Belenggu Cinta yang Tak Terhindar

Belenggu Cinta yang Tak Terhindar
Kecemasan Bunda


__ADS_3

"iya ok" kata ayah


mereka pun berangkat, sesampainya di Bandara


"ayah sama kakak hati-hati ya" kata bunda


"iya bun, ayah akan hati-hati" kata ayah


"ai lebay amat, kita jadi obat nyamuk dek" kata Zaky


"ya begitulah kak" kata Dinda


"kamu jaga baik-baik bunda ya dek!" perintah Zaky


"ok, aman kak" kata Adek


tiba-tiba ada pengumuman


"penerbangan ke kota B akan berangkat 15 menit lagi" pemberian pengumuman


"ayah ayo, kita Uda mau berangkat" kata Zaky


"yauda kita berangkat, dah Adek, Bunda" kata ayah


"dah" Jawab bunda dan Dinda


bunda dan Dinda pun kembali ke rumah


⚡⚡⚡flashback off ⚡⚡⚡


"begitu la cerita nya" jawab Dinda


"oh gitu, jadi selama 5 bulan terakhir cuma berdua aja ya sama bunda?" tanya Sandy


"ya begitulah kak" jawab Dinda


"ada cerita seru saat nggak ada kak Zaky di rumah" tanya Sandy


"sepertinya tidak" kata Dinda


"ai padahal kakak penasaran Lo" kata Sandy


"jangan penasaran, nanti nggak bisa tidur, hehe" kata Sinta


"kenapa nggak bisa tidur?" tanya Dinda


" ai Dinda, kamu ini terlalu pintar, atau gimana sih? sampai gitu aja di tanya" jawab Sinta frustasi


"hehe, aku memang nggak tau" kata Dinda


"kau punya otak 2mm mungkin ya. tapi kok bisa dapat biaya siswa" kata Sinta


"hehe, aku juga nggak tau. itu rezeki ku mungkin" kata Dinda


"Din bisa cerita dikit kapan kamu ikut tes, dan berapa skor kamu?" tanya Sandy


"boleh, ceritanya gini


tiba-tiba hp Dinda berdering, dan ternyata Zaky yang telepon


"adek, Adek dimana?" kata Zaky


"adek di rumah Sinta kak" kata Dinda

__ADS_1


"oh kalau begitu, kirim alamatnya, biar kakak jemput" kata Zaky


"ok kak" Jawab Dinda


setelah menerima alamat dari Dinda, Zaky pun menuju ke rumah Sinta. 15 menit kemudian Zaky sampai.


"assalammualaikum" kata Zaky


"waalaikumsallam, eh den Zaky. silakan masuk den" kata Mang Ujang


Zaky pun langsung masuk di temani mang Ujang. akhirnya ia menemukan adiknya Dinda


"Dinda ayo pulang Uda sore" kata Zaky


"ai kak Zaky jutek amat" kata Sandy


"nggak, aku b aja" kata Zaky


"iya deh sera" kata Sandy


"Dinda ambil baju sama tas Dinda dulu ya kak" kata Dinda


"ok, cepat kakak tunggu" kata Zaky


Dinda pun langsung naik ke kamar Sinta, setelah mengambil tasnya Dinda pun turun.


"Uda siap, nggak ada yang ketinggalan" kata Zaky


"Uda kak" jawab Dinda


"kalau gitu ayo" Kata Zaky


"eh kak tunggu. Sinta kita sambung lagi di lain waktu" Kata Dinda


Dinda dan Zaky pun pulang ke rumah mereka, sesampai di rumah.


"assalammualaikum"kata mereka


"waalaikumsallam, akhirnya pulang juga" kata bunda


"iya Bun akhirnya nih anak pulang" kata Zaky


"kan Dinda udah izin mau ke tempat Sinta" kata Dinda


"iya kah, berarti Bunda yang lupa" tanya Bunda


"ya ampun Bunda, kakak sampai panik lho bunda" kata Zaky


"ya maaf, habisnya bunda lupa" kata Bunda


"adek, kalau mau kemana-mana jangan izin sama bunda aja. tapi sama ayah dan kakak juga. paling nggak salah satu, mengerti?" jelas Zaky


"ok kak, lain kali Adek akan lakukan perintah kakak" kata Dinda


"yauda, sekarang Adek masuk dan bersih-bersih" kata Zaky


"ok kak" jawab Dinda sambil berjalan menuju kamar nya


"Uda bunda jangan cemas lagi" kata Zaky


"Cemana nggak cemas, rumah kita ini lumayan dekat dengan rumah keluarga fazhira" kata Bunda cemas


"bunda tenang aja, lagian keluarga fazhira kan nggak tau kalau putri mereka masih hidup" kata Zaky

__ADS_1


"kamu salah kak, mereka pasti tau kalau Dinda itu Elia" kata bunda


"ha, bagaimana mereka bisa tau?" tanya Zaky


"kemunculan Dinda di dalam keluarga kita pasti menciptakan kejanggalan kak, dan usia Dinda dan Elia kan sama, karena pada dasarnya mereka orang yang sama" jelas Bunda


"yang Bunda bilang masuk akal, kalau begitu kita harus selalu jaga Adek. jangan sampai Dinda di ambil sama keluarga fazhira" terang Zaky


"iya benar kak, bunda nggak mau putri kecil bunda harus mengalami tragedi mengerikan seperti dulu" jelas Bunda


"kakak juga nggak rela Bun" kata Zaky


"bunda Uda kehilangan Adin ipar Bunda, Tante kamu Alisa jadi Bunda nggak mau kehilangan Dinda" kata Bunda sambil menangis


tiba-tiba Dinda turun dari kamarnya


"kakak, bunda kenapa nangis? Kakak yang buat ya. kan Uda Adek bilang, jangan pernah buat bunda sedih. kalau sampai terjadi kakak berhadapan sama Adek" marah Dinda


"nggak kok dek, bunda cuma kelilipan" bohong Bunda


"bunda bohong" kata Dinda lalu memukul kakak nya


"aduh aduh dek, sakit" kata Zaky sambil berlari


namun mendengar jeritan kakak Dinda bukan berhenti malah mengejar kakak nya


"rasain, makanya jangan buat bunda nangis" kata Dinda


"Kakak nggak ada buat Bunda nangis dek" kata Zaky


"bohong, buktinya Bunda nangis" kata Dinda


"beneran, kamu malah yang buat Bunda nangis" kata Zaky


"Bunda ,beneran ada yang buat Bunda nangis? Adek minta maaf" kata Dinda


"enggak dek, Bunda nggak apa-apa" kata Bunda


"beneran Bunda, Adek janji deh nggak akan ulangi lagi, Adek bakal selalu minta izin sama semuanya. tapi, Adek heran biasanya Adek cuma izin sama Bunda ini Kenapa harus izin ke semuanya dan Bunda lagi mikirin apa kenapa Bunda sampai lupa dan jadi nangis? Bunda jangan nangis nanti ada juga nangis" kata Dinda


"nggak apa Adek, Bunda cuma takut kita berdua kan baru pindah ke kota B Bunda nggak mau kalau sampai terjadi sesuatu sama adek" jelas bunda


"dengar tuh dek, udah sakit nih pantat Kakak kamu pukul" kata Zaky


"ya maaf Kak, habis Adek sedih kalau lihat Bunda nangis dan yang di dekat bunda cuma kakak, jadi Adek kira Kakak yang buat Bunda nangis" kata Dinda


"ye dasar, lagian Kakak sayang sama Bunda nggak mungkin lah kakak nyakitin Bunda. tapi kalau usil sama Adek itu sering hehehe" kata Zaky sambil tertawa


"ye Kakak dasar" kata Dinda


"udah udah jangan berantem, kakak kamu naik ke kamar bersih-bersih sana dan adek Ayo ikut bunda kemeja makan" perintah Bunda


"siap laksanakan" jawab mereka serentak


Zaky pun pergi menuju kamarnya. Dinda dan bunda menuju meja makan untuk menyelesaikan semuanya sebelum ayah pulang.


tiba-tiba bell berbunyi, dan ternyata ayah pulang


"assalammualaikum" kata ayah


"waalaikumsalam, eh ayah udah pulang" kata bunda


"iya Bunda, kakak sama adik mana Bunda?" tanya ayah

__ADS_1


"Adek lagi menyusun makanan di meja makan ayah" kata Bunda


__ADS_2