Belenggu Cinta yang Tak Terhindar

Belenggu Cinta yang Tak Terhindar
aduhan Dwi


__ADS_3

"ya begitulah sin, aku masih menumbuhkan rasa keberanian" jelas Dinda pada Sinta


tiba-tiba saja Nando muncul


"hai, kaget aku loh lihat kamu Din berantem sama Dwi" kata Nando sambil melihat wajah Dinda


"kami nggak ada berantem do cuma laga argumen sedikit" jelas Dinda pada Nando


"laga argumen, anak beasiswa mah beda ya" kata Nando dengan sedikit bercanda yang malah ditanggapi dengan tawaan oleh Dinda dan Sinta


"oh iya do kamu kok bisa tahu, jangan-jangan kamu nyaksiin dari awal lagi" kata Sinta dengan mata menyelidik


''iya maaf, aku dari tadi di sana dan melihat perdebatan kalian, cuman aku nggak mau ikut-ikut nanti takutnya malah jadi panjang'' jelas Nando pada mereka dengan wajah serius


''ya itu pilihan yang bagus, kalau tadi kamu ke sini memang bakal panjang dan orang pertama yang akan mendapat baku hantam adalah dirimu'' kata Sinta dengan sedikit emosi


"lah kok aku yang dapat baku hantam? apa salahku cinta?" tanya Nando pada Sinta yang terlihat sedang emosi


"kan yang menyebabkan Dwi membenci Dinda adalah dirimu Nando" kata Sinta menekankan pada Nando


"ai aku kan nggak ada salah, lagian aku kan gak ada hubungan sama Dwi. ya dia aja yang sampai gimana gitu, jujur aku pun males deh dia, dengan tingkahnya yang aneh-aneh" jawab Nando menjelaskan kepada Sinta dan Dinda bahwa dia tidak memiliki rasa kepada Dwi namun tanpa ia sadari Dwi mendengarnya dan Dwi datang menghampiri mereka.


"apa kamu bilang do, tapi Tante bilang kita udah dijodohin loh. terima atau nggak terima kamu harus terima" kata Dwi dengan emosi


"dan buat kamu Dinda jangan ganggu hubungan kami, kalau nggak jangan salahin aku kalau kamu dikeluarkan dari sekolah ini" marah Dwi pada Dinda


"wow, main mengancam aja kamu seperti dirimu aja yang punya sekolah ini" kata Sinta kepada Dwi


''aku tunangannya Nando dan pemilik sekolah ini adalah orang tua Nando, aku bisa dengan mudah membuat Dinda keluar dari sekolah ini dengan satu kata. ketika aku bertemu dengan mamanya Nando" jelas Dwi dengan penuh penekanan

__ADS_1


''kamu kira kamu bisa dengan mudah membuat Dinda dikeluarkan dari sekolah ini, kalau kamu memang ingin silakan saja kamu mengadu pada Mama Nando. dan kamu lihat sendiri hasilnya bagaimana'' kata Sinta dengan emosi kepada Dwi


''baik aku akan mengadu pada mamanya Nando, kamu tunggu aja nanti'' peringatan Dwi kepada Dinda namun Dinda masih santai saja tidak ada merasa takut sama sekali dengan ucapan Dwi


Dwi pun pergi menuju ruangan mamanya Nando, dia pun menjelaskan semuanya kepada Mama Nando. akhirnya Mama Nando marah besar dan langsung menuju ruang kepala sekolah.


"ibu kepala sekolah saya ingin anak beasiswa yang bernama Dinda dikeluarkan dari sekolah ini'' kata Mama Nando dengan emosi


''maaf Bu Alma untuk saat ini belum bisa karena Dinda sudah didaftarkan untuk mengikuti lomba Olimpiade sains yang akan dilaksanakan dua minggu lagi" jelas kepala sekolah kepada Bu Alma


''apa, dia kan anak baru kenapa sudah bisa diikutsertakan?" tanya Bu Alma dengan penasaran dan ia pun berpikir siapakah sebenarnya Dinda ini.


''maaf Bu, Dinda tidak pernah membiarkan siapapun mengetahui identitasnya, hanya saja Dinda memang anak yang sangat berprestasi. karena itu banyak sekolah yang merebutkannya, jujur saja saya bersyukur Dinda mau masuk ke sekolah kita padahal masih banyak sekolah bergengsi yang mau menerimanya" jelas bu kepala sekolah kepada Bu Alma menerangkan tentang Dinda


''Apa sepantastis itu Kak prestasinya, sampai-sampai anda tidak rela melepaskannya" kata Bu Alma penasaran


''bukan hanya saya yang tidak rela Bu, saya yakin banyak investor yang juga tidak rela, jika Dinda dikeluarkan dari sekolah ini, belum lama saja Dinda masuk sudah banyak investor yang ingin berinvestasi di sekolah kita Bu'' jelas kepala sekolah kepada Bu Alma yang membuatnya semakin penasaran


''kalau begitu, sebentar ya Bu saya telepon Dinda terlebih dahulu" kata ibu kepala sekolah sambil mulai mengetik nomor Dinda. dan akhirnya pun tersambung


"selamat pagi Dinda, apakah kamu bisa ke ruangan saya sekarang?'' kata buku kepala sekolah dari balik telepon


''maaf Bu sebelumnya ada urusan apa ya?'' tanya Dinda yang merasa heran karena dia ditelepon oleh ibu kepala sekolah


''ada seseorang yang ingin bertemu denganmu Dinda, dia adalah pemilik yayasan dari sekolah ini'' jelas bu kepsek


''baik bu saya akan segera ke sana'' jawab indah dengan lembut


''baik Bu Alma silakan ditunggu sebentar dindanya ya, dia sedang dalam perjalanan menuju ke sini'' kata ibu kepsek kepada boamah

__ADS_1


''oke, jika dia tidak memuaskan saya tidak akan mengampuninya'' kata Bu Alma dengan sinis


tidak beberapa lama Dinda pun sampai di depan pintu ruangan kepala sekolah, walaupun dia merasa heran kenapa kepala yayasan memanggilnya mau tidak mau dia datang.


''permisi Bu, saya Dinda tadi ibu memanggil saya'' kata Dinda meminta izin untuk bertemu


''baik Dinda, silakan masuk, Dinda perkenalkan ini namanya Bu Alma, dia adalah salah satu investor atau lebih tepatnya pemegang yayasan'' kata kepala sekolah menjelaskan kepada Dinda


"perkenalkan nama saya Dinda Bu" kata Dinda


"oh, jadi kamu yang namanya Dinda, dari penampilan saja sudah ketauan miskin'' kata Bu Alma merendahkan


''hadu Bu Alma ini, bisa gawat kalau Dinda memutuskan untuk pindah'' gumam Bu kepsek


''maaf Bu sebelumnya, saya di panggil kesini untuk apa ya?'' tanya Dinda


''saya memanggil kamu karena ingin memperkenalkan kamu dengan ibu Alma, karena kamu kan akan mewakili sekolah dalam olimpiade sains esok. jadi saya ingin kenalkan kamu dengan ibu yayasan'' jawab Bu kepsek


''oh begitu Bu, saya juga senang bisa bertemu dengan ibu yayasan'' kata Dinda


''dinda, karena kamu sudah bertemu, hanya harap kamu bisa menang di olimpiade sains esok'' kata Bu kepsek dengan wajah cemas


''baik Bu, saya akan berusaha'' jawab Dinda dengan semangat


''kalau begitu kamu silahkan kembali ke kelas Dinda'' kata Bu kepsek mempersilahkan


''baik Bu, saya permisi" Jawab Dinda sambil pergi meninggalkan ruangan kepsek dan pergi ke ruang kelas nya


"Dinda, kamu dari mana aja bentar lagi Miss Winda datang loh. Aku khawatir kamu nggak muncul-muncul, aku takut kamu diapa-apain di sana'' kata Sinta yang khawatir kepada Dinda karena Dinda tak kunjung muncul dan ketika Dinda kembali wajah Dinda dipenuhi dengan kebingungan.

__ADS_1


''aku tak apa kok Sinta, lagian tadi cuma bertemu sama Bu Alma katanya orang yayasan'' jawab Dinda menjelaskan kepergiannya


__ADS_2