
''walaupun tidak bukan Putri kandung saya bu, sejak masih kecil Dinda sudah tinggal bersama saya. dan lagian dia keponakan suami saya, dan itu tandanya dia anak suami saya dan berarti dia juga anak saya'' kata bunga yang menjelaskan prinsip pada Bu Nindy
''ternyata itu prinsip ibu, Ibu memang orang yang sangat baik. saya yakin, jika suatu hari Dinda mengetahui kalau ibu bukan ibu kandungnya. Dinda pun pasti akan merasa bahagia, karena dia dirawat oleh ibu sebaik Bu bunga ini'' kata Bu Nindyindi memuji bunga
''Ibu bisa saja, saya bukan apa-apa bu. saya hanya menjalankan tanggung jawab saya. bagi saya semuanya tidak penting, yang terpenting adalah kebahagiaan yang akan muncul di keluarga ini''
''bunga memang orang yang sangat baik dan berbakti kepada keluarga itu ya, jika saja saya mengenal hubungan dari dulu. mungkin saya akan meminta hubungan menikah dengan Putra saya, dan pasti cucu saya juga akan memiliki sifat dan karakter seperti Bu bunga. tidak seperti sekarang menantu saya yang keras kepala dan egois''
''Bu jangan berkata seperti itu, walau bagaimanapun saat ini dia telah menjadi bagian dari keluarga ibu, dia bukan hanya sekedar menantu untuk ibu. tetapi dia menjadi Putri Ibu setelah dia menikah dan memasuki keluarga ibu'' kata bunga dan membuat Bu Nindy semangkin bangga dengan Bu bunga.
''bu bunga ini memang pantas menjadi panutan, saya jadi ingat memperhatikan Ibu dengan menantu saya'' kata Bu Nindy memuji bunga
''ibu bisa aja, ingin sih saya bertemu dengan menantu Ibu, tapi saya takut identitas Dinda terbongkar bu'' kata bunga dengan cemas
''ya sudah, tidak masalah. kalau begitu kita atur pertemuan untuk membicarakannya lebih rinci''
''baik Bu, saya setuju. saya serahkan sama ibu, saya hanya menunggu kabar dari ibu''
''ya sudah, saya atur dulu waktunya Bu, kalau begitu. saya mohon permisi''
''iya Bu, silahkan'' sambil mematikan telepon
Bu Nindy yang berada di kamarnya masih memiliki pertanyaan bunga yang ia tau adalah Bunda Dinda. namun, dia tidak menyangka ada cerita seperti ini di balik kehidupan Dinda.
Dinda ternyata adalah anak dari konglomerat di kota ini. yang telah dikabarkan meninggal. namun, ternyata dia masih hidup dan tinggal dengan keluarga ibunya.
sepertinya ini semua memang sudah di atur oleh takdir. pada awalnya mereka memang berniat menjodohkan Nando dengan Elia. namun, karena Elia telah meninggal, ibu Nando berniat menjodohkan Nando dengan Dwi. Putri pak Ilham fazhira dengan selingkuhannya.
pihak keluarga besar tentunya tidak setuju, salah satu nya adalah Bu Nindy selaku nenek dari Nando, orang yang akan di jodohkan. lagian memang pada dasarnya Nando tidak menyukai Dwi.
__ADS_1
tiba-tiba saja Nando langsung masuk ke Kampar Bu Nindy
''Nando kamu buat nenek kaget saja'' kata Bu Nindy menatap Nando dengan emosi.
''ye nenek, memang nenek apa sih. sampai kaget Nando masuk kamar nenek?'' tanya jawab Nando dengan menatap mata neneknya dan merasa keheranan.
''nggak papa, ini nggak ada urusannya sama kamu do'' jawaban Bu Nindy dan membuat Nando semakin penasaran.
''nenek jangan buat penasaran Napa, kasih tahu Nando dong'' kata Nando kemudian duduk di samping neneknya
''maaf Nando, nenek udah janji. kalau nenek nggak akan cerita kepada siapapun'' kata Bu Nindy dan membuat nanas penasaran Apa yang sebenarnya yang disembunyikan oleh Bu Nindy
''ayolah Nek, lagian Nando bukan orang luar. tanda janji nggak akan bocorin'' bunjuk Nando untuk meluluhkan hati sang nenek.
''maaf sayang, nanti kalau sudah waktunya. kamu pasti juga akan tahu apa yang nenek tidak bisa kasih tahu'' kata Bu Nindy dengan lembut dan membuat nandung mau tak mau harus ikhlas padahal dirinya masih sangat penasaran.
''ya udah deh Nek, Nando akan sabar menunggu kebenaran itu. walau tak tahu kapan akan Nando ketahui'' kata Nando kemudian keluar meninggalkan sang nenek.
di sisi lain, tenda tengah asik teleponan Dengan sinta. mereka membahas banyak hal tentang di sekolah. tanpa mereka sadari hari pun menunjukkan sudah mulai petang. dan mereka memutuskan untuk mengakhiri sambungan telepon mereka. kemudian membersihkan diri mereka dan bersiap untuk makan malam.
''hai Bunda, malam ini kita mau makan apa?'' tanya Dinda dengan antusias, dan mulai membantu bunda untuk memasak makan malam.
''kamu maunya apa?'' tanya bunda kepada putri kesayangannya
''Dinda sih pengennya semur ayam'' kata Dinda sambil membayang semur ayam di kepalanya.
''ya udah kalau gitu kita masak semur ayam'' jawab Bunda dengan senyuman
''ye,bmakasih Bunda'' kata Dinda yang kemudian memeluk bundanya.
__ADS_1
Mereka pun mulai menyiapkan bahan-bahan untuk memasak semur ayam. mereka berdua sangat senang memasak berdua, apalagi ketika memasak menu kesukaan Dinda, Bunda sangat senang.
''sayang kamu beneran cuma mau semur ayam aja?'' tanya bunda untuk meyakinkan Dinda apakah tidak ingin menu yang lain selain semur ayam, walaupun udah tahu makanan kesukaan Dinda adalah semur ayam.
''tidak Bunda, untuk kali ini Adek pengennya cuma semur ayam. tapi kalau Bunda ingin menambah menu yang lain, Adek siap membantu Bunda memasak.
''oke, kalau begitu kita buat telur balado dan juga tempe orek'' kata Bunda kemudian pergi mengambil bahan-bahan di dalam kulkas.
''oke Bunda'' jawabnya dengan antusias
Mereka pun memasak menu-menu yang telah mereka diskusikan, tanpa mereka sadari semua menu telah tertata ditempat di atas meja. dan mereka masih belum menyanyi kalau jam sudah menunjukkan pukul 06.00 sore. yang menandakan kalau sebentar lagi Pak Tio akan pulang.
''akhirnya selesai juga masakan kita'' kata Bunda dengan senyuman yang indah
''iya Bunda, akhirnya selesai juga semua'' kata Dinda dengan menatap menu-menu yang ada di meja makan.
tiba-tiba saja bel berbunyi, yah itu adalah Pak Tio yang sudah kembali dari pekerjaannya. Bu bunga dengan sikap membukakan pintu untuk suaminya.
ketika hubungan buka pintu, wangi harum semerbak masakannya tercium hingga ke hidung suaminya.
''bunda sedang masak semur ayam, tempe orek, dan terbaru ya Bun?'' tanya Pak Tio yang merasa lapar ketika mencium aroma-aroma itu.
''iya mas, tapi mas kok bisa tahu?'' tanya hubungan dengan penasaran dan Pak Tio hanya tertawa
''kamu Kenapa tertawa mas?'' tanyanya kembali dan membuat
''sayang, tentunya aku tahu lah. orang wangi semerbak harum makananmu sampai ke sini. dan telah membuat perutku kelaparan sekarang'' kata Pak Tio dengan tatapan kelaparan dan langsung menuju ke arah meja makan.
-
__ADS_1
-
Hay teman-teman, Dyaf up ya. jangan lupa like, share, komen, vote, hadiah dan selalu dukung Dyaf ya teman-teman 🙏