
(Grub WA dunia 17 tahun)
"Aku rasanya pengen pergi ke karaoke"-Tasya
"bener nih, saat akan ujian kita rasanya membutuhkan sedikit healing dulu sebelum bertempur" -Putri
"Kita udah mau ujian? Pantes Kantin jadi lebih sepi saat waktu istirahat tadi" -Siti.
(Epilog)
'Kami udah di taman, kapan kamu datang' Dina mengirim pesan pada Tasya
'Kan aku udah bilang, aku nggak bisa datang, maaf' -Tasya membalas pesan Dina
"Ih apa-apaan sih Tasya ini? Bahkan hari ini pun dia nggak datang?" Gerutu Dina di taman bersama satu temannya
"Dia emang selalu gitu nggak sih?" Temannya bersuara "mungkin dia lagi main sama anak-anak cantik kali, dengan Tiara dan yang lainya"
"Ih, ngeselin banget sih" Dina menggerutu
"Yaudah, yok kita langsung pergi makan aja, aku udah lapet" Dina dan Temannya pergi makan berdua saja.
Epilog end.
Putri POV start
"Yuk selfy" Tasya mengangkat hp salah satu penggemarnya yang merupakan anak sekolah ini juga
Tasya sekarang sudah cukup populer di sekolah setelah bermain sebagai pemeran pendamping di beberapa film
"Tasya aku udah follow Instagram kamu dari lama Lo" ucap salah satu dari mereka
__ADS_1
Tasya hanya tertawa dan mengucapkan terimakasih setelah mendengar itu, lagi pula tidak mungkin ia follback karena jika satu di follback maka yang lain juga akan minta follow back. "Terimakasih Tasya, selamat makan ya" hampir saja Tasya lupa ia ke sini bersama tiga temannya yang sudah seperti managernya yang menunggu aktifitas jumpa fans Tasya selesai
Aku memperhatikannya dengan senyum yang tidak dapat di dikontrol
"Putri-putri tenang aja kalo aku nanti jadi pemeran utama aku tetep main bareng kamu kok" Tasya menepuk pundakku yang dari tadi memperhatikannya
Sementara perhatian ku teralih lagi melihat Tiara yang menyilangkan tangannya sambil memperhatikan cara Siti makan dengan tatapan yang tidak senang
Walau dalam kelompok yang sama ada teman yang akrab, ada juga teman yang masih canggung. Aku kira mereka akan jadi dekat berkat peristiwa kemarin, ternyata tidak
"Kamu pake tas LV Siti?" tanya Tasya saat melihat tas selempang yang di bawa Siti hari ini ada logo LV nya
"Ya aku pake tas uler" Siti membuka penutup tasnya dengan bangga dan terpampang tulisan Luuuhhh ih Piton dengan gambar ular piton di ujungnya
"Aaaaa ya sama-sama L dan P" aku dan Tasya kompak tertawa, namun seorang Tiara Azahra tidak tertawa sama sekali memang susah sekali membuat kulkas tiga pintu ini mengendurkan urat di wajahnya, ia menoleh ke Siti yang duduk tepat di sebelahnya dan berkata
"Eh kepang blo'on, kamu mandi nggak hari ini?" Mataku dan Tasya membesar kompak, kami berhenti menguyah risol yang sudah masuk ke dalam mulut tadi
Siti menoleh dan berhenti memegang sendok "belakangan ini cuaca sangat dingin, jadi aku mandi empat hari sekali" kami kira ia akan tersinggung namun ia menjawab dengan santai dan polos pertanyaan keluar dari mulut bintang sekolah Tiara Azahra itu
"Baik-baik" Siti tersenyum sambil terus mengunyah karena baginya itu seperti seorang Tiara Azahra peduli dengannya, namun jelas dari ekspresi Tiara ia sangat tidak senang pada kehadiran Siti kali ini.
Aku dan Tiara di belakang gedung sekolah karena dia yang minta bertemu di sini saat pulang "Put kenapa aku harus akrab dengan mereka?" Tiara langsung bertanya dengan nada tegas "aku di sana hanya karena mau main sama kamu, bukan sama mereka"
"mmmm aku...
"Sudahlah, nih terima" dia memberiku bungkusan kotak abu-abu "ini kue yang terus kamu omongin kalo kamu pengen banget nyobainya"
"Wahhh, yuk kita makan sama yang lain" aku refleks menjawab
"Put Stop, aku bisa kesel banget kalo kamu terus begini" "kamu terus aja ngurusin mereka"
__ADS_1
Aku merasa bersalah namun juga bingung pada situasi ini, mereka juga merupakan teman yang baik bagiku "ituuuu.....
"Temen kamu itu aku!" Aku hanya menunduk saat Tiara sudah mulai mengeluarkan suara tegasnya
"Kamu nggak lupa kan hari Minggu ini kita akan belajar bersama untuk ujian?" Aku mengangguk "aku tidak akan memaafkan mu kalau kamu ajak anak-anak bodoh itu"
"O okey" aku tersenyum tipis
Apa yang harus aku lakukan agar Tiara membuka hatinya?.
Untuk masalah apapun sekarang aku selalu cerita pada Tasya dan Siti, Tasya sudah seperti kakak perempuan ia blak-blakan dan berani. Jadi aku ceritakan situasi yang membuatku tidak enak itu pada mereka pagi ini di toko minimarket sekolah
"Kalian berdua itu memang sangatlah berbeda" Tasya wara-wiri didepan aku dan Siti yang mendengarkan saran dengan serius untuk hubungan Tiara dan Siti ini "yang satu cewek jutek juara sekolah, yang satu lagi..........." Tasya dan aku menoleh ke arah Siti untuk menemukan kata yang tepat untuk menggambarkan Siti tanpa menghinanya, kebetulan ia sedang memeluk satu toples kue sambil memakannya "Yang satu lagi gadis lugu yang suka makan" aku mengangguk ya itu kata yang bagus Tasya. "Ah!" "Aku punya ide"
"Apa?" Tanyaku
"Aku akan kasih tau kalo kamu beliin aku ini dan ini" Tasya menunjuk beberapa roti yang ada di etalase
"Hahahaha" aku me-nyengir "aku nggak punya uang Tasya" "dah yuk pergi aja dari sini" aku melangkah dan Tasya menarik tanganku ia menahan ku
"Plissss-plisssssss aaaaaaaa Tasya mau makan ituuuuu, mau itu ,plisss beliin " Tasya malah memasang wajah menangis sambil bergelantungan di tanganku
"Okeh okeh, sekarang Tasya tinggal di sini aja ya, mama mah pergi dulu"
Ia malah lebih kencang menarik lenganku "aaaaaa aaaaa aaaaaa, pokonya mau itu, mau itu" Tasya sudah seperti anak monyet yang nangis minta jajan, kemana perginya Tasya yang galak itu?
"Eeeeeh aku punya sepuluh ribu nih, cukup nggak ya?" Siti memotong adegan anak tantrum kami "kalo nggak, aku masih punya receh deh kayaknya di tas, tunggu sebentar" Siti berlari keluar.
Aku dan Tasya bingung, "eh Put, sini kuping mu" Tasya membisikan sesuatu pada ku
"Wahhh, kerenn" Aku mengacungkan jempol pada anak tantrum ku yang tidak lagi tantrum ini, sepertinya aku ibu yang tidak buruk.
__ADS_1
"Aku emang Genius" ia berkacak pinggang
Tak tak tak tak suara sepatu yang berlari ke kantin sudah terdengar lagi, Siti sudah tiba dari kelasnya yang memang tidak jauh dari kantin "haaaaaa haaaa" ia tampak kelelahan karena berlari jauh "ini ini, aku ternyata punya receh tiga puluh ribu di tas".