Belenggu Cinta yang Tak Terhindar

Belenggu Cinta yang Tak Terhindar
pelupa


__ADS_3

mereka pun langsung makan, pak Tio melahap habis makanan nya. seakan sudah lama tidak makan


''mas, pelan-pelan makannya'' kata bunga sambil melihat tingkah suaminya.


''iya, ayah ini seperti sudah lama tidak makan saja'' kata Dinda yang geleng-geleng.


''iya, iya maaf abis saya udah laper banget'' kata ayah dengan lembut kepada istri dan anaknya Dinda. tiba-tiba saja Zaky pulang. namun bukannya kemeja makan, Zaky langsung menuju ke kamarnya dengan ekspresi yang marah.


''ada apa dengan kakak? Bunda sama Adek tahu?'' tanya ayah yang penasaran dengan sikap anak laki-lakinya.


''nggak tahu ayah, lagian kan Kak Zaky baru pulang'' jawab Dinda dengan rasa tidak bersalah karena ia memang tidak tahu apa-apa tentang kakaknya.


''bukannya biasanya adek yang paling tahu tentang kakak?'' kata ayah, dan memang benar biasanya memang dindala yang paling tahu tentang kakaknya. namun berbeda dengan kali ini, Dinda sama sekali tidak mengetahui Kenapa kakaknya sedang marah.


''ya udah ayah sama Bunda makan aja, adik yang bakal pergi nyumpahin kakak untuk bertanya apa yang terjadi dengan kakak'' kata Dinda yang hanya dijawab dengan anggukan kedua orang tuanya. kemudian ia pun pergi menuju ke arah kamar kakaknya.


Dinda pun mengetuk pintu kamar kakaknya, sambil memanggil nama kakaknya ''kakak, Kak Zaky. buka pintunya dong ini adek'' katanya dengan lembut sambil menunggu jawaban dari kakaknya.


''masuk aja dek, enggak Kakak kunci kok pintunya'' kata Zaky yang langsung menyuruh Dinda masuk ke kamarnya. ''ada apa ya adek cariin kakak?'' tanya Zaky dengan rasa penasaran.


''lah kakak ini, seharusnya adek yang tanya'' kata Dinda dengan sedikit emosi, dan membuat kakaknya bertanya-tanya.


''ya udah adek kecil Kakak jangan marah, adik mau tanya apa sama Kakak?'' tanya Zaki yang mulai penasaran dengan pertanyaan apa yang akan ditanyakan oleh sang adik


''nggak sulit kok Kak, adek cuma mau tanya Kakak kenapa?'' tanya Dinda yang membuat Zaky kebingungan


''Kakak nggak usah bohong deh, Adek tahu Kakak lagi ada masalah. terakhir kali Kakak seperti ini karena Kakak putus, apa jangan-jangan Kakak sekarang putus sama pacar Kakak yang sekarang ya?'' tanya Dinda dan membuat wajah Zaky memucat.


''kamu ya dek, kalau nebak suka bener'' kata Zaki sambil menyentil jidat Dinda.


Dinda hanya pasrah saja, dan ia juga kasihan kepada kakaknya. ''ya udah nggak usah dipikirin besok kita jalan-jalan deh gimana?'' tawar Dinda tersenyum menatap kakaknya.

__ADS_1


''besok mau jalan-jalan, kamu lupa ya dek dua hari lagi tuh kamu Olimpiade. bukannya mikir belajar malam mau jalan-jalan'' kata Zaky dengan emosi. Dinda hanya dia mematung, karena sebenarnya dia telah melupakan jadwal Olimpiade.


''eh maaf deh Kak, habis adek lupa sih. hehe'' kata Dinda dengan tertawa


''ih dasar kamu dek, kalau nggak kakak ingatin nggak bakal ingat. udah sana kamu belajar gi, nanti nggak dapat juara kamu nangis'' kata Zaky yang kemudian membuat Dinda lari menuju kamarnya untuk belajar karena ia tidak ingin kalah dalam olimpiade itu.


''ye dasar nih anak satu'' kata Zaky yang menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menatap kepergian Dinda. ''kok bisa ya aku punya Adek kayak dia, tapi ini sudah takdir. dan kalau bukan karena kehadiran dia di rumah ini, mungkin rumah ini nggak akan seramai saat ini'' pikir Zaky.


tiba-tiba saja bunda muncul di kamar Zaky. ''kamu sudah memikirkan apa nak? Bunda khawatir dengan sikapmu''


''tidak ada Bunda''


''kamu jujur sebenarnya ada apa, nggak usah di tutupi dari Bunda''


akhirnya dengan ragu Zaky mengatakan apa yang sedang ia pikirkan. ''bun, sebenarnya tadi aku ketemu sama om Ilham'' kata Zaky dan membuat bunga kaget dengan jawaban putra nya itu.


''lalu, apa yang terjadi?''


''itu juga yang sedang bunda pikirkan kak, dan akhirnya bunda memutuskan untuk meminta bantuan kepada Bu Nindy''


''apa ibu Nindy, Bunda yakin? kakak tau Adek sangat dekat Bu Nindy, tapi apa Bu Nindy dapat dipercaya'' jawab Zaky dengan cemas, karena takut bundanya melakukan kesalahan dan akan menyesalinya suatu hari nanti.


''kakak tenang aja, bunda yakin Bu Nindy dapat di percaya'' jawab bunda menyakinkan anaknya. karena dia tau sang anak sedang cemas dengan keputusan yang ia ambil.


''yauda kakak percaya sama bunda, tapi Kakak akan tetap mengawasi Dinda dan juga Bu Nindy''


''ok, bunda tidak masalah. oh iya kak, tadi kakak ngomong apa sama adek?'' tanya bunga yang penasaran. ia tau kalau putranya memang tidak akan mungkin membocorkan rahasia ini kepada Dinda. namun, ia tetap penasaran dengan apa yang di katakan oleh putranya itu.


''bunda tenang aja, Kakak tidak mengatakan apapun, tadi hanya Adek saja yang menebak kalau kakak lagi galau''


''terus kakak jawab apa?''

__ADS_1


''ya kakak bilang aja kalau kakak nggak galau''


''oh, terus kenapa Adek berlari ke kamarnya kak?'' tanya bunga yang sangat penasaran dengan tingkat Dinda.


''oh, soal itu Bun. itu karena Adek baru teringat kalau besok dia harus mengikuti olimpiade. hehe'' jawab Zaky sambil tertawa ketika mengingat tingkat Dinda adiknya itu, yang memang sering pelupa, namun ia juga nggak percaya kalau adeknya itu selalu mendapat juara di kelasnya.


''ya ampun, Adek kamu itu kak, kebiasaannya nggak pernah berubah'' kata bunga sambil memukul jidatnya, karena frustrasi dengan tingkat putrinya itu.


''yang sabar Bun, mau gimana lagi. itu memang karakter adek''


''kalian nggak usa cemas, Adek itu sama seperti Lisa ibunya. jadi tenang saja, dan kalau karakter itu nggak akan bisa di ubah. jadi biarkan saja'' kata pak Tio yang tiba-tiba muncul, dan membuat mereka kaget.


''ayah, buat kaget aja'' teriak mereka serentak


''hehehe, maaf. ayah nggak tau kalau akan membuat Bunda dan kakak kaget'' jawab ayah dengan rasa tidak bersalah.


''lain kali, ketuk dulu ayah, biar siapapun itu tidak kaget'' kata Zaky menginginkan ayahnya.


''kayak kakak nggak tau ayah aja'' kata bunga yang sudah terbiasa dengan tingkah suaminya yang sering membuat dia kaget dengan kehadirannya.


''yauda, lain kali ayah ingat. oh iya tadi kakak bilang besok Adek olimpiade?'' kata ayah yang penasaran.


''iya ayah, tapi seperti biasa dia lupa. jadi dia segera berlari ke kamarnya setelah dia ingat''


''oh, yauda. kalau begitu sekarang tugas kakak, buat mengingatkan Adek, agar tidak bergadang dia'' kata Tio mengingat


-


-


Hay teman-teman, Dyaf up ya teman-teman. maaf ya Dyaf baru up. soalnya lagi banyak tugas kuliah. jangan lupa like, share, komen, vote, dan selalu dukung Dyaf ya teman-teman 🙏

__ADS_1


__ADS_2