Bebek Jelek Diantara Angsa

Bebek Jelek Diantara Angsa
bab 15


__ADS_3

"Aku bisa meluruskan kesalahpahaman tentangku berkat kamu" aku mendorong sekantong besar makanan coklat dan roti dari berbagai merek di meja dan menyerahkannya ke Angga. "Maaf, harusnya aku ngasih yang lebih mahal" ucapku sambil tersenyum rekah


"Usaha aku cuma di hargai sama camilan?" "Kamu pikir mentang-mentang kamu cantik jadi bisa seenaknya?" jawab Angga dengan wajah songong


"Yak bener aku cantik, jadi aku bisa apa aja!" Ujarku percaya diri


"Ha ha ha ha ha" tertawa dengan suara agak beratnya "Iya kamu cantik, jadi terserah kamu mau apa aja" Angga tertawa menyilangkan tangan di perutnya melihat kelakuanku


"Hei, wajahnya bisa biasa aja nggak?" Dari tadi ku lihat Angga menatapku dengan tatapan yang tidak biasa


"Emang kenapa?, Jantung kamu berdebar?" Angga memajukan tubuhnya


"Eh Angga Ramadhan!" Aku juga memajukan tubuhku dan menatapnya dalam "kamu suka ya sama aku?"


"I iya" jawab Angga


"Apaan sih, jangan langsung nyerah dong!" Aku menggelengkan kepala "Dah maen PUBG yok", "aku yang traktir hari ini".


Tasya POV end.


"Dikaaaaa!" Dika yang sibuk dengan hpnya sejak tadi jadi menoleh ke arah sumber suara, ia melihat Putri sedang melambai ke arahnya


Tak tak tak! Putri mendekat dan duduk di sebelah Dika "liat deh, tranding Twitter udah bersih, nama Tasya udah ilang" "lega banget ya" Putri senyum kearah Dika, dan di balas oleh senyum yang sangat manis oleh cowok berkulit agak kecoklatan itu


"Kerja bagus" Dika menepuk-nepuk pundak Putri


"Kamu mau ngomongin apa sampe nungguin aku selesai jam tambahan malam-malam begini?"


"Sebenernya bukan apa-apa" jawab Dika melihat ke langit sambil tersenyum


"Kalo bukan apa-apa ngapain kamu nungguin aku sampe malem begini?"


"aku cuma mau ngajak kamu pacaran"


Pupil mata Putri membesar beberapa detik


"Kenapa?" Tanya Putri


"Karena kalo nikah sepertinya terlalu dini"

__ADS_1


"Ahaha ha ha ha" Putri tertawa canggung


"Putri" panggil Dika dengan lembut


"Mmm?" Putri menoleh dengan mengangkat alis


"Apa bener kamu nggak suka sama aku?" Dika memandang mata Putri lekat


"Tidak, bukan begitu" "maksudku, kenapa kamu bisa suka sama aku?" "Jujur aja, kalo di bandingin sama teman-temanku. Aku biasa-biasa aja"


Dika mendekatkan wajahnya dan dengan santai mengatakan "aku suka kamu yang biasa-biasa saja" "karena sama seperti aku" "kamu mungkin berpikir dirimu biasa saja" Dika menyentuh wajah Putri dan memegang pipinya dengan intens "tapi kamu spesial bagiku" Dika mendekatkan wajah mereka dan menempelkan bibirnya pada bibir Putri. Seketika tubuh Putri menjadi kaku. Saat bibir mereka menjauh wajah Putri memerah dan tersenyum. "Imut banget" Dika memencet pipi Putri yang kemerahan itu


"Apasih"


Dika merangkul pundak Putri "Dingin ya?" Ucapnya


Putri tertawa "tapi, sejak kapan kamu suka sama aku?"


"Aku nggak mau ngasih tau"


"Aaaaaaaa, kasih tau!"


"Ceritain! Ceritain!" Putri memukul lengan Dika


"Mau aku ceritain?" Putri mengangguk, "ah nggak ah".


(Grub WA dunia 17 tahun)


'Putri, tadi Andika nyari kamu. Aku bilang kamu sedang ada jam belajar tambahan' -Siti


'okey, makasi Siti!' -Putri


'kenapa dia nyari kamu?' -Tiara.


EPILOG.


Tiara mengajak Tasya bertemu di salah satu kafe malam itu


"Wah! Wah!, Tiara Azahra mengajakku bertemu berdua" Tasya sudah bersuara nyaring sejak pertama ia duduk. "Apakah ada acara kamera tersembunyi di sekitar sini?"

__ADS_1


"Kenapa sih harus berisik?" Tiara dengan gaya santainya menyilangkan tangan dengan tenang seperti biasa. "Langsung aja, terima ini" Tiara memutar badan dan mengambil sesuatu dari dalam tasnya. Dia meletakan satu botol parfum berwarna pink yang elegan di atas meja


"Apa ini? Parfum?" Tasya heran


"Kamu itu sangat bau keringat tau nggak" Tasya refleks mencium bau jaket yang sedang ia pakai. "Kamu bisa gunakan ini sebagai body mist juga" "wanginya yang lembut seperti wangi kulit" "semprotkan saat kamu berlatih"


Tasya tersenyum dan langsung menyambar parfum di atas meja yang sudah di berikan Tiara itu. Ia semprotkan di sekitar leher dan bajunya "hemmmmmm" ia tersenyum sebentar lalu kembali menelisik "Kenapa kamu baik banget hari ini? Horor tau nggak rasanya!"


"Aku ngasih ini karena kamu bau. Jangan salah faham"


Tasya mencium baunya lagi "hemmmm Haaaa" "jadi ini aroma wangi yang tercium dari kamu" "aku akan buat Story di Instagram" Tasya langsung memfoto parfum itu dan membuka Instagram nya, tiba-tiba dia di kejutkan dengan akun Putri yang memposting foto bersama Dika dengan caption 'Hari pertama pacaran mulai hari ini'. "Ha? Wah wah, Ciaaaak Putri" Tasya tersenyum jail melihat postingan itu. "Tiara coba liat!" Tasya menunjukan layar Hpnya pada Tiara "mereka pacaran?" tanya Tasya pada Tiara, sedangkan orang yang di tanya terkesiap melihat itu, ia mematung dengan wajah mengencang.


Ringgggggggggggggggggggg! Handphone Putri berbunyi menampilkan nama Devi


Klingg! Putri mengusap layar hpnya "Halo?"


"Haiiiiii Putriiii!" Devi melambaikan tangan ke arah Putri


"Haiiiiiii Deviiii!" Jawab Putri tidak kalah girang


"Cieeeeeee yang udah punya pacar" Devi langsung menggodanya "aku udah liat postingan IG kamu!"


"Aku juga liat postingan IG kamu, kelas kalian menang kelas paling menarik kan?"


"Hehehe, Iya nih, eh kamu mau liat foto-foto lainya" Devi mengirim beberapa foto ke Putri "liat tema kami kali ini ada unsur musiknya, temen-temen ku terus-terusan bilang aku mirip Raisa, padahal aku sukanya Isyana kan ya"


"A ha ha ha, eh coklat ini enak juga ya" Putri memilih Vidio call sama Devi lebih baik sambil makan coklat


"Eeeeee, bagus ngga kelas kami?" Tanya Devi dengan memaksa


"Bagus kok, meski temanya musik tapi kelas kalian tetap simple dengan mading sederhana yang membahas musik itu, warna yang kalian pilih juga bagus, tidak mencolok juga tidak kusam" jelas Putri


"Aaaaaaa makasi Putri, itu ide aku tau"


"Btw Put" Putri menoleh


"Apa?"


"Apakah Tiara Azahra tau kamu punya pacar?" Tanya Devi dengan serius. "Apakah dia akan membiarkanmu?"

__ADS_1


"Itu dia masalahnya".


__ADS_2