dik, aku benar-benar tersinggung" gerutuku


"Kamu nggak lolos satupun?


"Iya nih Dik"


"Mau gabung ke ekskul aku aja?" Dika menawariku.

__ADS_1


Aku merasa lebih tua dari usia ku, aku merasa rumit, ini apa-apaan?. Benang-benang rajut ini benar-benar kusut di kepalaku. "Kayaknya ekskul ini sangat tidak cocok denganku"


"Itu apaa?" Tanya Dika pada rajutanku, sepertinya aku salah dalam merajut


"Sini aku kasih tau caranya" tiba-tiba kak Kenzo mendekat dan membantuku


"Wah, gitu rupanya, gampang juga yah, makasi kak" ucapku senang


"Kamu lucu juga ya" ucapnya


"Put kayaknya kamu udah bisa" Dika memberi tahu


Kak Kenzo mengangkat tangan dan mengajakku melakukan tos "kerja bagus put"


Toss! Belum sempat aku mengangkat tangan Dika menyabut tos dari kak Kenzo itu


"Mmm put tolong isi nomor kamu di hpku ya" kak Kenzo menyodorkan hpnya padaku. "aku Kenzo Alfarizi ketua ekstrakurikuler Seni Prakarya"


"Iya kak tadi sudah di jelasin sama Dika hehehee" ucapku deg-degan. "Sudah ku simpan, namaku Putri"


"Aku udah tahu kok, kamu udah terkenal, banyak orang-orang bilang kamu itu seperti karakter OhMyGirl di drama Korea"


"Mmm menurut gue Lo salah orang deh kak" Dika memotong


"Dik mending Diem" ucapku penuh penekanan namun tetap tersenyum


"Emangnya kenapa, menurut aku kamu cantik kok" kak Kenzo emang bener-bener ya, kan aku jadi malu.


Merajut sudah jadi kegiatan yang sangat menyenangkan bagiku hari ini. "Em put, aku tahu kamu sedang ikut ekskul Senin Prakarya tapi enggak pop mie Lo anyam juga" suara Tasya menyadarkan ku dari lamunan, ternyata kami sedang dikantin, sejak kapan ya?


Dirt-dirt, suara notifikasi handphoneku membuat meja bergetar, aku mengangkat dan membacanya


(Kak Kenzo ketua Seni Prakarya)


"Kamu lagi ngapain?"


"Aku lagi di kantin, kalo kakak?"


"Beneran? Aku juga"


Ciatttt! Aku hampir mencolok sumpit pop mie ke wajah kak Kenzo yang tiba-tiba muncul di samping wajahku


"Aaa maaf kak, kakak nggak papa?" Cemasku padanya


"Reflekmu hebat juga ya" ujarnya menutupi wajah dengan tangan, lalu melihat ke arah Tasya "oh kamu lagi sama temen ya?". Hanya di balas oleh Tasya dengan senyuman dan sedikit anggukan. "Aku bawain kamu roti, di makan ya" kak Kenzo menyodorkan roti dan diseberang sana terlihat wajah Tasya menganga dan terkejut


"Makasih kak"


Jawabku


"Kamu lucu banget sih, yaudah nanti kita ngobrol lagi ya" aku hanya mengangguk dan dia segera meninggalkan kami berdua


"Wahhh dia baik banget ya bawain kamu makanan, kayaknya dia cocok deh put jadi pacar kamu" "Tapi aku minta dikit ya Rotinya, hehehe" Tasya memasang wajah memohon

__ADS_1


"Mmm dikit aja ya" aku sedikit tidak terima roti darinya harus aku bagi dengan orang lain.


__ADS_2